Tembok China Masih Kokoh Usai Taklukan Timnas Indonesia, Taktik Baru Shin Tae-yong Mesti Diacungi Jempol Meski Kalah
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus mengakui kekalahan dari China 1-2 pada pertandingan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2024 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa (15/10/2024).
Taktik baru pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pun menjadi perbincangan hangat, usai Garuda tak bisa menembus tembok China.
Meski demikian, Indonesia sejatinya tampil sebagai tim yang lebih menekan dalam menguasi bola hingga menciptakan peluang daripada China.
Skuad Shin Tae-yong menampilkan pertandingan yang menarik di depan jutaan pendukung Timnas Indonesia.
Seusai imbang melawan Bahrain, Timnas Indonesia dihantui dengan keputusan merugikan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf. Namun, kepemimpinan wasit Omar Mohamed Al Ali dipandang adil selama pertandingan.
Timnas Indonesia sejatinya mesti melawan China yang berselisih 38 peringkat di atasnya. Nathan Tjoe-A-On cs tampil spartan untuk menyajikan pemandangan langka tentang Timnas Indonesia yang tampil lebih mendikte dalam pertandingan tandang internasional.
Jika sebuah pertandingan tidak dinilai dari skor akhir dalam laga itu, Indonesia bisa dikatakan adalah tim yang lebih baik.
Dengan penguasaan bola mencapai 76 persen selama pertandingan, Marteen Paes dkk tak kenal lelah mengejar skor 2-0 pada babak pertama.
Namun, tim yang lebih baik kadang bukan yang memenangkan pertandingan. Ini sudah lumrah terjadi dalam pertandingan-pertandingan kompetitif, termasuk di level Piala Dunia.
Meskipun demikian, tak ada alasan untuk tidak mengangkat topi kepada China yang tampil lebih efisien dan sabar menunggu celah Indonesia.
Dragon Team jeli memanfaatkan kepercayaan diri skuad Shin Tae-yong yang sempat terlalu tinggi pada babak pertama, sampai mereka menciptakan gol pertama yang disarangkan pemain muda asal Xinjiang, Behram Abduweli, setelah Shayne Pattynama dan Ivar Jenner lengah dari gangguan lawan.
Gol kedua China yang dibuat Zhang Yuning juga terjadi karena hampir semua pemain Garuda maju menyerang, sampai terlambat mencegah China melancarkan serangan balik nan cepat berbuah gol yang hanya dibangun oleh dua pemain.
Shin Tae-yong lalu mengubah pola bermain tim dengan tak lagi memasang tiga bek tengah.
Load more