Kalah Saing dengan Maarten Paes, Kiper Lama Ajax Curhat ke Media Belanda: Banyak Kekecewaan
- Ajax
tvOnenews.com - Debut Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam langsung menyita perhatian publik Belanda.
Namun di balik penampilan impresif sang kiper Timnas Indonesia, terselip kekecewaan mendalam dari penjaga gawang muda potensial, Joeri Heerkenz.
Paes dipercaya tampil dalam lanjutan Eredivisie menghadapi NEC Nijmegen di Stadion Johan Cruyff Arena. Pertandingan berakhir imbang 1-1.

- instagram Maartenpaes
Ajax sempat unggul lebih dulu lewat gol Mika Godts pada menit ke-39. Namun keunggulan itu sirna setelah Darko Nejasmic membobol gawang Paes di menit ke-57.
Meski gagal mencatat clean sheet, performa Paes justru menjadi sorotan utama.
Berdasarkan data Sofascore, ia membukukan tujuh penyelamatan krusial, termasuk satu penyelamatan penting di menit-menit akhir yang menyelamatkan Ajax dari kekalahan.
Selepas laga, Paes mengaku cukup puas dengan performanya.

- instagram Maartenpaes
“Dalam urusan menjaga gawang saya merasa sudah cukup baik,” ujarnya dikutip dari ESPN.
"Tapi, memang ada beberapa kesalahan kecil saat menguasai bola. Sudah cukup lama saya tak main, jadi ritme itu pasti akan kembali," lanjutnya.
Ia juga memuji permainan NEC yang tampil agresif dan menekan di semua lini.
Namun, di balik suksesnya debut Paes, ada cerita lain.
Kiper muda Ajax berusia 19 tahun, Joeri Heerkenz, ternyata sangat berharap mendapat kesempatan tampil karena kiper utama Vitezslav Jaros sedang cedera.
Ia menyoroti keputusan pelatih Fred Grim justru memberikan kepercayaan kepada Paes.
Heerkenz pun harus kembali memperkuat Jong Ajax. Ia secara terbuka mengakui kekecewaannya.
“Tentu saja, Anda kecewa karena tidak terpilih (melawan NEC Nijmegen),” kata Heerkenz, dilansir dari ESPN.
Meski begitu, ia menunjukkan mentalitas kuat. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi sulit dalam kariernya dan memilih menjadikannya motivasi.
“Saya telah mengalami begitu banyak kekecewaan dalam karier saya sehingga saya bisa mengatasinya," lanjutnya.
Baginya, fokus utama adalah terus tampil konsisten bersama Jong Ajax hingga kesempatan berikutnya datang.
Sementara itu, Paes membuktikan bahwa keputusan pelatih bukan tanpa alasan.
Refleks cepat, ketenangan, dan kemampuannya membaca arah bola menjadi nilai plus dalam laga debut tersebut.
Tujuh penyelamatan dalam satu pertandingan menjadi sinyal bahwa ia siap bersaing di level tertinggi Liga Belanda.
Bagi publik Indonesia, penampilan ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Paes bukan hanya tampil reguler di Eropa, tetapi juga mampu langsung memberi dampak di klub sebesar Ajax.
Kini, persaingan di bawah mistar Ajax semakin panas. Namun untuk sementara, Maarten Paes sukses mencuri panggung, meski harus membuat talenta muda Ajax lainnya menelan rasa kecewa. (asl)
Load more