News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pesepak Bola Indonesia Blak-blakan Sebut Pemain Malaysia Lembek: Di Indonesia Saling Pukul Itu Biasa, Kalau di Sini...

Mantan pesepak bola Indonesia, Guntur Sulistyo menyebut pemain Malaysia itu agak lembek, berbeda dengan pemain Indonesia yang cenderung lebih keras.
Senin, 7 Oktober 2024 - 15:57 WIB
Mantan pesepak bola Indonesia, Guntur Sulistyo
Sumber :
  • Instagram Guntur Sulistyo

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pesepak bola Indonesia, Guntur Sulistyo menyebut pemain Malaysia itu agak lembek, berbeda dengan pemain Indonesia yang cenderung lebih keras.

Sebagai informasi, Guntur Sulistyo merupakan salah satu pemain futsal top asal Indonesia yang lahir di Sragen, Jawa Tengah.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum menjadi pemain futsal, dia merupakan pemain sepak bola yang mengawali kariernya ketika berlatih di SSB Bonanza Solo.

tvonenews

Bahkan, Guntur Sulistyo diketahui sempat masuk ke skuad Persis Solo Junior saat masa remajanya.

Akan tetapi, dia memilih pindah haluan dari sepak bola ke lapangan futsal saat kuliah setelah kariernya di sepak bola tak moncer.

Berkat kerja kerasnya, Guntur pun dilirik beberapa klub futsal profesional hingga pernah memperkuat Black Steel Manokwari Papua.

Saat ini, Guntur Sulistyo membela klub futsal Malaysia, Pahang Rangers yang direkrut untuk menghadapi Piala Futsal Malaysia 2024.

Dia kemudian berhasil mengantarkan tim berjuluk Pantai Timur yang berstatus juara bertahan itu meraih peringkat 3 musim ini.

Selama berada di Negeri Jiran, Guntur merasakan sedikit faktor yang membedakan antara para pemain lokal Malaysia dan Indonesia.

Menurut Guntur, di negara kelahirannya, aksi bentrok antar pemain yang sampai saling pukul itu sudah menjadi hal yang lumrah.

Sebaliknya, dia menilai bahwa pemain futsal di Malaysia justru cenderung bermain lebih soft.

Mantan pesepak bola Indonesia, Guntur Sulistyo
Mantan pesepak bola Indonesia, Guntur Sulistyo
Sumber :
  • Instagram Guntur Sulistyo

Ā 

ā€œKalau di Indonesia, saling pukul itu biasa, jadi keras, tapi (pemain) di sini agak lembek,ā€ kata Guntur usai perebutan juara 3 Piala Futsal Malaysia, dikutip dari Makan Bola.

Lebih lanjut, Guntur menganggap hal itulah yang menjadi pembeda antara pemain kedua negara tersebut.

Dia berharap pemain Malaysia bisa lebih keras lagi mainnya dan mampu bersaing dengan pemain asal Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ā€œKalau bisa pemain di sini (agak lebih keras) jadi itu bedanya,ā€ tambah Guntur yang sebelumnya bermain bersama Gombak TOT United itu.

Guntur dan Pahang Rangers sendiri berhasil merebut posisi Piala Futsal Malaysia 2024 ketiga usai mengalahkan KL City di Axiata Arena 4-2 berkat dua gol pilar nasional, Harith Naim.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT