Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Malaysia Kena Sanksi Telak AFC, CEO Harimau Malaya Buka Suara soal Kekalahan 0-3 dari Nepal dan Vietnam

Kasus ini mencuat setelah AFC memutuskan bahwa Malaysia harus menerima kekalahan 0-3 dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027
Kamis, 19 Maret 2026 - 13:49 WIB
Timnas Malaysia
Sumber :
  • Instagram - Malaysia NT

‎Jakarta, tvOnenews.com - Polemik besar tengah menyelimuti Timnas Malaysia setelah sanksi berat dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, pun akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang merugikan skuad Harimau Malaya tersebut.

‎Kasus ini mencuat setelah AFC memutuskan bahwa Malaysia harus menerima kekalahan 0-3 dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027. Dua laga yang terdampak adalah saat menghadapi Nepal dan Vietnam, yang sebelumnya justru berakhir dengan kemenangan bagi Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, karena Malaysia dinilai melanggar aturan kompetisi. Harimau Malaya kedapatan memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan tersebut.

‎Akibatnya, hasil positif yang sempat dibanggakan kini harus terhapus begitu saja. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim yang sedang berupaya menjaga konsistensi performa.

‎Menanggapi hal ini, Rob Friend menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah diambil oleh AFC. Meski demikian, ia juga membuka peluang adanya langkah lanjutan melalui jalur hukum. 

‎"Kami memahami keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pengurangan poin tersebut," ujar Rob Friend dikutip dari akun Instagram resmi Timnas Malaysia, Kamis (19/3/2026). 

‎"Kami menghormati proses peraturan kompetisi. Pada saat yang sama, hal ini sedang ditinjau melalui jalur hukum yang sesuai," tambahnya. 

‎Di tengah situasi yang tidak menguntungkan, Friend memastikan bahwa fokus tim tidak akan goyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi pemain dan staf agar tetap siap menghadapi laga berikutnya.

‎"Selama periode ini, prioritas kami tetap jelas untuk mendukung para pemain dan staf, serta memastikan mereka berada dalam kondisi terbaik untuk mewakili Malaysia dengan profesionalisme, persatuan, dan kebanggaan," kata Rob Friend.

‎"Fokus kami sekarang sepenuhnya pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Vietnam, di mana tim akan tampil dengan kepercayaan diri, ketahanan, dan disiplin yang sama seperti yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025," sambungnya.

‎Lebih lanjut, ia pun mengucapkan terima kasih terhadap para suporter Harimau Malaya yang senantiasa masih mendukung Malaysia meski dihantam sanksi AFC.

‎"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendukung atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada tim," ucapnya.

‎Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah lebih dulu mengonfirmasi bahwa mereka menerima hasil sidang dari AFC. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan Komite Disiplin & Etika yang digelar pada 17 Maret 2026.

‎Dalam sidang itu, Malaysia dinyatakan melanggar Pasal 56. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan penggunaan pemain yang tidak sah dalam dua pertandingan resmi.

Padahal, jika melihat hasil di lapangan, Malaysia sempat tampil dominan saat menghadapi Nepal. Mereka berhasil mengamankan kemenangan 2-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Ibrahim pada 25 Maret 2025.

‎Performa gemilang juga diperlihatkan saat melawan Vietnam. Tim Harimau Malaya kala itu sukses menang telak 4-0 di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 10 Juni 2025.

‎Namun, semua capaian tersebut kini tidak lagi berlaku. AFC memutuskan untuk membatalkan hasil pertandingan dan menggantinya dengan kekalahan 0-3 bagi Malaysia.

‎Dampak dari keputusan ini sangat besar terhadap posisi Malaysia di klasemen. Poin yang sebelumnya dikumpulkan harus dialihkan kepada Nepal dan Vietnam.

‎Kondisi tersebut membuat langkah Malaysia menuju Piala Asia 2027 terhenti. Harapan untuk lolos dari babak kualifikasi pun dipastikan sirna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Tak hanya itu, FAM juga harus menerima sanksi tambahan berupa denda. Jumlah yang harus dibayarkan mencapai US$50.000 atau sekitar Rp849 juta.

‎Meski demikian, FAM belum mengambil keputusan final terkait langkah berikutnya. Mereka berencana meminta penjelasan resmi secara tertulis dari AFC sebelum menentukan sikap lebih lanjut. ‎(igp/hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Refocusing Penerima Manfaat, BGN Ungkap 76 Sekolah di Jawa Tak akan Lagi Terima MBG

Refocusing Penerima Manfaat, BGN Ungkap 76 Sekolah di Jawa Tak akan Lagi Terima MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penajaman sasaran atau refocusing terhadap penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
OJK Gandeng KPK, Kasus Korupsi Sektor Jasa Keuangan Bakal Diburu Bersama

OJK Gandeng KPK, Kasus Korupsi Sektor Jasa Keuangan Bakal Diburu Bersama

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memerangi korupsi khususnya di sektor keuangan. 
Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa di Kampus UMY, Begini Respon Pihak Kampus

Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa di Kampus UMY, Begini Respon Pihak Kampus

Seorang anggota intelijen Polda DI Yogyakarta menjadi sorotan setelah kepergok oleh mahasiswa saat menyusup masuk ke lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 
Kanada vs Qatar di Laga Grup B Piala Dunia 2026: Sama-sama Punya Niat Kuat untuk Menang

Kanada vs Qatar di Laga Grup B Piala Dunia 2026: Sama-sama Punya Niat Kuat untuk Menang

Timnas Kanada dan Qatar membawa misi sama, yaitu meraih kemenangan perdana untuk memperbesar peluang melangkah ke fase gugur yang dimulai dari babak 32 besar.
Fenomena Self Medication Meningkat, Apoteker Dituntut Lebih Aktif Edukasi Pasien

Fenomena Self Medication Meningkat, Apoteker Dituntut Lebih Aktif Edukasi Pasien

Fenomena self medication atau pengobatan mandiri di masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Medan Jadi Tuan Rumah PIT IKABI XXVI, Forum Ilmiah Dokter Bedah Terbesar di Indonesia

Medan Jadi Tuan Rumah PIT IKABI XXVI, Forum Ilmiah Dokter Bedah Terbesar di Indonesia

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia ini menjadi forum ilmiah terbesar bagi para dokter spesialis bedah dari seluruh Indonesia untuk memperbarui wawasan, berbagi pengalaman klinis, mendiskusikan perkembangan ilmu bedah terkini, serta memperkuat kolaborasi profesional antaranggota.

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
FAM Rombak Harimau Malaya, Resmi Lepas CEO Hingga 2 Pelatih Timnas Malaysia

FAM Rombak Harimau Malaya, Resmi Lepas CEO Hingga 2 Pelatih Timnas Malaysia

Pemutusan kontrak tersebut mengejutkan karena tak hanya CEO dan pelatih, tapi juga hingga jajaran staf pelatih Timnas Malaysia. 
Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Selain jajaran direksi Bank Himbara, Prabowo juga memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT