Dibantai Timnas Indonesia 4-0 di Era Debut Herdman, Pelatih St Kitts: Kami Sebenarnya Bisa Menang Jika Cetak Gol Lebih Dulu
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Ia juga menambahkan bahwa tim masih dalam tahap adaptasi karena baru pertama kali berkumpul dengan staf pelatih secara langsung. Kondisi ini tentu memengaruhi chemistry dan organisasi permainan di lapangan.
Meski kalah telak, Marcelo menegaskan bahwa mental para pemainnya tetap terjaga.
“Saya tidak melihat masalah dari sisi mental. Para pemain tetap menegakkan kepala mereka. Kami tidak bisa menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” tegasnya.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Herdman Puas, Tapi Tetap Waspada
Di kubu Indonesia, John Herdman mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Ia menyebut kemenangan 4-0 ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelum pertandingan.
“Kami menetapkan target sebelum pertandingan untuk mencetak empat gol dan menjaga clean sheet. Kami tahu kami akan merotasi skuad, kami ingin memberikan banyak kesempatan kepada para pemain yang berpartisipasi dalam latihan, dan saya pikir mereka menangani pertandingan dengan sangat profesional,” kata Herdman.
Ia juga mengapresiasi profesionalisme para pemain yang mampu menjalankan rencana dengan baik meski baru menjalani beberapa sesi latihan bersama.
“Saya pikir itu yang terpenting. Ini pertama kalinya kami bermain bersama, hanya beberapa sesi latihan, tetapi, ya, saya benar-benar bangga dengan para pemain malam ini,” tambahnya.
Meski demikian, Herdman tetap memberikan peringatan. Ia menilai masih ada kelemahan yang harus diperbaiki, terutama dalam 15 menit awal pertandingan.
“Jika kita melakukan itu melawan Bulgaria, kita akan mati di 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kita,” ujarnya tegas.
Menurutnya, kohesi taktis menjadi kunci yang harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di level lebih tinggi.
Kemenangan ini membawa Indonesia melaju ke final FIFA Series 2026 untuk menghadapi Bulgaria. Di satu sisi, Garuda menunjukkan performa menjanjikan di debut Herdman. Namun di sisi lain, komentar pelatih lawan dan evaluasi internal menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang.
Apakah pernyataan Marcelo sekadar alasan klasik atau sindiran halus? Yang jelas, Indonesia sudah membuktikan kualitasnya di atas lapangan. Kini, tantangan sesungguhnya menanti di laga final.
Load more