Bentuk Tanggung Jawab ke Timnas Italia, Gennaro Gattuso Resmi Mundur Usai Gagal Bawa Gli Azzurri Lolos ke Piala Dunia 2026
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Jakarta, tvOnenews.com - Gennaro Gattuso resmi melepas jabatannya sebagai pelatih Timnas Italia setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Keputusan itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil buruk yang kembali menimpa tim nasional Italia di pentas internasional.
Pengunduran diri Gattuso diumumkan melalui laman resmi Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC pada Sabtu waktu setempat. Dalam keterangan tersebut, kedua pihak disebut sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat dari masa kontrak yang telah disepakati sebelumnya.
Gattuso menegaskan bahwa seragam biru Italia memiliki arti besar dan tidak bisa dipandang biasa. Karena itu, ia menilai tim nasional membutuhkan langkah baru agar proses evaluasi bisa berjalan lebih maksimal.
Dengan nada emosional, Gattuso mengakui kegagalan mencapai target utama yang telah ditetapkan sejak awal. Ia juga menilai mundur dari jabatan pelatih menjadi keputusan paling tepat untuk memudahkan proses transisi di tubuh tim nasional.
Langkah Gattuso ternyata diikuti keputusan penting lain di jajaran sepak bola Italia. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon juga disebut memilih meletakkan jabatan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Italia kemungkinan akan melakukan pembenahan besar di berbagai lini. Bukan hanya sektor teknis tim, perubahan juga diperkirakan menyentuh level kepemimpinan federasi.
Dalam pernyataannya, Gattuso mengaku tetap merasa terhormat pernah memimpin tim nasional Italia. Meski masa tugasnya berakhir dengan hasil yang mengecewakan, ia tetap menghargai kesempatan besar yang pernah diberikan kepadanya.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
"Dengan berat hati, karena gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap masa jabatan saya sebagai pelatih telah berakhir," ujar Gattuso.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang dinilai sudah berjuang semaksimal mungkin selama babak kualifikasi. Menurut Gattuso, komitmen dan semangat para pemain untuk membela Italia tetap menjadi hal penting yang harus dipertahankan.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim. Gattuso menegaskan bahwa warna biru Gli Azzurri akan selalu memiliki tempat istimewa di dalam hatinya.
Di sisi lain, Gabriele Gravina tetap memberikan penghormatan kepada Gattuso meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Ia menilai Gattuso adalah figur yang mampu menghidupkan kembali semangat dan rasa bangga terhadap tim nasional dalam waktu singkat.
Menurut Gravina, kehadiran Gattuso memberi dampak positif terhadap mental para pemain. Meski target lolos ke Piala Dunia gagal tercapai, warisan semangat juang yang ditinggalkan dinilai tetap penting bagi masa depan tim.
Nasib Italia dipastikan berakhir pahit setelah mereka tersingkir dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Laga itu berlangsung ketat dan penuh tekanan sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Sebab, Gli Azzurri dipastikan absen di putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah sebelumnya juga gagal tampil pada edisi 2018 dan 2022.
Padahal, Gattuso baru ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia pada Juni 2025 dengan harapan besar dari publik. Ia datang dengan misi mengangkat kembali martabat Italia dan membawa tim itu kembali ke panggung Piala Dunia.
Kini, sepak bola Italia kembali dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan. Mundurnya pelatih dan sejumlah petinggi federasi diharapkan bisa menjadi awal pembenahan besar demi mengembalikan kejayaan Gli Azzurri.
(sub)
Load more