News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapten Alireza Disebut Dapat Pesan Timnas Iran Dilindungi Kartel Meksiko di Piala Dunia 2026? Cek Faktanya

Fakta sebenarnya mengenai sesi wawancara kapten Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh menceritakan pengalaman pribadi di Meksiko, bukan seputar isu Piala Dunia 2026.
Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:00 WIB
Timnas Iran
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial X mendadak heboh. Kapten Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh mencuri perhatian publik sejak sebelum dimulainya Piala Dunia 2026.

Perhatian publik menyasar dalam sebuah unggahan video wawancara Alireza Jahanbakhsh. Berdasarkan narasi yang viral, ia disebut mendapat pesan dari kartel narkoba di Meksiko terkait Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan Timnas Iran bermarkas di Tijuana, Meksiko disebut tak lepas mendapat jaminan keamanan khusus. Team Melli dikabarkan akan memperoleh perlindungan dari kartel narkoba di Meksiko.

Narasi tersebut datang dari unggahan akun X @papantengah pada Kamis, 11 Juni 2026. Menariknya, narasi yang beredar juga ditambahkan terkait cerita pengalaman Alireza Jahanbakhsh saat berwisata di wilayah Tulum, Meksiko.

"Alireza Jahanbakhsh ketika diwawancarai oleh SNN TV. Dia mendapat pesan dari anggota cartel yang mengatakan begini 'kami semua cinta Iran, kalian akan dibawah proteksi dan aman bersama kami!'. Iran, akan bermarkas di Tijuana, Meksiko," tulis akun tersebut dikutip, Jumat (12/6/2026).

Mengacu dari hasil penelusuran tvOnenews.com, ada persepsi yang berbeda mengenai konteks sesi wawancara kapten Timnas Iran dari pernyataan tersebut. Mari cek faktanya di bawah ini!

Kapten Timnas Iran Cerita Pengalaman Batal Dirampok Kartel Meksiko

Dalam cerita yang dituangkan di Al Jazeera, sesi wawancara di Football 360 memang mengundang Alireza Jahanbkhsh. Namun, kapten Timnas Iran hanya menceritakan pengalaman liburan pribadinya.

Kala itu, Alireza Jahanbakhsh mengulas momen lucu saat berlibur ke wilayah Tulum, Meksiko jauh sebelum Piala Dunia 2026. Ia mengaku dirinya dan rekannya bernama Benjamin dicegat kartel narkoba bertopeng dan bersenjata.

Alireza Jahanbakhsh dan Benjamin mendadak dilepaskan tanpa cedera. Penyebabnya kelompok bersenjata tersebut terkejut setelah baru mengetahui mereka warga negara Iran.

"Kartel dan mafia (Meksiko) menyukai orang Iran, saya bersumpah. Saya tidak tahu kenapa, dia (temannya Alireza Jahanbakhsh) tidak menjelaskan alasannya," kata Alireza Jahanbakhsh.

Awal mula kejadian ini terjadi saat bepergian menggunakan mobil. Mereka melakukan perjalanan untuk liburan ke Tulum, Meksiko.

Di tengah-tengah itu, kelompok bersenjata tiba-tiba mencegat mereka. Jahanbakhsh dan Benjamin pun digeledah setelah diminta turun dari mobil.

"Mereka menangkap kami. Semua pelaku menutup wajah. Kami ada di dalam mobil, lalu mereka menyuruh kami keluar dan berjalan. Perintahnya, letakkan tangan di mobil," terang Jahanbakhsh.

Jahanbakhsh dan temannya tampaknya mengetahui akan ada bahaya. Ia hanya membawa uang sekitar 30-40 euro setelah tiba dari Belanda.

Saat penggeledahan, seorang pria bertopeng bertanya asal-usul serta negara mereka. Jahanbaksh mulanya menjawab berasal dari Belanda.

Akan tetapi, temannya telah mempunyai pengalaman lebih tentang situasi di Meksiko. Benjamin pun berbisik kepada Jahanbaksh sambil berkata, "Ali, katakan Iran, sebut saja Iran, mereka baik-baik saja dengan Iran."

Pria bertopeng yang bertanya asal-usul mereka langsung mendadak tersenyum. Hal ini membuat Jahanbakhsh dan rekannya dilepas tanpa cedera meski uang dibawa mereka tetap digasak tanpa kehilangan benda lainnya.

"Saya tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Tetapi teman saya sering ke Meksiko dan dia bilang, kenyataannya kartel-kartel itu menyukai orang Iran. Apakah benar? Ya, benar. Ini poin menarik," jelasnya.

Narasi yang Beredar Dikaitkan dengan Isu Piala Dunia 2026

Ironisnya, unggahan tersebut sengaja mengaitkan potongan video sesi wawancara Jahanbakhsh dengan isu Piala Dunia 2026. Hal ini mengingat kamp latihan Timnas Iran kini bermarkas di Meksiko.

Sayangnya pengakuan dari Alireza Jahanbakhsh dikaitkan dengan penyebab Timnas Iran memilih markas tim untuk Piala Dunia 2026 bereratan dengan isu mereka mendapat perlindungan dari kartel setempat.

Padahal sesi wawancara Jahanbakhsh menceritakan pengalaman liburan terjadi sebelum FIFA merilis daftar resmi penentuan Team Base Camps untuk 48 negara peserta Piala Dunia 2026.

Berdasarkan hasil kerja sama antara FIFA dan otoritas keamanan tiga negara tuan rumah, seperti AS, Kanada, dan Meksiko, instansi kepolisian dan militer resmi dari tiga negara tersebut telah menjamin keamanan seluruh tim, bukan hasil dari negosiasi kelompok kartel tertentu.

Dalam hal ini, penyebaran informasi Timnas Iran mendapat perlindungan dari kartel narkoba di Meksiko masuk kategori misleading context. Tujuannya untuk menggiring opini publik dan hanya mencari sensasi melalui clickbait di media sosial.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Luke Vickery usai Debut dan Beri Assist di Laga Timnas Indonesia Vs Singapura

Reaksi Luke Vickery usai Debut dan Beri Assist di Laga Timnas Indonesia Vs Singapura

Luke Vickery mencetak assist pada debut bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Singapura. Ia mengaku bangga dan menyebut malam itu sangat spesial di GBK.
Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri membuka pendaftaran Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang-gudang milik Perum Bulog sudah tidak mampu lagi menampung stok beras nasional yang kini mencapai 4,8 juta ton. Bulog harus menyewa gudang swasta untuk menampung cadangan beras tersebut.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT