Pelatih Iran Ngamuk di Piala Dunia 2026: Kami Paling Tertindas!
- Reuters/Kirby Lee
Jakarta, tvOnenews.com – Iran terpaksa meninggalkan Los Angeles, Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko, setelah pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru, sebuah keputusan yang secara terbuka dikritik oleh Pelatih Amir Ghalenoei.
Persiapan menuju Piala Dunia 2026 bagi Iran penuh gejolak. Bahkan, sempat muncul keraguan apakah negara itu akan berpartisipasi dalam turnamen yang diikuti 48 tim tersebut di tengah konflik Timur Tengah.
Tim nasional atau timnas tersebut menghadapi masalah visa dan harus memindahkan markas mereka setelah AS menolak untuk menjadi tuan rumah bagi mereka, sementara FIFA menyebutkan masalah logistik dalam menolak permintaan Iran untuk memindahkan tiga pertandingan babak penyisihan grup mereka ke Meksiko.
Iran memulai pertandingan Grup H dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Stadion SoFi di Inglewood, Los Angeles.
Dikatakan bahwa Timnas Iran awalnya berencana untuk tinggal di California setelah pertandingan untuk tujuan pemulihan dan kembali ke markas mereka di Tijuana.
Akan tetapi, rencana itu dibatalkan setelah peluit akhir dibunyikan. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengatakan timnya diberitahu bahwa mereka harus segera meninggalkan Los Angeles setelah pertandingan melawan Selandia Baru.
“Setelah pertandingan, mereka (Pemerintah AS) berkata kepada kami, 'Kalian harus segera pergi!' Padahal sangat penting bagi kami untuk melakukan pemulihan. Kami diminta segera naik pesawat dan kembali ke markas di Tijuana. Kami sangat terganggu oleh hal itu,” tegas Amir Ghalenoei, seperti dikutip Sportbible.
Ia menyebut Iran adalah timnas yang paling tertindas di turnamen tersebut. "Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan, tetapi mereka tidak mengizinkannya. Kami adalah timnas yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak hadir, media kami tidak hadir, manajemen kami juga tidak hadir,” keluh Ghalenoei.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara kepada skuad Iran di ruang ganti Stadion SoFi setelah peluit akhir pertandingan melawan Selandia Baru.
“Kalian telah menunjukkan kepada keluarga, teman, orang-orang kalian, dan dunia, bahwa kalian berada di Piala Dunia, bahwa kalian mampu tampil dan masih ada dua pertandingan lagi yang harus dimainkan. Terima kasih telah hadir di sini,” tuturnya.
“Ini juga merupakan emosi yang sangat, sangat besar. Saya tahu apa yang Anda alami, saya mengerti, tetapi Anda lebih kuat dari segalanya. Anda mengirimkan pesan yang kuat ke seluruh dunia. Izinkan saya mengatakan satu hal lagi: ini baru permulaan Piala Dunia. Kalian sedang menulis sejarah, seluruh dunia menyaksikan kalian. Kalian lebih kuat dari segalanya,” jelas Infantino.
Load more