Maroko Dapat Kabar Buruk di Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi Terancam Absen Gara-gara Kasus Dugaan Pemerkosaan
- REUTERS/Hannah Mckay TPX IMAGES OF THE DAY
Sampai sekarang, belum ada keputusan resmi dari FIFA, federasi sepak bola Maroko, maupun otoritas Meksiko terkait kemungkinan Hakimi ditolak masuk.
Namun, ketidakpastian itulah yang membuat situasi Maroko jadi tidak nyaman.
Sebab, jika skenario terburuk terjadi, mereka bisa kehilangan kapten sekaligus pemain paling berpengaruh tepat saat memasuki fase knockout.
Yang membuat situasi ini semakin sensitif adalah peran Hakimi di dalam tim saat ini sangat besar.
Bek kanan berusia 27 tahun itu bukan sekadar kapten, tetapi juga salah satu motor permainan Maroko, baik saat bertahan maupun menyerang.
Ia baru saja memimpin Maroko meraih kemenangan krusial 1-0 atas Skotlandia dalam laga kedua Grup C.
Menariknya, kemenangan itu datang hanya beberapa jam setelah putusan pengadilan di Prancis diumumkan ke publik.
Artinya, Hakimi turun ke lapangan di tengah tekanan luar biasa, sorotan media, hingga cemoohan dari sebagian penonton.
Namun pelatih Maroko Mohamed Ouahbi memastikan kondisi mental anak asuhnya tetap stabil.
"Apakah Anda melihat pertandingannya? Hakimi tampil luar biasa. Kami semua sangat tenang, dia pun sangat rileks, dan saya rasa dia bermain dengan sangat baik," ujar Ouahbi dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip ESPN.
Ia lalu menambahkan, "Dia melakukan tugasnya dengan baik, jadi mengapa kita harus repot bicara soal manajemen mental? Dia bangun pagi, makan seperti biasa, sangat fokus, dan ingin bermain kuat. Itulah yang dia tunjukkan."
Pernyataan Ouahbi itu menegaskan bahwa, setidaknya di dalam lingkungan tim, Hakimi masih mendapat dukungan penuh.
Bahkan sang pelatih tak ragu menyebut seluruh elemen skuad berdiri di belakang sang kapten.Â
Dalam situasi seperti ini, dukungan internal memang penting, apalagi Maroko sedang berada di fase krusial turnamen.
Awal Kasus yang Kini Menghantui Maroko
Kasus yang menjerat Hakimi bermula pada Maret 2023, ketika seorang perempuan berusia 24 tahun melaporkan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi di kediaman Hakimi di pinggiran Paris.
Hakimi sejak awal membantah keras tuduhan tersebut. Ia bahkan sempat mengajukan banding untuk membatalkan keputusan hakim investigasi yang mengarah pada persidangan, tetapi upaya itu kandas di pengadilan banding.
Load more