Donald Trump Intervensi FIFA? Pemain Amerika Serikat Resmi Dapat Penangguhan Sanksi Kontroversi Kartu Merah Piala Dunia
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dituding mengintervensi FIFA atas keputusan penangguhan sanksi dari kontroversi kartu merah Piala Dunia atas pemainnya, Folarin Balogun.
Striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, memicu kontroversi ketika menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Penyerang AS Monaco itu diusir wasit setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic.
Sesuai regulasi, kartu merah tersebut membuat Balogun harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan dan dipastikan absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Namun, sehari sebelum pertandingan berlangsung, FIFA mengeluarkan keputusan yang mengejutkan. Melalui pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu menyatakan hukuman Balogun ditangguhkan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
FIFA menjelaskan bahwa penangguhan tersebut berlaku selama masa percobaan satu tahun.
"Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA dilansir dari laman Mirror, dikutip Senin (6/7/2026).
"Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keseriusan yang serupa selama masa percobaan tersebut, maka penangguhan akan dicabut dan hukuman akan diberlakukan, tanpa mengurangi sanksi tambahan atas pelanggaran yang baru," lanjut pernyataan FIFA.
Keputusan tersebut membuat Balogun dipastikan dapat memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun langsung memberikan respons melalui platform media sosial Truth Social.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar! Presiden DONALD J TRUMP," tulis Trump.
Meski dianggap berhasil mengintervensi FIFA, sejumlah laporan menyebut pernyataan Trump tidak sepenuhnya tepat.
FIFA tidak membatalkan kartu merah Balogun karena regulasi Piala Dunia memang tidak menyediakan mekanisme banding terhadap keputusan kartu merah di lapangan.
Sebaliknya, FIFA menggunakan kewenangan dalam Pasal 27 Kode Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman sehingga sang pemain tetap bisa tampil.
Laporan juga menyebut Gedung Putih sempat melakukan komunikasi langsung dengan FIFA agar insiden kartu merah Balogun ditinjau kembali.
Bukan kali pertama FIFA menggunakan aturan tersebut. Pada Piala Dunia 2026, Pasal 27 juga pernah diterapkan kepada kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.
Saat itu Ronaldo menerima kartu merah ketika menghadapi Republik Irlandia pada November 2025 yang semestinya berujung hukuman tiga pertandingan. Namun FIFA mengizinkannya menjalani satu pertandingan sanksi, sementara dua laga lainnya ditangguhkan melalui mekanisme yang sama.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) menyambut baik keputusan FIFA tersebut.
"Kami menerima keputusan Komite Disiplin dan senang karena Folarin Balogun dinyatakan memenuhi syarat untuk bertanding besok. Fokus penuh kami sekarang tertuju pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia di Seattle, dan kami menantikan dukungan luar biasa dari para suporter kami," tulis US Soccer.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, sebelumnya juga telah mengkritik keputusan wasit yang mengusir Balogun. Menurut mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur itu, pelanggaran tersebut tidak layak diganjar kartu merah.
"Menurut saya? Itu sama sekali bukan kartu merah. Tidak pernah ada niat menginjak pemain lawan. Itu adalah situasi normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja," tegas Pochettino.
Load more