Dulu Pernah 'Kubur' Mimpi Timnas Indonesia, Wasit Francois Letexier Kembali Disorot Usai Mesir Tersingkir di Piala Dunia 2026
- REUTERS/Marco Bello TPX IMAGES OF THE DAY
Sementara itu pelatih Mesir, Hossam Hassan, juga mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dibatalkan dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa untuk potensi penalti kami, bahkan tidak diperiksa sama sekali oleh VAR."
"Gol kedua kami terjadi secara luar biasa, entah karena alasan apa, dianulir. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang memicu hasil akhir seperti ini."
Kontroversi di Atlanta langsung mengingatkan banyak pecinta sepak bola Indonesia pada pertandingan Indonesia U-23 melawan Guinea pada Mei 2024.
Saat itu, Francois Letexier menjadi wasit utama dalam laga play-off menuju Olimpiade Paris.
Beberapa keputusan yang diambilnya menuai perdebatan panjang.
Penalti pertama diberikan kepada Guinea setelah Witan Sulaeman dianggap melakukan pelanggaran.
Banyak tayangan ulang memperlihatkan kontak awal terjadi sangat dekat bahkan diperdebatkan berada di luar kotak penalti.
Tidak lama berselang, Guinea kembali memperoleh penalti kedua setelah duel Alfeandra Dewangga dengan Algassime Bah.
Meski penalti tersebut gagal menjadi gol, keputusan Letexier kembali diprotes keras.
Puncaknya terjadi ketika pelatih Timnas Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, melayangkan protes dari pinggir lapangan.
Alih-alih berdialog, Letexier justru mengeluarkan kartu merah kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Indonesia akhirnya kalah 0-1 dan gagal mencatat sejarah tampil di Olimpiade Paris 2024.
Peristiwa itu masih membekas di ingatan banyak pendukung Garuda hingga sekarang.
Siapa Francois Letexier?
- Ligue 1
Terlepas dari kontroversinya, Francois Letexier merupakan salah satu wasit elite Eropa.
Pria kelahiran Bedée, Prancis, pada April 1989 itu memulai karier di Ligue 1 sejak 2016 sebelum memperoleh lisensi FIFA setahun kemudian.
Di luar lapangan sepak bola, Letexier juga diketahui bekerja sebagai pejabat hukum atau court bailiff di Prancis.
Karier internasionalnya berkembang sangat cepat.
Ia dipercaya memimpin pertandingan Liga Champions, Liga Europa, UEFA Super Cup, hingga Final Euro 2024 antara Spanyol melawan Inggris.
Prestasinya bahkan membuat IFFHS menobatkannya sebagai Wasit Pria Terbaik Dunia 2024.
Meski memiliki reputasi tinggi, sejumlah pertandingan penting yang dipimpinnya juga tidak lepas dari kritik, terutama ketika keputusan-keputusannya dianggap inkonsisten atau terlalu bergantung pada interpretasi VAR.
Load more