Media Inggris Sebut Gol Rizky Ridho Belum Cukup Kuat Untuk Bersaing di Level Elit, Nominasi FIFA Puskas Award 2025
- instagram Rizky Ridho
tvOnenews.com - Masuknya Rizky Ridho dalam daftar nominasi FIFA Puskas Award 2025 menjadi salah satu momen paling fenomenal dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Bek muda yang kini menjabat sebagai kapten Persija Jakarta itu tak hanya membuat publik Tanah Air bangga, tetapi juga menjadi sorotan media internasional setelah gol jarak jauhnya ke gawang Arema FC pada 9 Maret 2025 ikut menembus jajaran 11 gol terbaik dunia versi FIFA.
Namun, sorotan itu tidak sepenuhnya bernada pujian. Media Inggris, Planet Football, menilai gol Ridho belum cukup kuat untuk bersaing di level elit, bahkan menempatkannya di posisi ke-10 dari 11 kandidat yang ada.
Dalam ulasan tajam yang ditulis Nestor Watch pada 15 November 2025, Planet Football mempertanyakan apakah gol spektakuler Ridho memang layak masuk kategori terbaik.
“Ya, itu bagus. Tapi apakah ini salah satu dari 11 gol terbaik tahun ini? Benarkah?” tulis mereka, sekaligus menunjukkan standar tinggi yang digunakan media Inggris terhadap penilaian gol kelas dunia.
Meski begitu, kritik tersebut justru menambah daya tarik cerita perjalanan Ridho, seorang pemain Indonesia yang tetap berdiri sejajar dengan kandidat dari liga-liga besar dunia.
- Instagram @persija
Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, kini berada satu langkah menuju panggung yang pernah diisi Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimović, hingga Mohamed Salah.
Gol jarak jauhnya yang tercipta saat menghadapi Arema FC di Liga 1 musim 2024/2025 telah membawanya masuk ke dalam daftar 11 nominasi FIFA Puskas Award 2025.
FIFA membuka voting sejak 13 November 2025, dan pemungutan suara akan ditutup pada Kamis, 4 Desember 2025.
Ridho mengaku masih sulit mempercayai kenyataan bahwa namanya kini bersaing di panggung dunia. Ia menceritakan momen saat pertama kali mendengar kabar tersebut.
“Jujur awalnya itu subuh. Saya bangun buat ibadah, terus dikirim pesan dari orang tua. Ada satu berita tentang saya masuk nomine Puskas. Saya kira awalnya hoaks atau apa pun itu,” ujarnya sambil tertawa kecil. Ia bahkan sempat menepis kabar tersebut dan kembali tidur.
Namun ketika membuka ponselnya lagi, seluruh media sudah memberitakan hal yang sama. “Ternyata itu benar. Beritanya sudah ramai di mana-mana. Saya kaget dan bersyukur. Saya tidak menyangka kalau gol saya bakal sejauh ini mendunia,” lanjutnya.
Keluarga, teman, dan tim pelatih Persija langsung memberikan ucapan selamat dan dorongan semangat. Dari laman resmi FIFA, Ridho mengatakan, “Keluarga sangat senang dan selalu mendoakan yang terbaik. Teman-teman dan pelatih juga memberi selamat, memotivasi saya.”
Meski banyak pihak berharap ia bisa membawa pulang penghargaan tersebut, Ridho mengaku bahwa masuk daftar nominasi saja sudah membuatnya merasa sangat bersyukur. “Semua berharap saya bisa menang, tapi saya sendiri hanya bersyukur bisa ada di nomine ini.”
Ridho kemudian mengisahkan proses terciptanya gol yang kini mendunia itu. Menurutnya, situasi pertandingan saat itu membuat ia harus mengambil keputusan cepat.
“Saat itu saya melakukan intersep dan berniat maju ke depan karena kami kalah jumlah,” tuturnya. Ia mengaku sebenarnya berniat menggiring bola lebih jauh, tetapi akhirnya memilih melepaskan tembakan setelah melihat kiper Arema berdiri terlalu maju.
- Persija
“Saya memosisikan badan agar tendangan saya bisa tepat. Saya tidak tahu itu gol atau bukan sampai teman-teman di bangku cadangan berteriak,” tambahnya.
Apabila Ridho berhasil memenangkan Puskas Award, namanya otomatis tercatat sejajar dengan para legenda dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimović, dan Mohamed Salah. Ia juga akan menjadi pemain Indonesia pertama yang pernah meraih penghargaan tersebut.
Namun tidak semua pihak memberikan penilaian positif. Media Inggris Planet Football merilis prediksi mereka tentang 11 kandidat Puskas Award 2025, dan mereka menilai gol Ridho belum cukup impresif.
Mereka mengakui bahwa tembakan jarak jauh itu memang mengejutkan, tetapi mempertanyakan apakah momen seperti itu masih layak dianggap luar biasa. “Kami sudah agak mati rasa melihat upaya jarak jauh mengejutkan kiper yang salah posisi. Membosankan,” tulis mereka.
Oleh karena itu, Ridho ditempatkan Planet Football di posisi ke-10, hanya satu tingkat di atas Lamine Yamal yang berada di peringkat kesembilan.
Dalam daftar yang sama, gol Declan Rice ke gawang Real Madrid melalui tendangan bebas ditempatkan di posisi kelima, sementara Carlos Orrantia dianggap sebagai kandidat terkuat dan menduduki peringkat teratas. Pandangan kritis ini mencerminkan standar berbeda yang digunakan media Eropa dalam menilai gol terbaik dunia.
Walau begitu, penilaian Planet Football tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap keputusan final. FIFA menetapkan bahwa pemenang Puskas Award ditentukan melalui kombinasi 50 persen suara publik dan 50 persen panel FIFA Legends.
Dengan demikian, peluang Ridho tetap terbuka lebar, apalagi ia menjadi satu-satunya pemain Asia Tenggara yang berhasil masuk nominasi. FIFA memilih golnya dari ratusan kandidat yang diajukan dari seluruh dunia.
Publik masih dapat memberikan suara, dan dukungan masyarakat Indonesia dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan apakah gol spektakuler Rizky Ridho akan masuk sejarah sebagai gol terbaik dunia versi FIFA. (udn)
Load more