Juara BRI Super League 2026, Persib Bandung: Kejayaan Ini Tidak Dibandung Dalam Semalam, Dari Generasi Melalui Keringat dan Air Mata!
- instagram Persib Bandung
Persijap Beri Perlawanan Sengit di Laga Penentuan
Pada laga penentuan gelar tersebut, Bojan Hodak menurunkan komposisi terbaiknya. Teja Paku Alam dipercaya mengawal gawang Persib. Di lini belakang ada Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, dan Federico Barba.
- instagram Persib Bandung
Sementara lini tengah diperkuat Adam Alis, Frans Putros, Beckham Putra Nugraha, dan Thom Haye. Untuk lini depan, Persib mengandalkan Rosembergne “Berguinho” Da Silva serta Andre Jung.
Namun laga tidak berjalan mudah. Dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, Persib justru kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Hodak mencoba meningkatkan agresivitas tim dengan memasukkan Luciano Guaycochea menggantikan Kakang Rudianto. Pergantian itu membuat serangan Persib lebih hidup, terutama lewat akselerasi Berguinho.
Peluang emas sempat hadir pada menit ke-53 melalui tendangan bebas Thom Haye. Namun, kiper Persijap, Muhammad Nurdiansyah, tampil gemilang dengan menggagalkan peluang tersebut. Semenit kemudian, sepakan jarak dekat Andre Jung kembali berhasil diamankan.
GBLA Bergemuruh Sambut Sejarah Baru
Persib terus menggempur pertahanan Persijap sepanjang babak kedua. Bojan Hodak bahkan memasukkan Ramon Tanque dan Uilliam Barros demi menambah daya dobrak lini depan.
Beberapa peluang kembali tercipta. Tandukan Barros, sepakan Patricio Matricardi, hingga sundulan Andre Jung masih gagal mengubah skor. Persijap tampil disiplin dan mampu meredam tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah.
Situasi semakin menegangkan ketika Berguinho mengalami cedera pada menit ke-78 dan harus ditarik keluar. Posisi pemain asal Brasil itu kemudian digantikan Julio Cesar.
Menjelang akhir laga, Persib masih berusaha memecah kebuntuan. Saddil Ramdani masuk pada menit ke-90 untuk menambah intensitas serangan. Namun hingga tambahan waktu enam menit berakhir, skor 0-0 tetap bertahan.
Meski gagal meraih kemenangan di laga terakhir, hasil imbang tersebut sudah cukup untuk memastikan Persib berdiri di singgasana tertinggi sepak bola Indonesia.
Ketika peluit panjang dibunyikan, GBLA langsung berguncang oleh sorak-sorai bobotoh yang merayakan sejarah baru Maung Bandung.
Persib kini bukan sekadar klub besar. Dengan hattrick juara liga, Pangeran Biru telah menjelma menjadi simbol dominasi dan era baru sepak bola Indonesia. (udn)
Load more