5 Fakta Gila Persib Bandung usai Juara Super League 2025/2026: Resmi Jadi Klub Tersukses di Indonesia!
- instagram Persib Bandung
tvOnenews.com - Dominasi Persib Bandung di sepak bola Indonesia kini benar-benar sulit dibantah. Gelar juara Super League 2025/2026 yang diraih pada Sabtu, 23 Mei 2026, bukan hanya sekadar trofi tambahan bagi Maung Bandung, tetapi juga menjadi penanda lahirnya era baru kejayaan klub asal Jawa Barat tersebut.
Persib memastikan gelar juara secara dramatis setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Hasil itu cukup membawa Pangeran Biru finis di puncak klasemen dengan 79 poin, unggul head-to-head atas Borneo FC Samarinda yang juga meraih poin sama usai menang besar atas Malut United.
Keberhasilan tersebut membuat Persib resmi menjadi klub tersukses di era Liga Indonesia atau Ligina, kompetisi modern yang dimulai sejak musim 1994/1995 setelah penyatuan Perserikatan dan Galatama.
Tak hanya itu, gelar musim ini juga mempertegas dominasi Persib sebagai penguasa baru sepak bola nasional.
- instagram Persib Bandung
Berikut lima fakta menarik di balik kesuksesan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026.
1. Persib Resmi Jadi Klub Tersukses Era Liga Indonesia
Gelar Super League 2025/2026 menjadi trofi kelima Persib di era Liga Indonesia. Sebelumnya, Maung Bandung sukses menjadi juara pada musim 1994/1995, 2014, 2023/2024, dan 2024/2025.
Catatan tersebut membuat Persib resmi melewati torehan Persipura Jayapura yang selama ini dikenal sebagai salah satu klub tersukses Indonesia dengan empat gelar juara.
Empat trofi Persipura diraih pada musim 2005, 2008/2009, 2010/2011, dan 2013. Sementara gelar Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 tidak masuk hitungan resmi karena saat itu Indonesia sedang menjalani sanksi pembekuan dari FIFA.
Kini, Persib berdiri sendirian di puncak sebagai klub dengan gelar terbanyak sepanjang era Ligina.
2. Hattrick Juara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Musim ini terasa semakin spesial karena Persib juga menjadi klub pertama di Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional tiga kali secara beruntun.
Setelah sukses meraih back to back juara Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025, Persib kembali mempertahankan gelarnya pada musim 2025/2026.
Sejarah emas itu ditorehkan di Stadion GBLA ketika Persib menahan imbang Persijap Jepara tanpa gol. Meski gagal menang di laga terakhir, hasil tersebut cukup mengunci posisi puncak klasemen.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas status Persib sebagai tim paling konsisten dalam tiga musim terakhir di sepak bola Indonesia.
3. Panca Takhta dan Trofi Kesepuluh Persib
Gelar musim ini juga melengkapi panca takhta atau bintang kelima Persib sejak era Liga Indonesia dimulai.
Selain lima trofi era modern, Persib juga memiliki sejarah panjang sejak era Perserikatan. Klub kebanggaan Bobotoh itu pernah menjuarai Kejuaraan Nasional PSSI 1937, 1959/1961, Perserikatan 1986, 1989/1990, dan 1993/1994.
Jika digabungkan, gelar musim ini menjadi trofi kesepuluh Persib di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Bahkan, jumlah tersebut sebenarnya berpotensi menjadi 11 gelar jika titel musim 1950 tercatat secara resmi.
Persib kini unggul atas PSM Makassar dan Persija Jakarta yang sama-sama mengoleksi tujuh gelar nasional.
- instagram Persib Bandung
4. Bojan Hodak dan Strategi di Laga Penentuan
Pada pertandingan penentuan gelar, pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi terbaiknya dengan memainkan Teja Paku Alam di bawah mistar.
Lini belakang diperkuat Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, dan Federico Barba. Sementara lini tengah dipercayakan kepada Adam Alis, Frans Putros, Beckham Putra Nugraha, dan Thom Haye.
Meski tampil dominan, Persib kesulitan membongkar pertahanan Persijap. Dalam laga yang dipimpin wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.
Tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-53 berhasil ditepis kiper Persijap, Muhammad Nurdiansyah. Semenit kemudian, peluang Andre Jung kembali digagalkan.
5. GBLA Jadi Lautan Biru Perayaan Juara
Meski laga berakhir tanpa gol, suasana Stadion GBLA berubah menjadi pesta besar setelah peluit panjang dibunyikan.
Para pemain Persib langsung berpelukan di lapangan, sementara ribuan Bobotoh bersorak merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka.
Persib terus menekan hingga menit akhir pertandingan. Bahkan, Bojan Hodak sempat memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-90 demi mencari gol kemenangan.
Namun skor 0-0 bertahan hingga laga usai. Hasil itu tetap menjadi akhir sempurna bagi Persib yang kini resmi mengukuhkan diri sebagai klub tersukses di era Liga Indonesia.
Dari generasi ke generasi, Maung Bandung akhirnya benar-benar menorehkan sejarah dengan tinta biru yang akan selalu dikenang sepak bola Indonesia. (udn)
Load more