Profil Ezra Walian, dari Ajax Amsterdam ke GBK Pimpin Indonesia All-Star Lawan Aston Villa
- Persik Kediri
Jakarta, tvOnenews - Pelatih Indonesia All-Star, Kurniawan Dwi Yulianto, resmi menunjuk Ezra Walian sebagai kapten tim saat menghadapi Aston Villa.
Menurutnya, penyerang berusia 28 tahun itu memiliki pengalaman serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin skuad berisi pemain-pemain terbaik Liga Indonesia.
Indonesia All-Star dijadwalkan menghadapi Aston Villa dalam laga pramusim yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu hari ini, 1 Agustus 2026.
Keputusan Kurniawan menunjuk Ezra Walian sebagai kapten menjadi salah satu sorotan. Pelatih yang juga merupakan legenda Timnas Indonesia itu menilai sosok Ezra mampu menjadi panutan bagi seluruh pemain di dalam maupun di luar lapangan.
Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Ezra dinilai memiliki pengalaman yang cukup panjang setelah pernah menimba ilmu dan bermain di Eropa sebelum melanjutkan karier di kompetisi sepak bola Indonesia.
Selain memiliki kualitas teknis, Kurniawan juga melihat Ezra sebagai pemain yang mampu menjaga komunikasi dengan rekan-rekannya. Karakter kepemimpinan itulah yang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kapten tim.
"Saya tahu Ezra pemain yang besar di Eropa, kemudian sudah terbiasa merasakan pertandingan yang tekanannya tinggi, berhadapan dengan tim-tim besar," ujar Kurniawan dalam konferensi pers.
Nama lengkapnya Ezra Harm Ruud Walian lahir di Amsterdam, Belanda, pada 22 Oktober 1997. Meski tumbuh dan besar di Negeri Kincir Angin, darah Indonesia mengalir dari sang ayah, Glenn Walian, yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Kecintaan Ezra terhadap sepak bola sudah terlihat sejak usia dini. Ia mulai bermain sepak bola saat masih anak-anak dan mengikuti jejak sang ayah yang juga pernah aktif bermain di klub lokal Belanda.
Karier sepak bolanya dimulai di akademi HFC Haarlem sebelum melanjutkan pembinaan di AZ Alkmaar. Bakatnya yang menonjol membuat salah satu akademi terbaik dunia, Ajax Amsterdam, kepincut merekrutnya.
Perjalanan Ezra di Ajax menjadi titik penting dalam kariernya. Ia berkembang melalui berbagai kelompok usia dan sempat menjadi salah satu penyerang muda yang menjanjikan.
Load more