News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bobotoh Geruduk Graha Persib, Tuntut Investigasi Dugaan Intimidasi oleh Pemain Maung Bandung dan Staf PT PBB usai Laga Lawan Port FC

Bobotoh berdemo di depan kantor Persib untuk menuntut investigasi terkait adanya dugaan intimidasi oleh karyawan PT PBB dan anggota skuad Persib usai laga kontra Port FC.
Sabtu, 21 September 2024 - 14:16 WIB
Bobotoh Berdemo di Graha Persib
Sumber :
  • tvOnenews.com - Dwi R Belva

Bandung, tvOnenews.com - Beberapa komunitas Bobotoh Persib Bandung melakukan aksi turun ke jalan pada Sabtu (23/9/2024). Ini merupakan dampak dari adanya dugaan intimidasi pada Bobotoh oleh karyawan PT PBB dan anggota skuad Persib.

Sebelumnya viral video seorang suporter di tribun Barat ditangkap oleh pihak keamanan. Dia ditangkap setelah meneriaki pemain usai laga kontra Port FC, Kamis (19/9/2024) lalu di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laga tersebut, Maung Bandung kalah 0-1 dari wakil asal Thailand tersebut. Kekalahan itu cukup membuat para suporter kecewa dan meluapkannya pada pemain usai pertandingan.

Tidak sampai disitu, Bobotoh yang ditangkap diduga mendapat intimidasi dari pemain dan staf tim Persib. Dugaan itu diketahui publik usai beredar tangkapan layar obrolan sang korban di media sosial.

tvonenews

Insiden ini memantik reaksi Bobotoh dengan menuntut adanya pernyataan dari pihak manajemen Persib. Aksi turun ke jalan dilakukan oleh ribuan Bobotoh dengan mendatangi Graha Persib di jl. Sulanjana no. 17, Kota Bandung.

Bobotoh mulai berkumpul di GOR Saparua pukul 10 pagi. Massa baru berjalan menuju Graha Persib pukul 11.30. Aksi long march ini akhirnya finish di kantor PT PBB tersebut pada pukul 12.00.

Pihak pengunjuk rasa meminta penjelasan dari para terduga. Namun dari pihak PT PBB cuma diwakili oleh Herry Alamsyah selaku manajer operasional klub dan bukan representasi yang sesuai dengan keinginan Bobotoh. Hal ini sempat membuat situasi memanas.

Biro Bantuan Hukum Bobotoh, Arvio Pratama menyebut bahwa pihaknya akan melakukan somasi. Ada waktu selama 1x24 jam bagi pihak Persib untuk melakukan investigasi dan membukanya kepada publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akan somasi, memberikan waktu 1x24 jam karena dugaan tindak pidana. Bilamana tidak ada penyampaian itikad baik, maka akan melakukan proses penegakan hukum," ujar Arvio saat melakukan orasi.

"Meminta agar legal atau bagian hukum berhadapan dengan LBH Bobotoh. Bilamana 1x24 jam tidak ada statement, secara hukum akan melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian. Itu dicederai sendiri. Perbuatan kekerasan, tidak ada negosiasi lagi jelas de facto akan melakukan proses hukum," jelas Arvio.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di kawasan Jalan Cirendeu Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) geger adanya temuan jasad seroang pria yang tergeletak di halaman kios pada Sabtu (11/4/2026).
Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin menilai efektivitas kebijakan war tiket haji masih sangat diragukan, apalagi menyangkut nasib calon jemaah yang telah bertahun-tahun menunggu giliran berangkat.
Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Electric PLN kalah dengan skor 1-3 (21-25, 22-25, 25-17, 19-25) dari Popsivo Polwan pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo, Jumat 19 April 2026 kemarin.
Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Sejumlah lembaga secara kolektif mempertanyakan transparansi distribusi royalti yang dinilai tidak sesuai dengan amanat UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Jumlah pengguna LRT Jabodebek alami penurunan 10 persen hari pertama kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat hukum Fajar Trio menilai maraknya konten yang seolah mengambil peran sebagai hakim di luar persidangan kasus Nadiem menjadi fenomena yang perlu diwaspadai.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT