News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Michael Essien? Mantan Bintang Chelsea yang Pernah Potong Rumput di Persib, Kini Jadi Bos di Eropa

Masih ingat Michael Essien? Mantan bintang Chelsea yang pernah bikin heboh saat jadi tukang potong rumput di Persib ini kini berubah drastis! Simak bagaimana nasib dan karier barunya.
Jumat, 21 November 2025 - 10:35 WIB
Lord Atep dan Michael Essien saat masih berseragam Persib Bandung.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @4tep / PT Liga Indonesia Baru (LIB)

tvOnenews.com - Nama Michael Essien mungkin masih menjadi nostalgia hangat bagi Bobotoh dan pecinta sepak bola Indonesia.

Sosok gelandang tangguh kelas dunia ini pernah menjadi magnet perhatian ketika merapat ke Persib Bandung pada 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedatangannya bukan sekadar transfer, melainkan kejutan besar di Liga 1 yang baru kembali bergulir setelah sempat dibekukan FIFA.

Fenomena Essien di Bandung

Saat tiba di Indonesia, Essien membawa aura bintang yang pernah menjuarai Liga Champions, Liga Inggris, hingga bermain untuk klub besar seperti Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan.

Namun yang membuatnya semakin dicintai bukan hanya nama besar, melainkan pribadi yang merakyat dan penuh humor.

Di sela-sela latihan, Essien pernah tertangkap kamera sedang iseng menjadi tukang potong rumput di lapangan latihan Persib.

Kejadian itu sontak menjadi viral dan membuat penggemar terhibur.

Kabar legenda Persib Bandung Michael Essien
Kabar legenda Persib Bandung Michael Essien
Sumber :
  • Instagram @michaelessien

 

Di kesempatan lain, ia diajak berbelanja di pasar tradisional oleh media Persib, dan momen itu membuatnya semakin dekat dengan publik Indonesia.

Dengan karakter ramah, rendah hati, serta mudah beradaptasi, Essien langsung menjadi favorit Bobotoh dan skuat Maung Bandung.

Kontribusi di Lapangan

Dalam semusim memperkuat Persib, Essien tampil 29 kali dan mencetak lima gol.

Selain kontribusi teknis, kehadirannya meningkatkan gengsi dan perhatian publik terhadap Liga 1, apalagi saat itu kompetisi menerapkan aturan Marquee Player yang mengizinkan klub mendatangkan pemain top dunia.

Sayangnya, kebersamaan Essien dan Persib hanya berlangsung satu musim.

Setelah kompetisi berakhir, pemain berusia 37 tahun kala itu memutuskan untuk tidak melanjutkan karier di Indonesia.

Karier yang Penuh Prestasi

Jauh sebelum namanya menggema di Indonesia, perjalanan Essien dimulai di Accra, Ghana.

Ia tumbuh sebagai pemain berbakat di Liberty Professionals sebelum dilirik Manchester United pada 2000.

Namun urung bergabung karena kendala izin kerja, Essien kemudian berkarier di Prancis bersama Bastia.

Kariernya melesat semakin tinggi ketika direkrut Olympique Lyon. Di klub ini ia meraih dua gelar Liga Prancis dan mulai dikenal sebagai gelandang box-to-box elit Eropa.

Puncaknya terjadi saat hijrah ke Chelsea pada 2005. Bersama The Blues, Essien meraih delapan trofi bergengsi, termasuk Liga Inggris dan Liga Champions.

Setelah itu, ia sempat memperkuat Real Madrid, AC Milan, hingga Panathinaikos sebelum jeda sejenak dan akhirnya menerima tawaran Persib Bandung.

Petualangan Terakhir dan Pindah ke Dunia Kepelatihan
Usai meninggalkan Persib, Essien bergabung dengan FK Sabail pada 2019.

Klub Azerbaijan itu menjadi pelabuhan terakhir sebelum ia resmi gantung sepatu pada 2020.

Menariknya, Essien tidak berlama-lama menganggur. 

Pada 9 September 2020, ia dipercaya sebagai asisten pelatih di klub Liga Denmark, FC Nordsjaelland. 

Dari akun resminya, Essien kini juga diketahui menjabat sebagai salah satu manajer tim.

Dari Lapangan Bandung ke Kursi Pelatih Eropa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan Essien adalah kisah lengkap seorang pesepak bola: dari anak muda Ghana yang hampir merumput di Old Trafford, menaklukkan Eropa bersama Chelsea, menghibur Bobotoh di Indonesia sebagai “tukang potong rumput”, hingga kini meniti karier sebagai pelatih.

Ia mungkin hanya semusim di Persib, namun satu hal pasti, Michael Essien sudah menorehkan kisah unik, humanis, dan tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Indonesia. (han/tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teriakan Bebaskan Nadiem Makarim Bergema di Pengadilan Tipikor Jakpus

Teriakan Bebaskan Nadiem Makarim Bergema di Pengadilan Tipikor Jakpus

Para driver Gojek memadati Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat untuk mendukung mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim di sidang Pleidoi atau nota pembelaan.
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT