Rizky Ridho Absen, Mauricio Souza Tak Khawatir Persija Jakarta Tanpa sang Kapten saat Hadapi PSIM Yogyakarta
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka suara jelang laga big match menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11) malam WIB. Pelatih asal Brasil itu menegaskan timnya tetap tenang meski kehilangan palang pintu sekaligus kapten, Rizky Ridho.
Pertandingan pekan ke-14 Super League 2025/2026 itu dijadwalkan bergulir pukul 19.00 WIB. Suporter fanatik Macan Kemayoran dipastikan memadati stadion karena laga ini menjadi momen comeback Persija bermain kandang di Ibu Kota.
Absennya Rizky Ridho sempat memicu spekulasi di kalangan Jakmania. Namun Mauricio Souza menilai hal tersebut bukan alasan untuk melemahkan mental skuadnya.
- Instagram @persija
Pada sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Kamis (27/11), Souza sengaja menutup rapat komposisi pemain yang akan diturunkan sejak kickoff. Ia ingin menjaga fokus dan kerahasiaan strategi jelang pertandingan krusial ini, sekaligus menepis kekhawatiran soal kekuatan tim pasca absennya sang kapten.
Dalam pernyataannya, pelatih yang pernah menangani klub-klub Brasil itu menegaskan kepercayaan penuh kepada seluruh pemain yang dimilikinya saat ini. Ia optimistis tiap lini sudah siap menjalankan tugas, meski diakuinya Ridho punya peran besar dalam 12 laga yang telah dijalaninya musim ini di bawah komando Persija.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Saya masih belum akan mengungkapkan siapa yang akan turun sebagai starter besok. Kami punya tim yang saya percayai sepenuhnya," kata Souza pada jumpa pers pra-pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis.
Mauricio Souza sengaja menahan informasi starter untuk menjaga kejutan strategi di laga nanti, hal yang kerap dilakukan pelatih modern untuk meminimalkan kebocoran tactics lawan. Ucapan itu juga menjadi sinyal kuat bahwa ia percaya penuh pada kedalaman skuad yang dimiliki Persija musim ini.
Bagi Souza, ini bukan soal siapa yang turun, tetapi bagaimana tim kolektif mampu berjalan sesuai rencana meski kehilangan figur penting. Rizky Ridho sendiri diketahui selalu menjadi pilihan utama Mauricio Souza di lini belakang.
Empat kartu kuning yang ia terima saat melawan Dewa United, Bali United, Borneo FC, dan Persik Kediri membuatnya harus menepi di laga penuh makna. Apalagi pertandingan ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Persija Jakarta ke-97.
Momen absen sang bek 24 tahun itu hadir tepat pada partai spesial. Hal ini memunculkan pertanyaan besar soal siapa yang pantas memikul tugas sebagai kapten dan komandan tim di lapangan.
Persija terakhir kali melakoni laga kandang di Jakarta pada 14 September 2025. Saat itu, Macan Kemayoran bermain di Jakarta International Stadium melawan Bali United dan menjadi laga terakhir mereka di Ibu Kota sebelum akhirnya kembali ke GBK pada pertandingan nanti yang sudah lama dinanti publik sepak bola nasional.
Souza menekankan bahwa kondisi persaingan di liga selalu menghadirkan situasi tim yang tidak ideal. Namun menurutnya, tantangan seperti ini justru menjadi ujian karakter tim yang sesungguhnya, khususnya pada momentum ulang tahun klub yang memasuki usia 97 tahun dan dihadapkan pada euforia besar pendukungnya.
"Ini memang pertandingan pertama yang Ridho absen, tetapi ini bukan pertama kalinya kami bermain dengan kondisi tidak lengkap. Bahkan saat kehilangan beberapa pemain penting, kami masih bisa membalikkan keadaan," kata pelatih asal Brasil itu.
Mauricio ingin menegaskan bahwa absennya Ridho bukan pukulan fatal karena Persija sudah teruji dalam laga-laga dengan pemain tidak lengkap sebelumnya, termasuk situasi comeback yang sukses di beberapa pertandingan. Ia ingin menanamkan pesan bahwa Persija bukan tim yang hanya bergantung pada satu pemain, tetapi punya kekuatan kolektif yang sudah terbukti mampu membalikan keadaan dalam kondisi sulit.
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu menyebut satu sosok yang berpeluang untuk menjadi kapten di laga tersebut. Pemain yang dimaksud adalah Andritany Ardhiyasa.
Meski demikian, ditunjukkan Andritany sebagai kapten disebut masih belum pasti. Mauricio Souza menyebut jika hal itu terjadi andaikan pemain berposisi kiper itu bermain sebagai starter atau sejak awal laga.
Apalagi, persaingan di lini penjaga gawang sangat ketat. Andritany harus bisa mencuri perhatian sang pelatih supaya posisinya tak digantikan Carlos Eduardo.
"Saya jawab tentang kapten tim, kalau Andritany main dia akan jadi kapten," jelas Mauricio Souza.
"Tetapi saya juga tidak akan membocorkan apakah dia (Andritany) atau Eduardo yang bermain," tutupnya.
(igp/yus)
Load more