News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Persebaya Buat Pelatih Serbia Jatuh Hati, Juru Taktik Kaya Pengalaman Eropa Akui Tertarik Tangani Bajul Ijo

Pesona dan nama besar Persebaya berhasil memikat pelatih asal Serbia, Dragan Djukanovic. Juru taktik berpengalaman di Eropa itu mengaku siap tangani Bajul Ijo.
Senin, 15 Desember 2025 - 17:58 WIB
Pelatih Asal Serbia, Dragan Djukanovic
Sumber :
  • Doc.Dragan Djukanovic

Jakarta, tvOnenews.com - Pesona dan nama besar Persebaya Surabaya berhasil memikat pelatih asal Serbia, Dragan Djukanovic. Juru taktik berpengalaman di Eropa itu mengaku siap kembali ke Indonesia demi menangani Bajul Ijo.

Seperti diketahui, kursi pelatih kepala Persebaya yang masih kosong terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional, khususnya pendukung setia Bajul Ijo. Tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut belum memiliki nahkoda tetap setelah manajemen memutuskan berpisah dengan Eduardo Pérez pada 22 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, manajemen Persebaya belum mengumumkan secara resmi siapa sosok yang akan memimpin tim mengarungi sisa kompetisi Super League Indonesia. Meski rumor mengenai pelatih anyar belum berembus kencang, nama besar dan sejarah panjang Persebaya ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi juru taktik asing.

Pertandingan PSM vs Persebaya di Super League Indonesia 2025-2026
Pertandingan PSM vs Persebaya di Super League Indonesia 2025-2026
Sumber :
  • x.com/persebayaupdate

Basis suporter yang masif dan fanatik, Bonek Mania, menjadi magnet kuat yang membuat banyak pelatih penasaran merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo. Salah satu sosok yang secara terbuka mengakui ketertarikannya untuk menangani Persebaya adalah Dragan Djukanovic.

Dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews.com, pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro itu menyatakan kekagumannya terhadap potensi besar yang dimiliki skuad Bajul Ijo. Menurutnya, Persebaya adalah raksasa tidur yang seharusnya berada di level lebih tinggi dari posisinya saat ini.

“Persebaya sudah lama memiliki masalah, padahal ini adalah klub yang sangat besar dan pantas mendapatkan yang lebih baik, begitu juga dengan para penggemarnya yang fenomenal,” ujar Dragan membuka pembicaraan. Ia menegaskan bahwa jika diberi kesempatan kembali ke Indonesia, dirinya yakin mampu membawa perubahan positif dan mencapai target yang diinginkan.

Mantan pelatih PSIS Semarang dan Borneo FC itu tidak menampik adanya kerinduan untuk kembali berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia. Dragan merasa masih memiliki urusan yang belum tuntas dan ingin memegang kendali di klub dengan ambisi juara seperti Persebaya.

“Saya melihat ke depan, tentu saja selalu ada opsi, tetapi sejujurnya saya ingin bekerja di Indonesia lagi dan menangani klub dengan target tertinggi,” tegas pelatih berusia 55 tahun tersebut. “Saya yakin bisa membantu banyak dan memberikan sesuatu untuk sepak bola Indonesia,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Saat ini, Dragan Djukanovic diketahui menjabat sebagai pelatih kepala Maziya S&RC, klub yang berlaga di kasta tertinggi Liga Maladewa. Namun, ia mengakui bahwa tantangan profesional di negara kepulauan tersebut tidak sekompetitif dan tidak sehidup atmosfer sepak bola Indonesia.

Dragan bercerita bahwa kehidupan di Maladewa memang sangat indah secara personal, tetapi secara profesional terdapat banyak keterbatasan. “Asosiasi Sepak Bola Maladewa memiliki masalah besar, liganya bahkan tidak berjalan selama lebih dari setahun, sehingga kami hanya berpartisipasi di AFC Challenge Cup dan itu alasan utama saya datang ke sana,” ungkapnya.

Eks Pelatih PSIS, Dragan Dukanovic
Eks Pelatih PSIS, Dragan Dukanovic
Sumber :
  • Doc.Dragan Dukanovic

Perbedaan budaya sepak bola menjadi alasan kuat lainnya yang membuat Dragan ingin kembali ke Tanah Air. Menurutnya, perbandingan antara sepak bola Maladewa dan Indonesia sangat jauh karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Perbandingan dengan Indonesia tidak bisa dilakukan karena sepak bola di Indonesia adalah jalan hidup, sementara di sana lebih sebagai hiburan,” jelas Dragan. Ia juga menyoroti aspek kebugaran dan pemahaman taktik pemain lokal Maladewa yang masih tertinggal dibandingkan pemain Indonesia.

“Pemain Maladewa sebenarnya berbakat, tetapi mereka berada di level rendah dalam hal fisik dan pemahaman taktik,” lanjutnya. Hal tersebut, menurut Dragan, sangat kontras dengan atmosfer sepak bola Indonesia yang penuh gairah dan sulit ditandingi.

Rekam jejak Dragan Djukanovic sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata karena ia memiliki pengalaman melatih di berbagai negara. Salah satu pencapaian membanggakan adalah saat membawa Sheikh Russell dari Bangladesh mencatatkan sejarah di kompetisi Asia.

“Bersama Sheikh Russell, saya menjadi pelatih pertama yang membawa klub Bangladesh lolos ke fase berikutnya di AFC Cup,” kenangnya. Pengalaman di level Eropa juga ia rasakan saat melatih klub-klub di Montenegro dan Serbia.

Ia pernah membawa Lovćen FC menjadi finalis Piala Montenegro, sebuah prestasi yang membuatnya dinobatkan sebagai pelatih terbaik di negara tersebut. Pengalaman Eropa lainnya datang saat ia menukangi OFK Belgrade pada musim 2008/2009 di ajang UEFA Intertoto Cup.

“Kami mencapai perempat final UEFA Intertoto Cup bersama OFK Belgrade, tetapi harus kalah dari wakil Yunani, Panionios,” tutur Dragan. “Kami menang 1-0 di Belgrade, namun kalah 1-3 saat bertandang ke Athena,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan portofolio mentereng serta pemahaman mendalam tentang karakter sepak bola Indonesia, Dragan Djukanovic menjadi opsi menarik bagi manajemen Persebaya. Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan Bajul Ijo, apakah berani menunjuk sosok berpengalaman ini untuk membangkitkan performa tim di sisa musim.

(sub)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terendam Banjir

Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terendam Banjir

108 hektare lahan pertanian sawah di Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten terendam banjir akibat luapan aliran Sungai Cimanceuri.
Arman Tsarukyan Klaim UFC Melindungi Paddy Pimblett: Saya Adalah Mimpi Buruk Baginya

Arman Tsarukyan Klaim UFC Melindungi Paddy Pimblett: Saya Adalah Mimpi Buruk Baginya

Arman Tsarukyan menuding UFC melindungi Paddy Pimblett dan menyebut dirinya sebagai “mimpi buruk” bagi bintang Inggris itu, menjelang perebutan gelar interim.
Paus Pembunuh Punya Budaya Pijat Rumput Laut, Ilmuwan Terkejut

Paus Pembunuh Punya Budaya Pijat Rumput Laut, Ilmuwan Terkejut

Para ilmuwan kini semakin terpesona oleh beragam perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh orca (Orcinus orca), mamalia laut yang juga dikenal sebagai paus pembunuh.
Geger Pria Misterius Terkapar Tewas di TPU Bekasi, Tampak Luka di Lehernya, Diduga Korban Pembunuhan

Geger Pria Misterius Terkapar Tewas di TPU Bekasi, Tampak Luka di Lehernya, Diduga Korban Pembunuhan

Sesosok mayat pria misterius ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Identitasnya masih tak diketahui.
Menko Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka Indonesia Lakukan Ekspansi Perdagangan: Ada Upaya Mengganggu!

Menko Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka Indonesia Lakukan Ekspansi Perdagangan: Ada Upaya Mengganggu!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada negara tidak senang dengan Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan agenda pembukaan pasar terbesar.
Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Persib Bandung meraih kabar kurang menyenangkan dari Federico Barba usai menumbangkan Persija Jakarta. Bek asal Italia itu kini dikabarkan menjadi incaran tiga klub Serie B.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyampaikan pernyataan mengejutkan setelah menang telak dengan skor 5-0 atas Cremonese. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korbannya.
Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald disorot usai terseret dugaan penipuan trading kripto. Ini sumber pundi-pundi Raja Kripto Indonesia.
Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Media Inggris membahas kemungkinan Manchester United mengejar Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Sang juru taktik asal Spanyol baru saja berpisah dengan Real Madrid.
Peluang Tembus 58%, Striker Kroasia Eks Liga Korea Ini Selangkah Lagi ke Persib Bandung?

Peluang Tembus 58%, Striker Kroasia Eks Liga Korea Ini Selangkah Lagi ke Persib Bandung?

Rumor kedatangan pemain anyar kembali membuat Persib jadi sorotan jelang dibukanya bursa transfer. Nama Marko Dugandzic kini jadi sorotan penuh bobotoh.
3 Pemain Persib Bandung yang Pernah Berseragam Ajax Amsterdam, Gaston Avila akan Menyusul?

3 Pemain Persib Bandung yang Pernah Berseragam Ajax Amsterdam, Gaston Avila akan Menyusul?

Gaston Avila segera menyusul? Beberapa nama-nama tenar ini ternyata pernah berseragam Ajax Amsterdam sebelum akhirnya menjadi andalan bersama Persib Bandung.
Jadwal Lengkap Proliga 2026 usai Seri Pontianak: Pindah ke Medan, Diwarnai Big Match Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni

Jadwal Lengkap Proliga 2026 usai Seri Pontianak: Pindah ke Medan, Diwarnai Big Match Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni

Jadwal lengkap Proliga 2026 usai seri Pontianak, para pemain kembali berjuang di seri Medan yang juga diramaikan dengan big match antara Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni.
Kasus Dugaan Penipuan Kripto Seret Nama Timothy Ronald, Ini Penjelasan Lengkap soal Koin Manta Network

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Seret Nama Timothy Ronald, Ini Penjelasan Lengkap soal Koin Manta Network

Kasus dugaan penipuan kripto menyeret nama Timothy Ronald. Korban rugi Rp3 miliar usai beli koin Manta Network. Ini penjelasan MANTA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT