Persija Tancap Gas di Paruh Musim, Bek Brasil Paulo Ricardo Jadi Senjata Baru Macan Kemayoran
- instagram Paulo Ricardo
Jakarta, tvOnenews.com – Persija Jakarta dipastikan memiliki amunisi baru untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025-2026. Satu pemain asing anyar pun resmi didatangkan ke Ibu Kota.
Persija Jakarta memulai paruh kedua Super League dengan semangat baru dan target yang lebih tegas. Macan Kemayoran ingin memastikan diri tetap berada di jalur persaingan papan atas hingga akhir musim.
Keseriusan tersebut terlihat dari langkah Persija mendatangkan pemain anyar berpengalaman. Klub Ibu Kota itu resmi merekrut bek asal Brasil, Paulo Ricardo, untuk memperkokoh sektor pertahanan yang menjadi perhatian utama.
Paulo Ricardo bukan nama asing di kancah sepak bola internasional. Pemain kelahiran Laguna, Brasil, 13 Juli 1994 itu datang dengan latar belakang karier panjang dan penuh dinamika di berbagai kompetisi.
Awal perjalanan profesionalnya ditempa bersama Santos FC. Klub besar Brasil tersebut menjadi tempat Paulo mengasah mental dan karakter bermain di level kompetitif sejak usia muda.
Setelah itu, ia merasakan atmosfer sepak bola Eropa dengan bergabung ke FC Sion di Swiss. Pengalaman tersebut membuka jalur karier internasionalnya, meski ia sempat kembali ke Brasil sebagai pemain pinjaman.
Selama periode peminjaman, Paulo memperkuat Fluminense dan Goiás. Dua klub tersebut menjadi panggung penting baginya untuk menjaga konsistensi performa dan menit bermain.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Figueirense FC. Dari sana, Paulo Ricardo kembali mencoba peruntungan di Eropa Utara dengan hijrah ke Finlandia.
Bersama Kuopion Palloseura (KuPS), Paulo menemukan kestabilan permainan. Ia tampil reguler dan menjadi bagian penting dalam struktur pertahanan tim selama beberapa musim.
Pengalamannya tidak berhenti di sana. Paulo juga sempat menjajal kerasnya sepak bola Timur Tengah dengan membela klub Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebelum kembali ke Finlandia.
Musim terakhirnya bersama KuPS menjadi salah satu periode paling berharga. Ia merasakan atmosfer pertandingan Eropa melalui ajang kualifikasi dan kompetisi antarklub yang menuntut konsistensi serta mental kuat.
Bek berusia 31 tahun itu kini membawa seluruh pengalamannya ke Jakarta. Persija menjadi pelabuhan baru dalam perjalanan kariernya yang lintas benua.
Load more