GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nostalgia Liga Indonesia: Rahmat Rivai, Striker Haus Gol yang Pernah Berseragam Persiter dan Persipura, Kini Bina Talenta Malut

Rahmat Rivai atau akrab disapa Poci pernah menjadi salah satu striker lokal yang saat itu kiprahnya cukup diperhitungkan di Liga Indonesia pada awal 2000-an.
Senin, 23 Februari 2026 - 07:15 WIB
Rahmat Rivai saat main di Sriwijaya FC
Sumber :
  • Viva & GOSport/Rasyid Irfandi

tvOnenews.com - Rahmat Rivai, menjadi satu dari sedikit pesepakbola lokal yang mampu bersaing dengan gelombang penggawa asing di era Liga Indonesia.

Mulai dikenal saat main di Persiter Ternate, pria yang kerap disapa 'Poci' itu tak segan-segan memberi mimpi buruk bagi lini pertahanan lawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan postur yang hanya 167 cm saja, tergolong pendek untuk seorang striker, ketajaman Rahmat Rivai membuatnya dianggap sebagai striker mematikan.

Panggilan dari Timnas Indonesia hingga dapat polling terbanyak dalam laga eksebisi Perang Bintang era ISL jadi bukti bahwa Poci telah masuk penjara elit para striker lokal.

Juara Liga Indonesia pernah dipersembahkan Rahmat Rivai ketika main di Sriwijaya FC. Poci juga berpartisipasi di AFC Champions League bersama Persipura Jayapura.

Legenda Ternate itu perlahan mundur dari kancah sepak bola nasional dan puncaknya pada 2014. Ia memilih gantung sepatu setelah memperkuat Persijap Jepara.

Lantas, bagaimana kabar Rahmat Rivai sekarang?

Rahmat Rivai saat melatih tim PON Maluku Utara
Rahmat Rivai saat melatih tim PON Maluku Utara
Sumber :
  • Antara/Abdul Fatah

Lahir di Ternate, 1 Desember 1997, Rahmat Rivai telah direkrut oleh tim muda Persiter Ternate pada 1989 dan terus di sana hingga 1995 sebelum naik ke tingkat senior.

Kiprah Poci di sepak bola nasional tergolong cukup panjang. Dari Persiter Ternate, ia sempat ke Persebaya Surabaya dan PSPS Pekanbaru sebelum kembali ke tim lamanya.

Ketika itu, ia pulang ke Ternate karena sakit. Persiter lantas meminangnya pada 2004 dan momen inilah yang membuat nama Rahmat Rivai kian melambung.

Empat musim di klub yang kelak akan jadi Malut United itu, Poci sukses mengumpulkan 23 gol dari 56 pertandingan. Ia bahkan setia menemani perjalanan Persiter Ternate.

Mulai dari promosi ke Divisi Utama pada musim 2004/2005, lalu jatuh ke jurang degradasi pada Divisi Utama 2008 sekaligus penampilan terakhir Persiter Ternate di kasta tertinggi dan tak pernah kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelahnya, Poci berpindah ke sejumlah klub Liga Indonesia seperti Persitara Jakarta Utara, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Gresik United dan Persijap Jepara.

Periode terbaik Rahmat Rivai adalah terlibat dalam juara ISL dua kali dengan tim berbeda yakni Sriwijaya FC 2009/2010 dan Persipura Jayapura 2010/2011.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Kasus AKBP Didik, Divpropam Gelar Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri

Usai Kasus AKBP Didik, Divpropam Gelar Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri

Divpropam Polri gelar tes urine serentak seluruh anggota usai kasus narkoba AKBP Didik, sebagai langkah menjaga integritas dan memulihkan kepercayaan publik.
Kementan Jamin Distribusi DOC Transparan, Peternak Pati Akhirnya Dapat Kepastian Pasokan

Kementan Jamin Distribusi DOC Transparan, Peternak Pati Akhirnya Dapat Kepastian Pasokan

Dijamin Kementan, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan hasil pertemuan agar dirasakan peternak
Dituduh Rasis Usai Bikin Kalulu Diusir Wasit, Bastoni Dibela Jurnalis Senior Italia

Dituduh Rasis Usai Bikin Kalulu Diusir Wasit, Bastoni Dibela Jurnalis Senior Italia

Polemik usai laga panas antara Inter Milan dan Juventus dalam tajuk Derby d’Italia masih terus memanas. Kini melebar menjadi perdebatan serius di ruang publik.
Kadin Desak Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Pikap India, Dinilai Bisa “Memukul” Industri Otomotif Nasional

Kadin Desak Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Pikap India, Dinilai Bisa “Memukul” Industri Otomotif Nasional

Kadin minta Presiden Prabowo batalkan impor 105 ribu pikap dari India karena dinilai mengancam industri otomotif nasional dan berpotensi hilangkan efek ekonomi besar.
Harga Lebih Rendah Jadi Kunci, Agrinas Jelaskan Alasan Impor 105 Ribu Kendaraan India

Harga Lebih Rendah Jadi Kunci, Agrinas Jelaskan Alasan Impor 105 Ribu Kendaraan India

Agrinas ungkap alasan impor 105 ribu pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih, mulai dari harga lebih murah hingga kebutuhan kendaraan 4x4 di medan berat.
Ilmu Padi Bintang Inter Milan, Tetap Merendah dan Belum Mau Bahas Scudetto Meski Unggul 10 Poin di Puncak Klasemen

Ilmu Padi Bintang Inter Milan, Tetap Merendah dan Belum Mau Bahas Scudetto Meski Unggul 10 Poin di Puncak Klasemen

Henrikh Mkhitaryan menolak larut dalam euforia meski Inter Milan nyaman di puncak klasemen Serie A. Gelandang senior itu justru memilih meredam antusiasme.
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Minggu, 15 Maret 2026
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Kronologi  Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Kronologi Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Ayahanda almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

John Herdman gigit jari jelang FIFA Series. Pemain keturunan yang bersinar di Liga Belanda gagal dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia usai terbentur aturan.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT