Kiper Persib Kalahkan Rekor Kiper Persija. Tampil Kokoh di Tanah Kelahiran, Bawa Persib Bungkam Semen Padang
- instagram Teja Paku Alam
tvOnenews.com – Kemenangan krusial Persib Bandung atas Semen Padang pada pekan ke-26 Super League 2025/2026 tidak hanya memantapkan posisi Maung Bandung di puncak klasemen.
Laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (5/4/2026) malam, menjadi panggung bersejarah bagi sang penjaga gawang, Teja Paku Alam.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Persib tersebut, Teja resmi mencatatkan cleansheet ke-16 musim ini.
- Persib.co.id
Torehan ini sekaligus memecahkan rekor mentereng milik kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa (15), sebagai pemegang catatan tanpa kebobolan terbanyak dalam satu musim sejak era Liga 1 dimulai.
Menariknya, rekor bersejarah ini diukir Teja tepat di tanah kelahirannya, Sumatra Barat. Kiper asal Painan tersebut tampil dingin di bawah mistar untuk memastikan gawang Pangeran Biru tetap perawan di hadapan publik Padang.
Setelah melampaui Andritany, ambisi Teja Paku Alam diprediksi belum akan berhenti.
Kini, ia hanya terpaut satu angka untuk menyamai rekor legendaris milik Yoo Jae-hoon yang mencatatkan 17 cleansheet bersama Persipura Jayapura pada ISL 2013 silam.
Dengan delapan pertandingan sisa di musim ini, peluang Teja untuk menasbihkan diri sebagai kiper terbaik sepanjang masa dalam urusan cleansheet dalam satu musim sangat terbuka lebar.
Dua gol kemenangan Persib di markas Tim Kabau Sirah diborong oleh bomber maut, Ramon Tanque.
Tambahan tiga poin ini membuat Persib Bandung semakin nyaman di singgasana klasemen dengan keunggulan 4 poin atas Borneo FC dan menjauh 9 poin dari rival abadi mereka, Persija Jakarta.
- instagram Teja Paku Alam
Meski menang meyakinkan, pelatih Bojan Hodak mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya.
Ia menilai jeda kompetisi yang cukup lama membuat ritme permainan Maung Bandung sedikit terhambat di awal laga.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Di 20 sampai 30 menit pertama mereka masuk ke pertandingan dengan lebih baik. Setelah itu perlahan kami mulai bisa mengontrol," ungkap Bojan Hodak pasca-laga.
Load more