Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mauricio Souza Jengkel Persija Jakarta Gagal Jamu Persib Bandung di Jakarta hingga 7 Tahun Beruntun: Tak Masuk Akal!

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan rasa kekecewaannya saat mengetahui fakta Macan Kemayoran tak bermain di Jakarta selama tujuh tahun beruntun saat menghadapi Persib Bandung.
Kamis, 7 Mei 2026 - 12:12 WIB
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan rasa kekecewaannya saat mengetahui fakta Macan Kemayoran tak bermain di Jakarta selama tujuh tahun beruntun saat menghadapi Persib Bandung. Ia menyebut jika hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak masuk akal. 

‎Persija dijadwalkan akan menjamu Persib dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia. Ini merupakan lanjutan dari pekan ke-32 Super League 2025/2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Pertandingan itu sendiri rencananya akan berlangsung pada Minggu (10/5/2026) sore WIB. Alih-alih di Jakarta, laga tersebut akan bergulir di Stadion Segiri, Samarinda. 

‎Jelang laga, Persija pun menggelar sesi latihan. Hal ini dilakukan demi mematangkan segala persiapan hingga strategi supaya bisa meraih hasil terbaik kontra Maung Bandung. 

‎Momen latihan tersebut diselenggarakan pada Kamis (7/5/2026). Latihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh pelatih Mauricio Souza.

‎Saat ditemui awak media, Souza tak dapat menutup-nutupi rasa kekecewaannya karena Persija tak bisa menjamu Persib di Jakarta. 

‎Ia mengaku bahwa pihaknya tak bisa berbuat apa-apa mengingat Macan Kemayoran tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian. 

‎Padahal, dirinya menilai laga kontra Persib di Jakarta menjadi sesuatu yang penting karena seharusnya Persija mendapatkan dukungan langsung dari para suporter. 

‎"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta," ujar Souza di Persija Training Ground, Depok, Kamis (7/5/2026).

‎"Padahal sangat penting bagi kami untuk bermain di hadapan suporter kami. Dan di lapangan, GBK jauh lebih baik dari pada lapangan tempat kita bermain nanti, tapi hal ini sudah diputuskan. Kita tidak punya kendali atas itu, tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik," tambahnya. 

‎Kepindahan venue ini ternyata memiliki sebuah fakta menarik. Diketahui jika Persija telah tujuh tahun lamanya tidak bermain di Jakarta saat menjamu Persib. 

‎Tercatat, jika momen terakhir Persija menjamu Persib dalam El Clasico Indonesia di Jakarta itu terjadi pada 2019 silam. 

‎Sejak kompetisi kembali bergulir usai pandemi Covid-19, Persija praktis menjadi tim 'musafir' ketika berstatus tuan rumah melawan Persib. Beberapa stadion di luar Jakarta pun sempat menjadi arena El Clasico Indonesia tersebut.

‎Pada musim lalu saja, Rizky Ridho cs terpaksa bermarkas di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi saat menghadapi Persib. Kala itu, Macan Kemayoran harus puas meraih hasil imbang 2-2.

‎Saat mengetahui fakta tersebut, Mauricio Souza berharap fenomena itu tak terulang lagi di masa depan. Menurutnya, hal ini menjadi sesuatu yang tidak masuk akal. 

‎"Saya harap hal ini berubah. Menurut pendapat saya, ini adalah hal yang tidak masuk akal," kata Souza. 

‎"Sepak bola adalah hal yang serius, lihatlah berapa banyak orang yang terlibat dalam sepak bola. Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh," sambungnya. 

‎Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu pun mengaku tak setuju apalagi Persija tak bermain di Jakarta saat menjamu Persib. Ia menilai, sebuah tim tuan rumah tentunya harus didukung oleh para pendukungnya secara langsung. 

‎Ia bahkan mengatakan bahwa menjadi sesuatu hal yang tidak mungkin apabila Persija tak bisa menggelar sebuah pertandingan besar seperti El Clasico Indonesia hingga harus tergusur dari Jakarta. 

‎"Jika dalam tujuh tahun kita tidak menyusun strategi apapun agar bisa bermain di Jakarta melawan Bandung, saya hanya merasa sedih karena saya tidak setuju dengan ini," ucap Souza. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎"Kita harus bermain di kandang, di hadapan suporter kita. Sesuatu harus dilakukan, tidak mungkin kita tidak bisa menyelenggarakan sebuah pertunjukan (pertandingan) besar," tutupnya. 

‎(igp/rda) 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bocorkan alasan terkait Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dokter Tifa soal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden
Gulma Perairan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi, Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok

Gulma Perairan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi, Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok

Masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga di Palembang dan Boyolali membuktikan eceng gondok yang sebelumnya hanya gulma perairan, ternyata bisa punya nilai tambah ekonomi yang menjanjikan.
Aksi Perundungan di SMAN 2 Bantul Heboh di Medsos, Sekolah Kooperatif Ikuti Proses Investigasi

Aksi Perundungan di SMAN 2 Bantul Heboh di Medsos, Sekolah Kooperatif Ikuti Proses Investigasi

Dugaan aksi perundungan di SMAN 2 Bantul menjadi perhatian publik setelah korban bercerita di media sosial. 

Trending

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bocorkan alasan terkait Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dokter Tifa soal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Eks Kabareskrim Polri Komjen (Purn.) Susno Duadji bocorkan peluang bebasnya dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi, yakni Roy Suryo
Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Sejumlah pihak meminta Pemerintah Indonesia kembali melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mengalami permasalahan terkait dugaan praktik korupsi.
Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Mengamuk dan Hancurkan Tunisia 4-0, Samurai Biru Kian Dekat ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Mengamuk dan Hancurkan Tunisia 4-0, Samurai Biru Kian Dekat ke 32 Besar

Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026) siang WIB. Samurai Biru berhasil menang telak 4-0.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT