Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas
- Instagram/@persija
Jakarta, tvOnenews.com - Luciano Leandro, legenda yang pernah membawa Persija Jakarta juara Liga Indonesia era 2001 merespons permintaan dari suporter the Jakmania.
Luciano Leandro kembali muncul ke ruang publik. Ia mengaku diminta oleh Jakmania untuk menjadi pelatih Persija Jakarta yang saat ini dipegang oleh Mauricio Souza.
Melalui Instagram pribadinya pada Rabu (13/5/2026), Luciano Leandro merespons permintaan tersebut. Ia berterima kasih karena Jakmania masih meminta dirinya pulang ke Persija Jakarta.
"Terima kasih kepada seluruh fans atas banyaknya pesan yang meminta saya untuk kembali ke Persija," tulis Luciano Leandro dikutip tvOnenews.com, Jumat (15/5/2026).
Apakah Luciano Leandro Berpeluang Jadi Pelatih Persija Jakarta?
- Kolase tangkapan layar YouTube Sport77 Official & tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Lebih lanjut, Luciano memberikan kode cukup terbuka kembali ke Persija Jakarta. Namun, tim pelatih Macan Kemayoran saat ini masih di tangan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza.
Lagi pula, Persija belum menyelesaikan tugasnya di Super League musim 2025/2026. Meski sudah gagal juara, Mauricio Souza berusaha menyempurnakan Macan Kemayoran memenangkan dua laga yang tersisa untuk mempertahankan di posisi ketiga.
Luciano menambahkan, keputusan untuk kembali menjadi bagian dari Persija tidak mudah. Hal ini tentu harus membutuhkan proses pembicaraan dengan manajemen Macan Kemayoran.
"Kembalinya tidak hanya bergantung pada saya," katanya.
Kenang Masa-masa Bawa Persija Jakarta Juara
Ia mempunyai alasan ingin kembali bekerja di Persija Jakarta meski berstatus pelatih. Ia mengenang masa-masa puncak kejayaannya saat Macan Kemayoran juara di era 2001.
Pria asal Brasil tersebut mengaku masih sangat bangga terhadap Persija Jakarta. Salah satu kenangan yang sulit dilupakan ketika menjadi gelandang serang andalan pada era 2000-an.
Mantan pelatih PSM Makassar itu menempatkan Persija Jakarta di sepanjang hidupnya. Sebab, klub asal Jakarta tersebut membuat kariernya sukses sebagai pesepak bola profesional.
"Untuk keluarga besar Persija, saya selalu membawa rasa bangga dan terima kasih yang sangat besar atas semua momen luar biasa yang pernah saya jalani bersama Persija," terangnya.
"Klub ini bukan hanya bagian dari perjalanan karier saya, tetapi juga bagian penting dari hidup saya," lanjutnya.
Ia datang ke Indonesia berstatus sebagai warga negara asing (WNA). Klub Indonesia yang pertama kali dibela sebenarnya bukan Persija, melainkan PSM Makassar.
Selepas itu, ia pindah ke Persija Jakarta pada 2000. Keyakinan Luciano membawa Macan Kemayoran juara sangat besar.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu tidak menyangka bisa merasakan atmosfer sepak bola yang luar biasa. Bagian ini membuat ia selalu jatuh cinta terhadap Jakmania.
"Bersama Persija, saya merasakan atmosfer luar biasa, memenangkan gelar, mencetak sejarah, dan mendapatkan cinta yang tidak akan pernah saya lupakan dari Jakmania," jelasnya.
Dukungan Jakmania dari tribun, kata Luciano, hal itu yang mendorong dirinya menunjukkan sebagai playmaker bekelas. Antusiasnya pun terwujud membuat Persija juara pada musim 2001.
"Dukungan, semangat, dan loyalitas kalian selalu memiliki tempat spesial di hati saya. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk klub ini dengan kerja keras, dedikasi, dan rasa hormat terhadap jersey Persija," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, pria berusia 60 tahun itu memutuskan gantung sepatu. Ia menggeser profesinya di dunia pelatih.
Diketahui, Luciano mengawali karier sebabgai pelatih saat bersasma Persma 1960 Manado pada 2007. Namun, kepiawaiannya kala itu hanya singkat lantaran bermasalah pada lisensi kepelatihan.
Kemudian, Luciano menjadi pelatih PSMS Medan selama tiga bulan sebelum menjabat sebagai Direktur Teknik.
Pada 2016, Luciano Leandro kembali ke klub lamanya. Ia resmi menjadi pelatih PSM Makassar sebelum memegang Persipua Jayapura pada Liga 1 2019.
Hingga saat ini, pria kelahiran 1 Februari 1966 tersebut mengaku senang menghadapi tantangan besar di dunia pelatih. Hal itu sebagai upaya dirinya menjaga profesionalitas di olahraga sepak bola.
Antusias Kembali Bawa Persija Jakarta Juara
Ia mengaku senang jika dipanggil dengan status pelatih Persija. Baginya, hal itu menjadi tantangan besar untuk membawa Macan Kemayoran kembali ke masa kejayaannya.
Sebab, Persija terakhir kali kembali mendapatkan gelar juara pada musim 2018. Hasil tersebut didapatkan setelah memutus kebuntuan sejak 2001.
"Hari ini, dalam perjalanan baru saya di dunia sepak bola, saya terus mempersiapkan diri untuk tantangan besar sebagai pelatih dan profesional sepak bola. Saya tidak pernah menyembunyikan satu hal, saya memiliki keinginan yang sangat besar untuk suatu hari kembali bekerja di Persija, membantu klub ini meraih lebih banyak kesuksesan dan prestasi," paparnya.
"Persija akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Hubungan saya dengan klub ini dan Jakmania akan selalu kuat, tulus, dan abadi. Terima kasih Persija, terima kasih Jakmania," tukasnya.
(hap)
Load more