Ditanya soal Filosofi Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Ogah Persija Parkir Bus, Begini Reaksi Prapanca
- tvOnenews-Bagas
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca ditanya terkait gaya filosofi baru mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Prapanca pun menjawab soal strategi Shin Tae-yong menukangi Persija Jakarta. Untuk musim depan, filosofi Macan Kemayoran akan lebih berbeda ketimbang semasa STY melatih Timnas Indonesia.
Ia tidak ingin mengomentari lebih jauh. Menurutnya, filosofi sepak bola yang dilontarkan berdasarkan keputusan dari Shin Tae-yong guna mewujudkan target Persija Jakarta di Super League 2026/2027.
"Ya itu mungkin yang dijelaskan sama dia," kata Prapanca dalam program One On One tvOne, Jumat (12/6/2026).
Pandangan soal Shin Tae-yong Terapkan Filosofi Menyerang di Persija Jakarta
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Namun, Prapanca menyampaikan sedikit pendapatnya. Filosofi yang diterapkan Shin Tae-yong kemungkinan tak lepas dari hasil perjalanan Persija pada Super League 2025/2026.
Menurutnya, STY telah melihat semua permainan Persija di beberapa pertandingan sebelumnya. Pasalnya, Macan Kemayoran sempat dilatih oleh pelatih asal Brasil, Mauricio Souza.
Di musim lalu, Persija di bawah nahkoda Mauricio Souza lebih cenderung menyerang. Di tangan pelatih berkebangsaan Brasil itu, Macan Kemayoran selalu bermain agresif.
Tak ayal, Persija Jakarta berhasil finis di posisi ketiga Super League 2025/2026 dengan torehan 71 poin. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Rizky Ridho cs selalu seri dan menang.
Sejak lawan Persebaya Surabaya, Persija berhasil menekuk Bajul Ijo dengan skor 3-0. Kemudian, Macan Kemayoran menekuk PSPS Biak skor 0-1.
Sayangnya Persija harus imbang lawan PSIM Yogyakarta skor 1-1. Namun, Mauricio Souza kembali membawa Macan Kemayoran meraih tiga poin saat menang atas Persis Solo 3-0.
Saat melawan Persijap Jepara, Persik Kediri, dan Semen Padang, Persijaw Jakarta berhasil menorehkan hasil sempurna. Sayangnya ketika menjamu Persib Bandung, Macan Kemayoran ditekuk Persib Bandung skor 1-2.
Akan tetapi, Prapanca menyimpulkan gaya tipikal Persija di era Mauricio Souza selalu tampil menyerang. Berkat dididik Mauricio Souza, Witan Sulaeman dkk menunjukkan pola permainan yang mengesankan.
"Beberapa pertandingan belakang atau sebelumnya mungkin dia sudah lihat kekuatannya, mungkin dia lebih pede untuk melakukan pola permainan yang agresif di depan," terangnya.
Filosofi STY di Persija Jakarta bakal Cenderung Berbeda dari Timnas Indonesia?
- tvOnenews-Ilham Giovani
Dari hasil analisis beberapa pertandingan sebelumnya, menurut Prapanca, STY akan mentransformasikan formasi 4-2-2-2 atau 4-4-2. Taktik sepak bola seperti ini menunjukkan pelatih akan menggunakan dua penyerang.
Sementara, skema STY di Timnas Indonesia paling sering mengandalkan formasi 3-4-3 dan ditransformasikan menjadi 5-4-1 atau 4-3-2 saat bermain bertahan serta skema 4-3-3.
"Mungkin dia akan merubah. Biasanya format Persija itu 4-3-3, 4-5-1, dan lain-lain. Itu mungkin dia akan bermain menyerang dengan dua striker sehingga bahasanya agresif," tuturnya.
Terlepas dari itu, kata Prapanca, filosofi yang akan diterapkan STY tentu sangat mempengaruhi perekrutan pemain asing baru. Sebab, Persija telah melepas sebanyak tujuh pemain.
Prapanca mengaku setidaknya Persija sedang agresif memburu pemain asing baru. Lini depan Macan Kemayoran yang tersisa saat ini hanya diisi oleh Gustavo Almeida dan Eksel Runtukahu.
Prapanca menambahkan, keputusan merekrut seluruh pemain baru berada di tangan Shin Tae-yong. Tujuannya untuk mewujudkan harapan Persija bisa menyabet gelar juara musim depan.
"Untuk tim senior itu semua kita serahkan rekrutmennya ke Coach Shin. Dia pasti bertanya terkait anggaran, tapi angka anggaran ini sudah pernah kita sepakati sebelumnya kan. Jadi, seharusnya saya enggak kaget," pungkasnya.
(hap)
Load more