Cerita Pilu Suporter Arema di Tragedi Kanjuruhan: Ibu dan Anak Menangis, Sesak Napas Kena Gas Air Mata
- ANTARA
Jakarta - Seorang suporter Arema menceritakan kejadian mencekam usai selamat dalam tragedi Kanjuruhan. Insiden maut ini diketahui menelan korban jiwa hingga ratusan orang.
Rezqi Wahyu merupakan korban selamat dalam peristiwa maut tragedi Kanjuruhan. Sosok pendukung setia Arema ini menceritakan pengalaman pilunya melalui media sosial.
Redaksi Tvonenews.com pun telah meminta izin kepada yang bersangkutan untuk mengutip kesaksiannya. Berikut cerita lengkapnya:
"Assalamualaikum sebelumnya saya turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap korban insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya. Kedua syukur alhamdulillah, saya diberi keselamatan sampai di rumah, dan bisa menceritakan kronologi versi saya pribadi di sini. Saya akan coba menceritakan kronologi insiden yang terjadi di Kanjuruhan, 1 oktober 2022."
Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan), semua berjalan aman dan tertib hingga kick-off pukul 20.00 WIB. Kick-off dimulai dan pertandingan berjalan aman tanpa kericuhan sedikitpun, yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya.
Babak pertama selesai. Saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang. Babak ke-2 berlanjut dan tim persebaya berhasil mencetak golnya yang ketiga ke gawang Arema FC.
Arema pun semakin tampil menyerang menggempur gawang Persebaya, tetapi tidak ada gol yang tercipta. Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya.
Hingga peluit ahir dibunyikan, Arema tidak bisa menambah gol dan harus menerima kekalahan. Di sinilah awal mula tragedi dimulai.
Setelah peluit di bunyikan, para pemain Arema tertunduk lesu dan kecewa. Pelatih Arema dan manager tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter.
Di sisi lain, ada satu orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati Sergio Silva dan Maringa. Terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka.
Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema. Terlihat John Alfarizi mencoba memberi pengertian kepadan oknum-oknum tersebut.
Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain."

Diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan, para suppoter semakin tidak terkendali. Ahirnya pemain di giring masuk ke dalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib.
Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan. Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, dipentung dengan tongkat panjang, satu supporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya.
Akan tetapi, saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat. Semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif.
Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan. Silih berganti supporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara, yang ahirnya, selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah supporter.
Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah supporter, disetiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata. Ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10.
Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh diatas tribun, mereka berlarian mencari pintu keluar, tetapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata.
Ibu dan Anak Menangis

Banyak ibu-ibu, wanita-wanita, orang tua, dan anak anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya. Gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion.
Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata. Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet. Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah.
Adapun untuk keluar stadion pun tidak bisa karena macet. Penuh sesak di pintu keluar. Di luar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.
Sekitar pukul 22.30 WIB juga masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat, dan pengeroyokan supporter terhadap aparat yang dianggap mengurung kita didalam stadion dengan puluhan gas air mata. Terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion. Lebih tepatnya di sekitar tribun 2 Kanjuruhan.
Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita. supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah. Batu batako, besi dan bambu berterbangan
Selama saya jadi supporter Arema, Saya dikenalkan Arema oleh orang tua saya saat tahun 2007 hingga saat ini. Hari ini 1 Oktober 2022 adalah titik terendah saya menjadi seorang supporter.
Saya masih belum percaya menyaksikan saudara-saudara saya dengan kondisi seperti ini. Tanpa mengurangi rasa respect saya kepada keluarga korban, di sini saya mencoba menjelaskan kronologi yang saya alami secara pribadi.
Saya sangat terpukul dengan adanya insiden ini. Semoga kejadian ini adalah yang terahir di semua cabang olahraga dan hiburan, khususnya di sepak bola." (mir)
Load more