Eks Komite Etik FIFA Buka Suara, Respons Tegas Gemuruh Tuntutan KLB PSSI
- Dok. PSSI
Jakarta - Eks Komite Etik FIFA asal Indonesia, Dali Tahir, meminta semua pihak tenang dalam menyikapi tragedi Kanjuruhan, terlebih sampai menuntut PSSI untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Dali menilai KLB PSSI bukanlah solusi tepat menanggulangi tragedi Kanjuruhan. KLB PSSI justru bakal menjadi bumerang bagi industri sepak bola Tanah Air.
Pada masa lalu Indonesia pernah menggelar KLB PSSI. Namun, situasi demikian tidak membuat sepak bola Indonesia semakin berkembang, mengingat hanya demi mengakomodir kepentingan sejumlah pihak.
"Saya menghargai pandangan tersebut. Akan tetapi, maaf, Ali Sadikin yang di KLB 1980-an awal, tidak membuat PSSI menjadi lebih baik," kata Dali melalui keterangannya, Jumat (28/10/2022).
"Nurdin Halid digempur, didemo selama delapan bulan, juga tidak membuat PSSI menjadi baik. Mengapa? Karena dasar penggulingan itu emosi yang berlebih," lanjut Dali.
Dali menilai perlu banyak hal yang harus dilakukan untuk menggelar KLB. Mekanisme awalnya adalah wajib membentuk Komite Pemilihan.
Kemudian berlanjut ke penyaringan kandidat. Tahapan selanjutnya adalah mengirim undangan ke para voters, serta harus diusulkan oleh 2/3 pemilik suara PSSI.
Situasi demikian yang dianggap Dali kurang efektif untuk dilakukan, mengingat KLB PSSI butuh proses panjang terlaksana.
"Ada hukum sepak bola, yakni statuta FIFA dan PSSI. Di sana diatur cara bagaimana mekanisme KLB. Taati itu dengan baik dan simpan emosi serta kemarahan di dalam saku," tutur Dali.
Desakan KLB PSSI tidak hanya datang dari suporter. Beberapa klub pun sudah mulai menyatakan keinginannya agar KLB bisa terlaksana.
Keinginan menggelar KLB karena kekecewaan banyak pihak kepada kepengurusan PSSI, yang secara tidak langsung menjadi penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan.
Saat ini Madura United dan PSIS Semarang merupakan kedua tim yang lantang mendesak KLB PSSI. (mir)
Load more