Bruno Fernandes Mendadak Sindir INEOS, Manchester United Sampai Harus Turun Tangan: Fans Sebaiknya Diam Saja
- REUTERS/Scott Heppell
tvOnenews.com - Kekalahan Manchester United di Piala FA terasa semakin pahit. Tak hanya gagal melangkah lebih jauh di kompetisi domestik, Setan Merah juga diterpa masalah di luar lapangan yang menimpa sang kapten, Bruno Fernandes.
Manchester United menelan kekalahan 1-2 dari Brighton pada laga Piala FA yang digelar di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) malam.
Hasil ini membuat MU resmi angkat koper dari turnamen dan memperpanjang periode sulit mereka.
- Action Images via Reuters/Craig Brough
Dalam enam pertandingan terakhir, MU hanya mampu mencatatkan satu kemenangan.
Itupun diraih dengan skor tipis 1-0 atas Newcastle United, yang saat itu juga berada dalam kondisi tidak stabil.
Nasib buruk MU di laga kontra Brighton bertambah setelah pemain muda mereka, Shea Lacey, diganjar kartu merah.
Lacey mendapatkan akumulasi kartu kuning akibat melakukan protes keras terhadap keputusan wasit di akhir pertandingan.
Namun, drama tak berhenti ketika laga usai.
Beberapa jam setelah kekalahan tersebut, akun X (Twitter) milik Bruno Fernandes dilaporkan mengalami peretasan pada Minggu malam waktu setempat atau Senin (12/1/2026) pagi WIB.
Bruno dikenal jarang aktif di platform tersebut. Unggahan terakhirnya sebelum insiden ini tercatat pada Oktober, saat ia merayakan penampilan ke-300 bersama Manchester United.
Namun, melansir Yahoo! Sport, sejak sekitar pukul 11 malam, akun X Bruno mendadak aktif dan mengirim serangkaian unggahan kepada lebih dari 4,5 juta pengikutnya.
Aktivitas tersebut diawali dengan pesan terkait mata uang kripto.
Setelah unggahan kripto dihapus, akun itu kembali memposting kalimat, “Inilah mengapa saya perlu dibayar lebih banyak.”
Tak lama berselang, isi unggahan mulai bergeser ke situasi Manchester United.
“Man Utd are in the dumps [at the moment],” tulis akun tersebut.
Unggahan itu muncul hanya beberapa jam setelah MU kalah 1-2 dari Brighton dan tersingkir dari Piala FA.
Salah satu unggahan yang paling menyita perhatian adalah retweet berisi seruan terhadap manajemen klub.
“Mari tendang INEOS dari sini,” bunyi cuitan yang diretweet akun Bruno tersebut.
Sebagaimana diketahui, INEOS saat ini menjadi operator harian Manchester United dari sisi sepak bola.
Berbagai keputusan strategis klub berada di tangan INEOS yang bekerja sama dengan Omar Berrada sebagai CEO.
Unggahan tersebut kemudian dihapus, namun terlanjur memicu kegaduhan di kalangan pendukung.
Aktivitas akun itu terus berlanjut dan semakin tidak mencerminkan perilaku normal Bruno Fernandes.
Akun tersebut menandai sejumlah figur publik, mulai dari bintang film dewasa Bonnie Blue, tim kriket Inggris, hingga YouTuber KSI dan juara dunia dart Luke Littler.
Dalam salah satu unggahan terakhir sebelum aktivitas dihentikan, akun tersebut bahkan memposting gambar kekalahan MU 0-7 dari Liverpool pada 2023, hasil yang selama ini menjadi luka mendalam bagi pendukung Setan Merah.
Selain itu, akun tersebut juga sempat mengunggah umpatan, komentar rasis, serta berbagai konten ekstrem lainnya.
Manchester United akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi. Klub memastikan bahwa seluruh unggahan tersebut bukan berasal dari Bruno Fernandes.
“Akun X Bruno Fernandes telah diretas. Para pendukung sebaiknya tidak menanggapi postingan atau pesan langsung apa pun.”
MU juga menegaskan bahwa langkah pengamanan telah dilakukan untuk mencegah interaksi lebih lanjut dengan akun tersebut.
Dalam pernyataan lain, klub juga menyampaikan:
“Akun X Bruno Fernandes sedang diretas.”
“Penggemar dihimbau tidak terlibat dengan cara apapun terkait aktivitas akun tersebut saat ini.”
Setelah pernyataan klub tersebut, akun X Bruno Fernandes telah berhasil dipulihkan.
Bahkan, akun tersebut sempat memberikan komentar di unggahan Manchester United yang mengabarkan soal peretasan.
“Saya tidak peduli. Saya akan terus berbicara,” tulis akun tersebut di kolom komentar.
Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa akun tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali peretas.
Kasus peretasan akun media sosial bukanlah hal baru di dunia sepak bola. Pada 2024, bintang Real Madrid Kylian Mbappe juga pernah mengalami kejadian serupa.
Saat itu, akun Mbappe sempat memposting pesan terkait Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Manchester United, dan Tottenham sebelum akhirnya dipulihkan.
Insiden peretasan akun Bruno Fernandes menambah panjang daftar masalah Manchester United.
Tersingkir dari Piala FA, performa tim yang merosot, kartu merah pemain muda, hingga drama media sosial sang kapten, semuanya datang di saat klub tengah berada dalam tekanan besar.
Bagi MU, malam kelam di Old Trafford tampaknya belum benar-benar berakhir, bahkan setelah pertandingan usai. (tsy)
Load more