Andai Saja Dulu Chelsea Tak Menolak Kylian Mbappé, Seperti Apa Nasib The Blues Sekarang?
- instagram Kylian Mbappé
tvOnenews.com - Sulit dipercaya, tetapi Chelsea pernah berada di persimpangan sejarah ketika mereka menolak seorang bocah bernama Kylian Mbappé.
Di usia yang masih sangat muda, talenta Mbappé sempat diuji di London, namun dinilai belum cukup layak untuk bersaing di kerasnya sepak bola Inggris.
Keputusan itu kini terasa ironis, mengingat Mbappé telah menjelma menjadi salah satu pesepak bola paling berpengaruh dan populer di dunia.
Hari ini, nama Kylian Mbappé identik dengan gol, trofi, dan sorotan global. Ia bukan hanya mesin gol, tetapi juga ikon sepak bola modern dengan pengaruh besar di dalam dan luar lapangan.
Prestasi demi prestasi yang ia raih membuat kisah penolakan Chelsea di masa lalu kembali mencuat, seolah menjadi pengingat bahwa bakat luar biasa terkadang datang lebih cepat daripada kesiapan klub untuk menerimanya.
Dari Monaco ke Real Madrid, Statistik Mbappé Tak Terbantahkan
Kilau bakat Mbappé sebenarnya sudah terlihat sejak awal karier profesionalnya. Saat membela AS Monaco pada musim 2015–2016, ia yang kala itu baru berusia 17 tahun langsung mencuri perhatian.
Dalam tiga musim bersama klub Ligue 1 tersebut, Mbappé mencatatkan 60 penampilan dengan torehan 27 gol dan 16 assist di semua kompetisi.
Performa gemilang itu membawanya ke Paris Saint-Germain pada musim 2017–2018. Bersama Les Parisiens, Mbappé berkembang menjadi penyerang kelas dunia.
Selama delapan musim berseragam PSG, ia tampil dalam 308 pertandingan dan mencetak 256 gol serta 110 assist, angka yang menempatkannya di jajaran elite penyerang Eropa.
Puncak kariernya berlanjut saat Real Madrid merekrut Mbappé pada musim 2024–2025. Menurut Fabrizio Romano, transfer tersebut bernilai sekitar 100 juta euro.
Bersama Los Blancos, Mbappé langsung menunjukkan dampak instan. Dalam dua musim berjalan, ia telah mencatatkan 86 penampilan dengan 76 gol dan 10 assist. Statistik tersebut menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
Chelsea Pernah Diminta Kontrak Mbappé Sejak Usia 13 Tahun
Di balik kesuksesan luar biasa itu, tersimpan cerita lama yang kini terasa menyakitkan bagi Chelsea. Mantan pemandu bakat The Blues, Serge Daniel Boga, mengungkap kisah tersebut dalam wawancaranya dengan Goal.
Ia menyebut Mbappé pernah dibawa ke London saat berusia 13 tahun untuk menjalani seleksi.
“Saya membawanya bersama keluarganya dan dia sudah terampil seperti sekarang. Setelah seminggu bersama kami, kami mengatakan kepadanya bahwa kami ingin dia kembali untuk tes baru,” ujar Boga, dikutip dari Madrid Universal.
Namun, keluarga Mbappé menginginkan kepastian. Ibunya, Fayza Lamari, bahkan menunjukkan keyakinan penuh terhadap masa depan sang anak.
“Saya ingat apa yang dikatakan ibunya: ‘Anak saya tidak akan kembali, jika Anda menginginkannya, kontrak dia sekarang karena dalam lima tahun lagi biayanya akan mencapai 50 juta’,” tambah Boga, menggambarkan kepercayaan besar keluarga Mbappé terhadap potensinya.
Alasan Chelsea Menolak: Terampil, tapi Belum Siap Secara Mental
Keputusan Chelsea untuk tidak melanjutkan proses tersebut ternyata didasari pertimbangan teknis dan karakter.
Boga menjelaskan bahwa dirinya pertama kali mendengar nama Mbappé saat sang pemain masih membela klub kecil Paris, Bondy, melalui seorang rekan yang bekerja di Nike.
“Saya punya teman yang bekerja untuk Nike dan, ketika dia berada di Prancis, saya bertemu dengannya dan dia bertanya kepada saya apakah saya pernah mendengar tentang seorang pemuda bernama Mbappé yang bermain untuk Bondy, sebuah tim kecil dari Paris,” ungkap Boga.
Meski kemampuan teknis Mbappé diakui luar biasa, Chelsea menilai ada aspek lain yang belum memenuhi standar sepak bola Inggris.
“Dia sangat terampil, tetapi di Inggris, mereka ingin melihat pemain yang bekerja keras. Saat itu dia belum seperti itu. Secara defensif, dia belum mencapai titik itu,” jelas Boga.
Ia menambahkan, “Saat menguasai bola, dia luar biasa, tetapi tanpa bola, dia tidak berusaha terlalu keras. Itulah mengapa mereka menginginkan tes lain.”
Kini, seiring Mbappé menjadi bintang global dengan etos kerja dan profesionalisme tinggi, kisah penolakan Chelsea itu berubah menjadi cerita what if terbesar dalam sejarah klub.
Sebuah keputusan masa lalu yang kontras dengan realita hari ini: Kylian Mbappé bukan hanya layak bermain di Inggris, tetapi telah menaklukkan dunia. (udn)
Load more