6000 Fans Setan Merah Siap Turun ke Jalan: Protes Sebelum Laga Premier League MU Vs Fulham, Ada Apa dengan Old Trafford?
- instagram manutd
tvOnenews.com - Polemik antara fans Manchester United dan pemilik klub kembali mencapai titik didih. Di tengah situasi tim yang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan bersama Michael Carrick, sebagian besar pendukung Setan Merah justru memilih turun ke jalan.
Mereka merasa ada masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan di atas lapangan.
Era Michael Carrick sebagai pelatih interim memang memberi secercah harapan baru. Kemenangan impresif atas Manchester City dan Arsenal sempat meredam kegelisahan publik Old Trafford.
Namun bagi kelompok suporter garis keras, euforia itu tak boleh menutupi persoalan mendasar: kepemilikan klub, kebijakan manajemen, dan masa depan Manchester United yang dinilai semakin menjauh dari nilai-nilai tradisionalnya.
Melansir dari Manchester Evening News, kelompok suporter berpengaruh The 1958 telah memastikan akan menggelar aksi protes besar-besaran sebelum laga Premier League melawan Fulham, Minggu (waktu setempat), di Old Trafford.
Aksi The 1958: Ribuan Fans Siap Turun ke Jalan

- Tangkapan layar Manchester Evening News
Grup pendukung Manchester United, The 1958, menyerukan agar para fans tidak bersikap pasif terhadap kondisi klub.
Mereka mengajak suporter untuk tetap “berdiri dan bersuara”, alih-alih meninggalkan klub karena kecewa dengan cara pengelolaan Manchester United oleh Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer.
Protes ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00, dengan dua titik kumpul utama, yakni di luar Hotel Football dan di ujung Sir Matt Busby Way. The 1958 memperkirakan sedikitnya 6.000 penggemar akan ikut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Sebelumnya, kelompok ini sempat membatalkan rencana demonstrasi pada laga pembuka musim Agustus lalu.
Kala itu, optimisme sempat muncul berkat perekrutan pemain baru dan janji perubahan dari manajemen. Namun, seiring waktu, kepercayaan tersebut dinilai memudar.
Era Carrick Tak Hentikan Protes: “Ini Bukan Soal Sepak Bola”
Menariknya, protes ini tetap berjalan meski Michael Carrick mencatatkan awal yang mengesankan sebagai pelatih kepala interim. Juru bicara The 1958, Steve Crompton, menegaskan bahwa hasil positif di lapangan tidak akan memengaruhi keputusan mereka.
“Kami harus membatalkan protes di awal musim. Ada pemain baru yang direkrut dan selalu ada optimisme,” ujar Crompton. “Itu mengecewakan; ini bukan tentang apa yang terjadi di lapangan, tetapi apa yang terjadi di atas.”
Ia juga menyinggung hasil survei internal komunitas fans.
“Kami sekarang memiliki 95.000 anggota, kami menyusun survei dan hasilnya cukup beragam, sedikit condong ke arah memberikan lebih banyak waktu dan kami mendengarkan,” katanya.
Namun, Crompton menilai situasi justru semakin memburuk.
“Seiring berjalannya waktu, keadaan tidak membaik, malah memburuk. Carrick telah meraih beberapa hasil bagus, tetapi ini bukan tentang sepak bola. Mata orang-orang telah terbuka.”
Ratcliffe Disorot, Fans Inginkan Penjualan Penuh Klub
The 1958 kini mengalihkan fokus protes mereka kepada Sir Jim Ratcliffe, setelah bertahun-tahun menjadikan keluarga Glazer sebagai target utama.
Mereka menilai struktur kepemilikan saat ini, di mana Glazer masih memegang saham mayoritas sementara Ratcliffe mengelola operasional, sebagai aliansi yang rapuh dan tidak sehat.
Crompton juga menyoroti isu yang langsung dirasakan fans, seperti kenaikan harga tiket dan perubahan kebijakan konsesi di stadion.
“Bagi kami, ini juga tentang para penggemar yang datang ke stadion. Semuanya tampak diabaikan ketika Anda meraih beberapa hasil bagus,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut rencana pembangunan stadion baru sebagai langkah pencitraan.
“Tiba-tiba kami mengumumkan protes dan mereka melanjutkan pembangunan stadion baru. Bagi saya, itu semua hanya PR.”
Menurut The 1958, tidak ada indikasi bahwa keterlibatan INEOS benar-benar membangun kepercayaan publik.
“Tidak ada yang terjadi di mana pun dengan Ineos yang telah memberi kepercayaan kepada siapa pun, kami merasa itu tidak berhasil,” tutup Crompton.
Di tengah era baru Michael Carrick yang mulai menjanjikan, Manchester United kini menghadapi kenyataan pahit: kepercayaan fans belum kembali, dan suara dari luar lapangan justru semakin lantang. (udn)
Load more