MU Incar Cole Palmer, Media Vietnam Sebut Setan Merah Harus Bertindak Nekat
- Reuters/John Sibley
tvOnenews.com - Manchester United kembali berada di persimpangan penting pada bursa transfer. Ketertarikan terhadap Cole Palmer bukan sekadar persoalan harga tinggi, tetapi juga menyangkut potensi pelanggaran prinsip internal yang selama ini dijaga ketat oleh Sir Jim Ratcliffe dan INEOS.
Jika transfer ini benar-benar direalisasikan, langkah tersebut bisa menjadi titik balik kebangkitan Setan Merah, atau justru dianggap sebagai pengkhianatan terhadap filosofi baru klub.
Sejak berada di bawah kendali INEOS, Manchester United berulang kali menegaskan keinginan untuk meninggalkan pola lama: mendatangkan pemain bintang dengan banderol fantastis tanpa perencanaan jangka panjang yang jelas.
Namun, Cole Palmer bukan sosok sembarangan. Performa impresifnya di Premier League serta statusnya sebagai talenta top Inggris membuat MU berada dalam dilema besar—tetap konsisten pada prinsip, atau mengorbankannya demi ambisi instan.
Mengutip laporan media Vietnam, vietnam.vn, rumor ketertarikan Manchester United terhadap Palmer menguat di tengah sinyal kebangkitan tim bersama manajer interim Michael Carrick.
Di bawah kepemimpinannya, MU mencatat dua kemenangan beruntun yang mengejutkan, masing-masing atas Manchester City dan Arsenal.
Langgar Filosofi INEOS? Alasan Manchester United Harus “Nekat” Jika Ingin Rekrut Cole Palmer
Palmer Rindu Manchester, MU Jadi Kandidat Kuat
Laporan The Guardian mengungkapkan bahwa Cole Palmer mulai mengevaluasi masa depannya. Pemain berusia 23 tahun tersebut disebut merindukan kampung halamannya serta kehidupan di Manchester, setelah dua musim membela Chelsea di London.
Menurut laporan itu, Palmer “tidak sepenuhnya menikmati kehidupan di London dan merindukan teman-temannya di kampung halaman,” sebuah faktor personal yang membuka peluang bagi Manchester United untuk masuk dalam perburuan tanda tangannya pada bursa transfer musim panas 2026.
Situasi tersebut beriringan dengan meningkatnya performa Setan Merah. Dua kemenangan bergengsi di bawah Carrick mendorong MU menembus posisi empat besar klasemen Premier League, memunculkan optimisme baru di Old Trafford. Dalam konteks ini, Palmer dipandang sebagai elemen krusial untuk mempercepat proses kebangkitan tim.
Namun demikian, peluang besar tersebut juga dibayangi hambatan yang tidak sederhana.
Aturan Tak Tertulis INEOS Terancam Dilanggar
Sejak mengambil alih kendali operasional sepak bola Manchester United, Sir Jim Ratcliffe menerapkan sejumlah prinsip mendasar dalam kebijakan transfer. Salah satu yang paling menonjol adalah penolakan terhadap perekrutan pemain berlabel “Galactico”.
Filosofi ini menempatkan keseimbangan skuad dan keberlanjutan jangka panjang di atas popularitas individu.
Direktur teknik Jason Wilcox bertugas menentukan kerangka permainan, sementara pelatih hanya mengidentifikasi posisi yang perlu diperkuat dan memilih dari daftar kandidat yang telah disiapkan.
Dalam pendekatan tersebut, pemain dengan harga dan gaji ekstrem dipandang berpotensi merusak stabilitas tim, baik secara finansial maupun taktis. Di sinilah nama Palmer menjadi persoalan utama.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Cole Palmer saat ini mencapai sekitar €120 juta atau sekitar Rp1,96 triliun.. Angka tersebut secara otomatis menempatkannya dalam kategori pemain elite dengan tuntutan finansial tinggi.
Biaya transfer, gaji, serta dampak komersial yang menyertainya membuat Palmer masuk ke dalam profil pemain yang justru ingin dihindari oleh Ratcliffe dalam proyek barunya di Old Trafford.
Kasus Cole Palmer mencerminkan pilihan strategis besar yang kini dihadapi Manchester United. Di satu sisi, Palmer diyakini mampu langsung meningkatkan kualitas tim dan menjadi poros permainan dalam jangka pendek.
Namun di sisi lain, merekrutnya berarti melanggar “aturan tak tertulis” yang menjadi fondasi utama proyek INEOS. Keputusan tersebut berisiko menghidupkan kembali kebiasaan lama MU: ketergantungan pada pemain bintang mahal tanpa perencanaan menyeluruh.
Seperti disorot vietnam.vn, dilema ini tidak semata soal transfer, melainkan menyangkut identitas baru Manchester United. Apakah klub akan tetap setia pada jalur pembangunan berkelanjutan, atau memilih jalan pintas demi trofi dan tekanan kompetisi?
Dengan ketertarikan Palmer yang disebut nyata serta performa MU yang mulai membaik, keputusan ini akan menjadi ujian terbesar bagi Sir Jim Ratcliffe sejak mengambil alih kendali klub.
Melanggar aturan mungkin menghadirkan hasil instan—namun juga berisiko mengorbankan fondasi yang baru saja dibangun. (udn/ind)
Load more