Legenda Timnas Iran yang Berkarier di Eropa Ini Pernah Lakukan Hal Kontroversial saat Bulan Puasa Sampai Membuatnya Dipecat dari Tim
- Team Melli
tvOnenews.com - Legenda Timnas Iran yang juga pernah bermain di Bayern Munchen yakni Ali Karimi pernah melakukan kesalahan fatal ketika bulan puasa.
Sebagaimana diketahui, Ali Karimi merupakan legenda dari Timnas Iran yang memiliki karier cemerlang bersama tim-tim kuat Eropa seperti Bayern Munchen dan Schalke 04.
Di Timnas Iran, pria kelahiran 8 November 1978 itu telah bermain sebanyak 127 kali dengan perolehan 38 gol selama 20 tahun berkarier di sepak bola.
Karier Ali Karimi di level klub bisa dibilang terus menanjak yang dimulai saat bergabung dengan Fatu Teheran hingga ke tim raksasa Persepolis.
Eks kapten Iran itu lalu pindah ke Al-Ahli UEA dan setelah itu ia mulai mencicipi tampil di kompetisi Eropa bersama Bayern Munchen dan Schalke 04.
Bakatnya tercium oleh tim raksasa Eropa itu usai Ali Karimi tampil bagus bersama Timnas Iran di pertandingan uji coba menghadapi Jerman.
Di musim pertamanya, Ali Karimi langsung menjadi andalan Bayern Munchen dan dirinya merupakan orang Iran ketiga yang bermain untuk Die Roten setelah Ali Daei serta Vahid Hashemian.
Namun di tengah performa gemilangnya bersama Bayern Munchen, Ali Karimi menderita cedera sehingga dirinya memutuskan kembali ke Iran bersama Steel Azin.
![]()
Legenda Timnas Iran Ali Karimi (Source: Instagram)
Akan tetapi, di klub inilah Ali Karimi diduga melakukan kontroversi ketika ia kedapatan minum setelah menjalani sesi latihan bersama Steel Azin di bulan puasa.
Ia dianggap melakukan pelanggaran aturan tim, terlebih lagi terhadap norma-norma agama sehingga membuatnya dipecat dari Steel Azin pada 2010.
Ali Karimi kemudian membantah keras tuduhan yang dilayangkan kepadanya itu dengan mengatakan jika dirinya seorang Muslim taat.
“Aku ini seorang muslim, aku tau dan aku masih percaya dengan norma-norma Agama,” dilansir dari France24.
Meski demikian, Ali Karimi akhirnya membayar denda kepada klub atas tuduhan tersebut senilai USD 40 ribu.
Tak hanya itu, kontroversi juga tak bisa lepas dari sosok Ali Karimi yang pernah didepak Timnas Iran pada 2008 karena melontarkan kritik tajam terhadap federasi.
Ia menyebut bahwa Timnas Iran adalah yang terlemah dalam 10 tahun terakhir sehingga menurutnya sepak bola di sana mengalami kemunduran.
Ali Karimi telah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola sejak 2014. Namun, ia masih berkecimpung di dunia yang membesarkan namanya itu.
Kini ia diketahui menjadi salah satu penasihat tim lokal Iran dan bakal mengawal timnya di Piala Asia 2023 yang berlangsung mulai pekan ini. (han)
Load more