Usulan Wenger Soal Perubahan Aturan Offside Ditolak UEFA
- Premier League
Jakarta, tvOnenews.com - Gagasan besar yang dilontarkan mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger terkait perubahan aturan offside kini menghadapi hambatan serius setelah mendapat penolakan dari UEFA serta asosiasi sepak bola Inggris. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, dan tengah mendorong revolusi aturan yang dinilai kontroversial.
Wenger menilai perkembangan teknologi seperti VAR dan offside semi-otomatis justru menghilangkan keuntungan alami bagi penyerang, terutama dalam situasi krusial. Ia kemudian mengusulkan konsep baru yang dikenal dengan istilah “daylight”, yang diyakini dapat mengembalikan keseimbangan antara lini serang dan bertahan.
Dalam konsep tersebut, seorang penyerang baru akan dianggap offside apabila terdapat jarak yang benar-benar jelas antara dirinya dan pemain bertahan terakhir. Artinya, selama masih ada bagian tubuh yang sejajar dengan bek, sang penyerang tetap dinyatakan onside.
Menjelaskan latar belakang usulan ini, Wenger mengaitkannya dengan perubahan besar yang pernah terjadi pada era 1990.
“Itu terjadi pada tahun 1990 setelah Piala Dunia di Italia ketika tidak ada gol yang tercipta. Kami memutuskan bahwa tidak ada lagi offside ketika Anda berada di garis yang sama dengan bek," ujar Wenger dikutip dari Mirror.
Ia menegaskan bahwa prinsip lama offside selalu berpihak pada penyerang ketika situasi masih meragukan.
“Jika ada keraguan, keraguan itu menguntungkan sang striker. Artinya, ketika ada sedikit saja peluang, sang striker memang mendapatkan keuntungan. Dengan VAR, keuntungan ini hilang dan bagi banyak orang hal itu membuat frustrasi," katanya.
Lebih lanjut, Wenger menyebut eksperimen aturan tersebut sudah mulai dijalankan di beberapa level.
“Itulah mengapa saya mengusulkan bahwa selama bagian tubuh Anda berada pada garis yang sama dengan pemain bertahan, Anda tidak offside. Kami sedang bereksperimen dengan hal itu sekarang. Dalam satu tahun, keputusan akan dibuat oleh IFAB, bukan oleh saya.”
Namun demikian, laporan The Times menyebutkan bahwa peluang aturan ini untuk disahkan cukup kecil. Empat asosiasi Inggris yang tergabung dalam IFAB menilai ide tersebut terlalu ekstrem dan bisa mengubah wajah sepak bola elit secara drastis.
Load more