Juventus Bikin Rekor Memalukan usai Ditaklukkan Cagliari, Luciano Spalletti Bikin Pengakuan Jujur
- REUTERS/Alberto Lingria
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, membuat pengakuan mengejutkan setelah kekalahan dari Cagliari. Bianconeri mencatatkan rekor memalukan dalam duel itu.
Si Nyonya Tua bertandang ke Unipol Domus, Sardinia untuk lanjutan Liga Italia, Minggu (18/1/2026) dini hari tadi WIB. Mereka bermodalkan enam kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua ajang.
Juve juga hanya kalah sekali sejak Luciano Spalletti menjabat pada akhir Oktober lalu. Mereka pun berhasil mendominasi jalannya laga melawan Cagliari.
Namun, Juventus justru kesulitan untuk mencetak gol. Yang ada, Bianconeri justru kebobolan lewat tendangan tepat sasaran satu-satunya yang dilepaskan oleh Cagliari melalui Luca Mazzitelli.
Menurut catatan Opta, Juve mendominasi aliran bola hingga 78 persen. Itu merupakan torehan tertinggi untuk suatu klub yang menderita kekalahan di Liga Italia sejak pencatatan statistik dimulai pada 2004.
Meskipun kalah secara memalukan, Spalletti tidak ragu untuk melempar pujian kepada kubu Sardinia. Menurutnya, Cagliari memenangkan laga dengan pantas.
“Cagliari pantas untuk itu, karena mereka memperjuangkan setiap bola, menutupnya dan mencoba untuk melakukan serangan balik. Kami tidak bisa menjadi lebih bertekad dalam menghadapi situasi ini, ada beberapa laga yang bakal berjalan seperti ini, kami move on,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Spalletti sempat berupaya mengubah jalannya permainan melalui para pemain yang dikirim dari bangku cadangan. Namun, Edon Zhegrova dan Francisco Conceicao tak mampu menemukan jalannya.
“Para pemain pengganti terbawa suasana permainan yang hiruk pikuk. Zhegrova dan Conceicao mundur untuk mendapatkan bola di lini tengah daripada tetap di sana, sehingga terlalu jauh dari area ‘panas’ di lapangan,” katanya.
Para bek tengah seperti Pierre Kalulu dan Lloyd Kelly bahkan ikut membantu menyerang. Namun, yang dihadapi Juve lagi-lagi kebuntuan.
“Kalulu dan Kelly kemudian mulai maju ke sayap, tetapi tidak, mereka adalah bek dan seharusnya bertahan,” sambung Spalletti.
Menurutnya, hasil ini sudah ditakdirkan demikian. Spalletti enggan untuk menyesali apa yang sudah terjadi.
“Kita bisa mengeluh tentang itu, pemain perlu tetap pada peran mereka, tetapi secara umum kami memainkan permainan kami, menggagalkan setiap upaya serangan balik. Sudah ditakdirkan untuk berakhir seperti ini, tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi,” tandasnya.
Karena kekalahan ini, Juve bisa turun ke peringkat kelima klasemen sementara kasta tertinggi Liga Italia, Serie A. Mereka memiliki poin yang sama dengan AS Roma, yang bisa merebut peringkat keempat jika mampu menang atas Torino akhir pekan ini. (rda)
Load more