Jauh dari Pantauan, Ada Pemain Berdarah Jawa yang Tampil Reguler di Kasta Tertinggi Liga Oseania
- instagram.com/ofcfootball
Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena kemunculan pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri terus menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas dari mereka tersebar di benua Eropa, khususnya Belanda, seiring kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan Negeri Kincir Angin.
Sejumlah talenta tersebut kini telah resmi berstatus Warga Negara Indonesia dan memberi kontribusi nyata bagi Skuad Garuda. Salah satu contoh terbaru adalah Miliano Jonathans, pemain keturunan Depok yang resmi memperkuat Timnas Indonesia pada 3 September 2025.
Namun, jika menoleh ke belahan dunia lain di luar Eropa, masih ada mutiara terpendam berdarah Nusantara yang luput dari sorotan. Jauh dari gemerlap liga top Eropa, seorang pemain berdarah Jawa tercatat tampil reguler di kasta tertinggi Liga Oseania, tepatnya di Kaledonia Baru.
Sosok tersebut adalah Mickael Partodikromo, gelandang bertahan dengan nama belakang yang kental nuansa Jawa. Pemain kelahiran Noumea, 2 Februari 1996 itu diketahui memiliki darah Jawa dari leluhurnya yang bermigrasi ke wilayah jajahan Prancis pada masa lampau.
Perjalanan karier sepak bola Mickael terbilang berwarna dan cukup impresif untuk ukuran kawasan Oseania. Bakatnya mulai tercium saat membela AS Mont-Dore di level junior, sebelum dipantau Asia-Pacific Football Academy yang berbasis di Auckland pada 2010.
Potensi besar itu membawanya terbang ke Inggris setelah lulus dari akademi pada musim 2012–2013. Mickael bahkan sempat bergabung dengan tim muda Sheffield United, klub dengan tradisi panjang di sepak bola Inggris.
Usai menimba ilmu semusim di Bramall Lane, Mickael kembali ke Selandia Baru untuk memperkuat Team Wellington di New Zealand Football Championship. Di sana, ia langsung menembus tim utama dan menjadi bagian penting saat klub tampil di OFC Champions League 2014–2015.
Pengalaman internasionalnya kian matang ketika tampil di final OFC Champions League 2015 melawan Auckland City. Sayangnya, Team Wellington harus mengakui keunggulan lawan lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu normal.
Jiwa petualang Mickael tak berhenti di situ, karena ia sempat kembali ke Eropa dengan menandatangani kontrak bersama Racing Club de Paris. Setelah semusim di Prancis, ia melanjutkan karier di Inggris bersama Rushall Olympic dan Sutton Coldfield Town di Northern Premier League Premier Division.
Menariknya, gelandang yang kini membela AS Tiga Sports itu memiliki jejak sejarah dengan sepak bola Indonesia. Pada masa persiapan Liga 1 musim 2020, Mickael sempat pulang ke tanah leluhurnya untuk mengikuti seleksi bersama Madura United.
Saat itu, Madura United yang masih dilatih Rahmad Darmawan memberi kesempatan kepada Mickael untuk menunjukkan kemampuannya. Meski memiliki nilai tambah karena mampu berbahasa Indonesia meski terbatas, ia akhirnya gagal meyakinkan tim pelatih.
Kini, Mickael kembali menemukan performa terbaiknya di Liga Kaledonia Baru bersama AS Tiga Sports. Pada musim lalu, ia tampil menonjol di ajang OFC Champions League dengan catatan empat gol dan dua assist.
Konsistensi di level klub turut membawanya mendapat pengakuan internasional. Sejak 2024, Mickael Partodikromo telah mengoleksi dua caps bersama Timnas Senior Kaledonia Baru, menegaskan kualitasnya masih diperhitungkan di zona Oseania.
(sub)
Load more