Mourinho Larang Pemain Benfica Bahas Real Madrid usai Tuduhan Rasisme ke Vinicius
- REUTERS/Rodrigo Antunes
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengambil langkah tegas jelang leg kedua Liga Champions melawan Real Madrid dengan menutup rapat semua pembahasan terkait lawan mereka di ruang ganti. Keputusan itu diambil setelah muncul kontroversi dugaan rasisme yang menyeret nama pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni.
UEFA saat ini tengah melakukan investigasi menyusul laporan dari kubu Real Madrid. Vinicius Junior menuding Prestianni melontarkan ujaran bernada rasis dalam laga leg pertama yang berlangsung di Lisbon.
Pemain asal Argentina tersebut langsung membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa Vinicius salah memahami situasi yang terjadi di lapangan.
Menurut Vinicius, dirinya dipanggil dengan sebutan “monyet” oleh Prestianni dalam momen panas pertandingan. Klaim tersebut juga diperkuat oleh rekan setimnya di Real Madrid, Kylian Mbappe.
Namun, pihak Benfica tetap bersikeras membela pemainnya. Prestianni menyatakan bahwa lawannya salah menafsirkan apa yang menurutnya ia dengar, sehingga kasus ini kini menjadi sorotan publik sepak bola Eropa.
Menjelang pertemuan kedua di Santiago Bernabeu, Mourinho memilih meredam situasi. Ia meminta seluruh pemain Benfica fokus pada laga domestik Primeira Liga menghadapi AVS yang berada di dasar klasemen.
Media Inggris, Daily Mail melaporkan bahwa Mourinho tidak ingin ada diskusi apa pun mengenai Real Madrid di dalam skuad. Strategi tersebut dilakukan demi menjaga konsentrasi tim dan menghindari tekanan psikologis jelang laga penting.
Di sisi lain, Mourinho turut memicu perdebatan setelah menyinggung selebrasi Vinicius. Ia menilai ekspresi pemain Brasil itu ikut memicu ketegangan yang berujung pada tudingan rasisme.
Organisasi anti-rasisme Kick It Out bahkan menilai pernyataan Mourinho sebagai bentuk “gaslighting”. Mereka menuding pelatih asal Portugal itu menyalahkan korban dalam situasi sensitif.
Real Madrid sendiri telah mengonfirmasi mengirimkan seluruh bukti yang mereka miliki kepada UEFA. Klub raksasa Spanyol tersebut juga menyatakan dukungan penuh kepada Vinicius yang selama ini kerap menjadi target pelecehan rasial.
Insiden di Portugal itu disebut menjadi yang ke-20 bagi Vinicius sejak membela Real Madrid selama delapan tahun terakhir. Kasus ini kembali membuka diskusi luas mengenai rasisme dalam sepak bola Eropa dan pentingnya tindakan tegas dari otoritas terkait. (fan)
Load more