Penyebab Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt di Playoff 16 Besar Liga Champions 2025-2026 Diungkap Cristian Chivu
- REUTERS/Claudia Greco
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberi indikasi soal penyebab timnya gagal menaklukkan Bodo/Glimt dua kali. Nerazzurri dipastikan tersingkir di playoff 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Inter sudah berada dalam kondisi tertinggal sebelum duel di Stadio San Siro pada Rabu (25/2/2026) dini hari tadi WIB. Mereka takluk dengan skor 1-3 dari lawatan ke Norwegia di leg pertama.
Tim asuhan Chivu telah mendominasi sejak babak pertama. Namun, mereka kesulitan untuk menembus lini pertahanan Bodo/Glimt hingga jeda turun minum.
Alih-alih mencetak gol, Inter malah kebobolan akibat kesalahan Manuel Akanji pada menit ke-58. Eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, membuka skor untuk Bodo.
Inter terus mendominasi permainan namun lagi-lagi mengalami kebuntuan. Ketika diserang balik, Nerazzurri malah kebobolan lagi di menit ke-72 melalui Hakon Evjen.
Di menit ke-76, Alessandro Bastoni sempat memperkecil ketertinggalan. Namun, itu hanya mengakhiri laga dengan skor 1-2, Inter pun tersingkir dengan agregat 2-5.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa timnya telah berupaya keras sedari awal. Namun, menembus pertahanan Bodo/Glimt yang begitu rendah adalah pekerjaan yang sulit baginya.
“Kami mencoba segala yang kami mampu sedari awal. Kami menghadapi tim yang sangat teratur dengan pertahanan blok yang rendah, mempertahankan 10 hingga 11 pemain di belakang bola,” katanya kepada Sky Sport Italia.
Chivu mengatakan bahwa penyebab Inter tersingkir adalah ketidakmampuan untuk menghadirkan dampak mental. Sebab, mereka memerlukan dua gol untuk setidaknya melanjutkan permainan kepada babak perpanjangan waktu.
“Mungkin, fakta bahwa kami tidak memecahkan kebuntuan memberikan mereka kenyamanan tambahan secara psikologis, menyadari bahwa kami memerlukan dua gol hanya untuk membawanya ke perpanjangan waktu,” tandasnya.
Akanji melakukan kesalahan, namun Chivu enggan untuk mencela para pemainnya. Menurutnya, para pemain Inter telah mencoba segalanya.
“Saya tidak punya alasan untuk menyalahkan para pemain saya, karena mereka sudah berusaha sekuat tenaga, dan di babak kedua Bodo jauh lebih bersemangat daripada kami,” lanjut Chivu.
“Kami sudah memberikan semua yang kami punya, mencoba memecah kebuntuan dengan segala cara, tetapi setelah jeda mereka mencetak dua gol,” tuturnya.
Pelatih asal Rumania itu menegaskan bahwa Bodo/Glimt layak untuk lolos. Sebab, mereka lebih teratur dalam permainan untuk menjaga keunggulan 3-1.
“Ada banyak kekecewaan, karena sayangnya kami melawan tim yang memiliki energi jauh lebih besar daripada kami, mereka sangat terorganisir, tahu apa yang harus mereka lakukan setelah hasil leg pertama 3-1 dan melakukannya dengan brilian,” katanya.
“Kami hanya bisa mengucapkan selamat kepada Bodo/Glimt, mereka adalah tim yang pantas berada di babak selanjutnya,” pungkas Chivu. (rda)
Load more