Singgung Amplop Senilai Hampir Rp1 Miliar, Mantan Pemain Muda AC Milan Ungkap Kebusukan Sepak Bola Italia
- acmilan.com
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pemain AC Milan, Federico Mangiameli, mengungkap kebusukan sepak bola Italia. Dia menyinggung soal adanya amplop senilai 50 ribu euro atau setara Rp983 juta.
Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun. Tim asuhan Gennaro Gattuso mengakhiri mimpinya pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti.
Italia telah melewatkan edisi 2018 dan 2022, dengan penampilan terakhir mereka adalah pada 2014. Itu artinya jarak terdekat untuk Gli Azzurri ke Piala Dunia adalah 16 tahun, yaitu pada 2030 mendatang.
Ini adalah tragedi untuk sepak bola Italia, yang dinilai sebagai salah satu negara terkuat dalam hal sepak bola di dunia. Timnas Italia adalah juara Piala Dunia dalam empat edisi, namun mereka tidak pernah tampil di ajang ini dalam 12 tahun terakhir.
Desakan untuk melakukan evaluasi pun membuncah. Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, ramai dituntut mundur oleh para fans dan para tokoh sepak bola Italia.
Di sisi lain, sistem sepak bola Italia juga dikritisi karena berbagai hal. Mantan pemain muda Italia, Federico Mangiameli, menjelaskan bagaimana kebusukan sepak bola Italia yang membuat para pemain muda kesulitan.
Para agen dikabarkan membawa pemain asing dengan menerima amplop senilai hampir Rp1 miliar. Nilainya adalah 50 ribu euro atau setara dengan Rp983 juta.
“Hanya mereka yang pernah melalui dunia tersebut yang bisa memahami kejijikan di belakangnya. Agen yang membawa para pemain dari Liga Promosi ke Serie C berkat amplop senilai 50 ribu euro,” kata Mangiameli dalam unggahannya di media sosial Instagram.
??? ???????? ?????????? from Federico Mangiameli (former U17 and U19 player for AC Milan):
— Rising Stars XI (@RisingStarXI) April 1, 2026
“On one hand I’m frustrated, on the other I’m happy. Only those who have lived in this world know how disgusting what goes on behind it really is.
Agents who push… pic.twitter.com/UhU9QRgFOu
“Tim-tim Serie A dan Primavera terdiri dari para pemain asing yang dibayar terlalu mahal bulanannya. Atau para pelatih yang bahkan tidak bisa mengambil keputusan tentang siapa yang harus diturunkan,” tambahnya.
Mangiameli, yang pensiun muda pada usia 21 tahun, bersaksi bahwa para pemain Italia dirugikan dalam hal ini hanya karena uang. Sistem sepak bola Italia inilah yang perlu diperbaiki.
“Saya telah melihat hal-hal cabul yang melibatkan uang. Rekan satu tim diperlakukan secara cabul dan tidak hormat oleh manajer," tambah Mangiameli.
"Ini semua bagian dari sistem sepak bola Italia, yang untungnya telah saya tinggalkan beberapa waktu lalu. Tidak seperti olahraga lain, sepak bola telah menjadi olahraga yang tidak boleh dijadikan contoh,” tandasnya.
Menurut Mangiameli, kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia merupakan dampak dari hal ini. Jika ingin memperbaiki sepak bola Italia maka hal ini juga perlu diberantas.
“Orang-orang terus-menerus menjatuhkan diri ke tanah, rekomendasi, orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan kasar yang akan melakukan apa saja demi sedikit uang. Inilah hasilnya” pungkasnya.
Load more