Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate
- fcemmen.nl
Jakarta, tvOnenews.com - Tiga pemain Timnas Indonesia dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat. Situasi ini muncul tak lama setelah agenda FIFA Series 2026 dan langsung memicu perhatian besar dari publik sepak bola nasional.
Polemik administrasi tersebut kini mulai berdampak nyata terhadap karier para pemain Indonesia yang berkiprah di Belanda. Sejumlah klub disebut memilih langkah hati-hati dengan menunda keterlibatan pemain yang status administrasinya masih menjadi pembahasan.
Kasus ini bermula dari protes resmi yang diajukan NAC Breda terhadap status Dean James saat tampil bersama Go Ahead Eagles. Klub itu menilai Dean James tak lagi memenuhi syarat administratif tertentu setelah resmi berstatus sebagai Warga Negara Indonesia.
Keberatan tersebut kemudian dibawa ke Asosiasi Sepak Bola Belanda atau KNVB untuk ditindaklanjuti lebih jauh. Meski tidak sampai berujung pada pengulangan pertandingan, penyelidikan yang berjalan disebut ikut memengaruhi klub-klub lain.
Dalam situasi yang belum sepenuhnya terang, beberapa tim memilih jalur aman dengan tidak memainkan pemain terkait untuk sementara waktu. Langkah pencegahan itu disebut tak hanya menyentuh pemain Indonesia, tetapi juga menyeret sejumlah pemain dari latar kewarganegaraan lain seperti Suriname dan Cape Verde.
Dampak paling terasa terlihat pada pertandingan pekan ini ketika tiga pemain Timnas Indonesia tidak masuk dalam skuad klub masing-masing. Nathan Tjoe-A-On, misalnya, absen saat Willem II meraih kemenangan tipis 1-0 atas Jong PSV semalam.
Hal serupa juga dialami Justin Hubner yang tidak terlihat dalam skuad utama Fortuna Sittard pada pekan ke-29. Tanpa kehadirannya di lini belakang, Fortuna Sittard harus pulang dengan kekalahan 0-2 dari AZ Alkmaar.
- Instagram - Justin Hubner
Nama lain yang ikut terdampak adalah Tim Geypens saat FC Emmen menghadapi Vitesse. Dalam laga itu, Geypens tidak masuk daftar pemain inti maupun cadangan hingga akhirnya timnya harus puas dengan hasil imbang.
Menanggapi situasi yang menimbulkan kegaduhan itu, PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, memberikan penjelasan resmi. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut murni berkaitan dengan urusan teknis administrasi di kompetisi Belanda, bukan soal keabsahan kewarganegaraan pemain.
Sumardji mengatakan setiap negara memiliki aturan berbeda dalam mengelola administrasi pemain di kompetisi domestik mereka. “Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” ujar Sumardji.
PSSI juga memastikan proses naturalisasi para pemain keturunan telah berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Federasi menegaskan tidak ada pelanggaran dalam proses perubahan status kewarganegaraan para pemain tersebut.
Penegasan itu kembali disampaikan Sumardji untuk meredakan kekhawatiran suporter terkait status para pemain di Timnas Indonesia. “Seluruh pemain keturunan yang telah membela Timnas Indonesia, termasuk Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI),” lanjutnya.
Ia juga memastikan kendala yang muncul di level klub tidak akan mengganggu kiprah para pemain saat membela Timnas Indonesia. Dengan kata lain, mereka tetap dapat memperkuat skuad Garuda di ajang internasional tanpa hambatan hukum di level federasi.
Penjelasan dari PSSI diharapkan bisa menenangkan publik yang mulai khawatir terhadap masa depan para pemain naturalisasi Indonesia di Eropa. Kini, perhatian tertuju pada otoritas sepak bola Belanda yang diharapkan segera menuntaskan verifikasi administrasi tersebut.
(sub)
Load more