Reaksi Tak Terduga Luciano Spalletti usai Juventus Menang atas Genoa di Liga Italia: Bukan karena Kelelahan
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melemparkan kritik atas performa anak asuhnya di laga kontra Genoa. Mereka berhasil menang dengan skor 2-0 namun Spalletti masih tak cukup puas.
I Bianconeri akhirnya kembali ke jalur kemenangan di lanjutan Liga Italia 2025-2026. Pada Senin (6/4/2026) malam kemarin WIB, Juve berhasil menaklukkan Genoa di Allianz Stadium, Turin, dengan skor 2-0.
Kemenangan ini tak membantu Juve naik peringkat. Namun, mereka berhasil memangkas jarak dari Como menjadi satu poin setelah Lariani ditahan Udinese tanpa gol.
Juventus masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A. Sedangkan Como masih berada di empat besar alias zona untuk lolos ke Liga Champions.
Kembali ke jalur kemenangan sangatlah penting untuk Juve. Namun demikian, kedua gol yang diciptakan oleh Bianconeri dilesatkan pada babak pertama.
Gleison Bremer membuka skor ketika laga baru berusia empat menit. Weston McKennie kemudian menggandakan keunggulan tuan rumah di menit ke-17.
Juve gagal menambah gol di paruh kedua. Mereka malah hampir kebobolan melalui penalti jika saja
Michele Di Gregorio tak cukup hebat dalam menghentikan eksekusi Aaron Caricol pada menit ke-76.
Walau menang, Spalletti menyoroti kekurangan Juve di paruh kedua. Menurutnya, para pemain tidak seharusnya kelelahan karena dia meliburkan latihan sebelumnya.
“Itu bukan karena kelelahan, kami tidak berlatih kemarin atau sehari sebelumnya,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia seusai laga.
“Saya membiarkan mereka karena mereka perlu waktu untuk memulihkan diri. Mereka memiliki waktu dua hari untuk berlibur, satu setengah sesi latihan, dan kemudian berlibur, jadi bukan itu alasannya,” tambah Spalletti.
Lebih lanjut, Spalletti mengkritisi performa Juve di babak kedua yang tidak sebaik di babak pertama. Dia menyoroti bahwa situasi akan sangat sulit jika saja Di Gregorio gagal menghentikan penalti Genoa.
“Terkadang kita harus menerima bahwa kita bukanlah versi terbaik dari diri kita sendiri. Setelah enam atau tujuh bulan di sini, saya masih tidak yakin apa yang sedang saya hadapi,” sambungnya.
“Tidak mungkin memiliki babak pertama seperti itu dan kemudian babak kedua seperti ini. Dan jika mereka terus maju dan mencetak gol penalti, itu akan menjadi malam yang sangat sulit,” pungkasnya. (rda)
Load more