Pelatih Ajax Sulit Percaya, Maarten Paes Mendadak Jadi Pahlawan Adu Penalti
- www.ajax.nl
tvOnenews.com - Maarten Paes tampil sebagai pahlawan kemenangan Ajax Amsterdam dalam laga final playoff perebutan tiket UEFA Conference League 2026/2027 melawan FC Utrecht.
Kiper Timnas Indonesia tersebut menjadi sosok penentu saat Ajax menang dramatis lewat adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Stadion Kras, Volendam, Minggu (24/5/2026).
Penampilan gemilang Maarten Paes bahkan membuat pelatih Ajax, Oscar Garcia, mengaku terkejut.
Paes sukses menggagalkan dua tendangan penalti pemain Utrecht, yakni Sébastien Haller dan Souffian El Karouani. Berkat aksi heroiknya, Ajax akhirnya memastikan tiket tampil di UEFA Conference League musim depan.
- Ajax.nl
Ajax sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Davy Klaassen. Namun Utrecht mampu menyamakan skor lewat Gjivai Zechiël hingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di momen krusial itulah Maarten Paes menunjukkan kualitas terbaiknya.
"Tidak, saya tidak tahu dia bisa melakukan ini, tetapi sekarang saya tahu. Dia adalah kiper yang sangat lincah dan sangat bagus," tutur Oscar Garcia dikutip dari Voetbal Primeur.
Meski memuji aksi Paes, Garcia tetap menilai timnya seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan tanpa harus melalui drama adu penalti.
"Terlepas dari kehebatan Paes. Saya pikir kita tidak perlu sampai adu penalti, karena kita bisa memenangkan pertandingan ini lebih awal," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Menariknya, Oscar Garcia juga mengungkap bahwa Ajax sebenarnya tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi skenario adu penalti.
Ia bahkan mengaku bukan tipe pelatih yang percaya latihan penalti dapat benar-benar membantu situasi pertandingan sesungguhnya.
"Kami melakukannya selama sesi latihan terakhir, tetapi jujur saja, saya tidak percaya pada latihan penalti," kata Garcia.
"Tekanannya tidak sama, kipernya sama, perasaannya berbeda. Semua pemain sepak bola profesional bisa mencetak gol dan gagal mengeksekusi penalti."
"Para pemain mulai berlatih, saya bilang itu tidak perlu, tetapi mereka menginginkannya," imbuhnya.
Namun apa yang dilakukan Maarten Paes di lapangan justru membuat Garcia berubah pikiran.
Penampilan kiper Timnas Indonesia itu menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Ajax lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Hebatnya lagi, performa apik tersebut datang di tengah kritik yang sempat menghampiri Maarten Paes dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Ajax.
Meski begitu, eks kiper FC Dallas itu memilih tetap fokus memperbaiki diri dibanding memikirkan komentar negatif.
"Kritik itu tidak selalu mudah bagi yang melontarkan. Tapi saya mencoba untuk tetap tenang," kata Maarten Paes.
"Jika Anda melihat beberapa pertandingan terakhir saya, Anda pasti dapat melihat kemajuan di semua area."
"Saya fokus pada diri sendiri dan mencoba untuk menjadi kiper yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik," imbuhnya.
Kemenangan atas Utrecht membuat Ajax resmi mengamankan tempat di UEFA Conference League musim depan meski hanya finis di posisi kelima klasemen akhir Eredivisie 2025/2026.
Ajax kini akan menghadapi jadwal padat mulai Juli mendatang. Mereka akan memulai perjuangan dari babak kualifikasi kedua UEFA Conference League yang dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 30 Juli 2026.
Jika berhasil lolos, Ajax masih harus melewati babak kualifikasi ketiga hingga playoff sebelum bisa tampil di fase grup kompetisi Eropa tersebut.
Penampilan heroik Maarten Paes tentu menjadi kabar positif, tidak hanya bagi Ajax tetapi juga untuk Timnas Indonesia.
Aksi gemilangnya di laga penting Eropa semakin memperlihatkan kualitas Paes sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
(tsy)
Load more