Gelar Sharing Session-Padel, Cekinggita dan Ratusan Interisti Rayakan Kalah Derby Dua Trofi
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Bagaimana rasanya kalah derby tapi malah mengangkat dua trofi di akhir musim? Bagi pendukung Inter Milan, ironi itu menjadi benang merah perjalanan musim penuh gejolak.
Dari kekecewaan di derby hingga euforia yang mengubah kekalahan menjadi sekadar catatan kecil dalam perjalanan menuju double winner.
Ratusan orang berseragam hitam-biru memadati salah satu sudut di kawasan Dharmawangsa, tepatnya di Koci Padel, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Konten kreator Anggara Gita menggelar sharing session dan turnamen fun padel untuk merayakan keberhasilan Inter Milan meraih double winner bersama ratusan Interisti.
Setelah sukses dengan acara “Empat Sehat Lima Kosong” pada 2025, pemilik akun media sosial @cekinggita itu menggelar “Kalah Derby Dua Trofi” pada 2026 ini.
Dalam acara kali ini, Gita menghadirkan lebih banyak bintang tamu sehingga acara berlangsung lebih meriah dibandingkan edisi perdana sebelumnya.
Acara diisi dengan sharing session, games, serta turnamen fun padel.
Kekalahan Inter Milan di dua laga Derby della Madonnina melawan AC Milan di Serie A menjadi catatan yang sebenarnya pahit bagi Interisti pada musim 2025/2026.
Inter kalah dari Milan dengan skor 0-1 pada 23 November 2025, kemudian kembali takluk dengan skor 0-1 pada 8 Maret 2026.
Catatan itu sekaligus memperburuk rekor Inter, karena La Beneamata tidak menang dalam tujuh laga terakhir Derby della Madonnina.
Inter terakhir kali menang atas Milan pada 22 April 2024.
Namun, kekalahan itu justru menjadi cerita yang mengundang tawa dan menghadirkan kenangan sulit dilupakan Interisti di akhir musim 2025/2026.
Sebab, Inter justru mampu meraih double winner.
Aktor Ciccio Manassero berharap Inter bisa mengakhiri catatan negatif di Derby della Madonnina dan mengalahkan AC Milan pada musim mendatang.
“Soal Inter menang dua trofi, I have nothing to complain about, senang banget pasti, tapi memang idealnya you cannot lose to derby in a row. Apalagi, kalau kita tarik ke musim sebelumnya juga, derbynya kita kalah-kalah juga. Semoga musim depan kita pukul baliklah Milan,” kata Ciccio.
Sementara itu, pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin mengatakan menjadi juara dan mengangkat trofi jauh lebih baik bagi Inter dibandingkan sekadar memenangkan laga derby.
“Kalau konteksnya sekarang Inter Milan, which is klub besar, itu mending menang trofi. Tapi kalau klub lo kecil, contoh FC Utrecht. FC Utrecht kalau menang lawan Ajax, itu satu musim sudah diselamatkan karena FC Utrecht enggak bakalan juara,” ucap Justin.
“Jadi kalau case-nya Inter, ya mending menang trofi,” sambungnya.
Di tempat yang sama, produser film Amrit Punjabi memuji penampilan Inter Milan yang sukses mengangkat dua trofi pada musim 2025/2026.
Ia mengaku senang Il Biscione bisa meraih double winner lagi.
“Season ini lumayan bagus banget, karena menang dua trofi Serie A sama Coppa Italia. Terakhir kali kita menang dua ini zamannya (Jose) Mourinho. Jadi sudah lama banget, 16 tahun lalu. Jadi lumayan happy,” katanya.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hamdan Hamedan, yang juga seorang Interisti, membeberkan lima kekuatan Inter Milan sehingga bisa meraih scudetto ke-21 musim ini.
Menurutnya, kekuatan Inter itu adalah volume serangan, penguasaan bola, akurasi umpan, ketajaman kreasi peluang, serta pertahanan.
“Ini dominannya Inter dibandingkan 20 tim lain di Serie A. Ternyata volume serangan Inter itu nomor satu dari 20. Penguasaan bola paling dominan nomor satu dari 20. Akurasi umpan terbaik, satu dari 20. Kreasi peluang sangat tajam, satu dari 20, jadi assist sama key pass-nya juga satu dari 20. Pertahanannya bukan yang terbaik, tiga dari 20, which is good,” tuturnya.
“Jadi inilah alasannya sebetulnya Inter bisa scudetto. Jadi kalau Inter scudetto wajar, karena statistiknya demikian,” imbuh Hamdan.
Selain nama-nama di atas, “Kalah Derby Dua Trofi” juga dimeriahkan oleh sejumlah tokoh publik dan figur kreatif, antara lain Ivan Ade Saputra, Rhandika Djamil, Ryan Delon, Panji Suryono, Rere Anggara, Waldo Farrel, hingga Nahji Rabbany.
Sebagai penyelenggara, Gita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung sehingga “Kalah Derby Dua Trofi” sukses terlaksana.
Menurutnya, kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang serta dukungan dari para sponsor menjadi cerminan semangat Nerazzurri yang terbuka bagi siapa saja.
“Interisti disatukan oleh satu warna dan satu passion yang sama. Kita sebagai Interisti berkumpul untuk berbagi cerita, tawa, dan kecintaan terhadap Inter Milan dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan,” ucapnya.
“Itu merupakan spirit Nerazzurri, Brothers of the World,” tambah Gita.
Acara “Kalah Derby Dua Trofi” turut didukung oleh MAXIMUS Pictures, VIDIO, PRASIDDHA ID, BOSCH, Pizza Place, KENZO, OG Jersey, Bang Raden, INJI Coffee, Padel Tubagus, Hydro Coco, Fitbar, WBB, Padel Noob, DMNT, Padel Rebel, KHERD, Inter Club Indonesia, dan Bare Beer.
Load more