Kalah di San Siro, Chivu Berani Tegaskan Inter Milan Masih Pegang Kendali Scudetto
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Cristian Chivu mengakui Inter Milan kesulitan menembus pertahanan rapat AC Milan dalam Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026).
Meski kalah, ia menegaskan hasil tersebut tidak akan banyak mengubah situasi dalam perebutan gelar Serie A musim ini.
Inter sebenarnya memiliki peluang untuk semakin dekat dengan gelar juara.
Namun, kekalahan 0-1 dari Milan justru membuat keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas dari 10 poin menjadi tujuh poin.
Dalam laga yang digelar di San Siro tersebut, Inter terpaksa melakukan sejumlah perubahan karena masalah cedera. Penyerang utama Marcus Thuram absen akibat flu, sementara Lautaro Martínez juga belum pulih dari cedera.
Situasi itu membuat Inter menurunkan duet penyerang muda Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Namun, keduanya kesulitan beradaptasi menghadapi pertahanan solid Milan.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Pervis Estupiñán setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana yang mengejutkan pertahanan Inter.
“Babak pertama kami di bawah standar dengan tempo permainan yang lambat. Lalu kami kebobolan dan itu menjadi pukulan bagi tim,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.
Ia menilai Inter sebenarnya mencoba meningkatkan intensitas permainan setelah turun minum, meski masih kesulitan membongkar pertahanan Milan.
“Kami mencoba meningkatkan tempo di babak kedua dan sempat menciptakan peluang melalui Federico Dimarco. Kami mencoba berbagai cara untuk mengepung blok pertahanan mereka yang sangat rapat, tetapi tidak mampu menembusnya,” jelasnya.
Menurut Chivu, timnya kurang dinamis dalam membangun serangan sehingga Milan lebih mudah bertahan dan menunggu momen serangan balik.
“Kami sampai ke area sayap dan garis gawang, tetapi tanpa peluang yang benar-benar jelas. Umpan silang kami sering dipatahkan karena kami tidak pernah benar-benar menembus pertahanan mereka,” katanya.
Sebelum kekalahan ini, Inter sebenarnya memiliki catatan impresif di Serie A. Mereka tidak terkalahkan sejak pertemuan terakhir melawan Milan pada 23 November, dengan satu hasil imbang melawan SSC Napoli serta 14 kemenangan.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, Inter mulai kehilangan momentum.
Mereka sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Como 1907 di semifinal Coppa Italia, serta tersingkir dari Liga Champions UEFA setelah kalah dari klub Norwegia FK Bodo/Glimt.
Load more