Komentar Coach Justin soal Pernyataan Viral Indra Sjafri pada Taktik Timnas Indonesia Longball
- Tim Tvonenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola, Coach Justin mengomentari soal permainan Timnas Indonesia pada laga kontra Uzbekistan di ajang Asian Games 2022, hingga taktik longball.
Perjalanan Timnas Indonesia U-24 di bawah asuhan Indra Sjafri harus terhenti di babak 16 besar.
Di mana netizen di media sosial langsung ramai-ramai mengkritik Indra Sjafri, dari segi permainan dan taktik karena tak dapat memenuhi ekspektasi penggemar sepak bola tanah air.
![]()
Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022 Sumber : NOC Indonesia - Naif Al'As.
Skuad Merah Putih yang berisikan Egy Maulana Vikri, Ramadhan Sananta, Rizki Ridho, Alfeandra Dewangga, dan Ernando Ari harus mengakui keunggulan Timnas Uzbekistan dengan skor 2-0.
Pertandingan yang Shangcheng Sports Centre Stadium, Hangzhou, China, pertandingan harus diakhir sampai babak tambahan waktu.
Pandangan Coach Justin soal kekalahan Timnas Indonesia
Coach Justin menanggapi soal Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-0 dari Uzbekistan, di mana ia juga membaca komentar netizen atas permainan Garuda Muda.
"Gua lihat sedikit cuplikan tapi ngebahas membaca dari ratusan komentar itu netizen sangat tidak puas dengan permainan, karena terlalu banyak longball," ujarnya yang dilansir Youtube Justinus Lhaksana.
"Tidak meneruskan kerjaan yang dilakukan oleh Shin Tae-yong," ujarnya.
Untuk itu, Coach Justin berpandangan bahwa idealnya siapapun pelatihnya yang dibawa arsiteki kelompok umur.
"Bermain sesuai dengan strateginya Shin Tae-yong atau tidak jauh beda lah, sehingga para pemain di kelompok umur kedepannya itu akan lebih gampang beradaptasi dengan sistemnya Shin Tae-yong jika mereka masuk ke Timnas utama," terangnya.
Mantan pelatih timnas futsal Indonesia itu menyatakan kalau strategi itu juga berlaku di Eropa.
"Banyak sekali pemain young Oranye kayak di Belanda, Jerman yang U-21, U-23 itu bermain sistemnya nggak jauh beda seperti Timnas," ujarnya.
"Itu udah layak lah, gue tidak tahu apa yang terjadi dengan i mean perjanjian di Timnas, apakah Indra Sjafri boleh dibebaskan menerapkan sistem sendiri, atau harus mengikuti sistemnya Shin Tae-yong," imbuhnya.'
![]()
Kolase foto Coach Justin dan Indra Sjafri. (kolase tvOnenews / tangkapan layar Youtube Justinus Lhaksana / PSSI)
Pada kesempatan di kanal youtube pribadinya, Coach Justin menegaskan kalau dirinya merasa ini tidak fair kalau kita atau netizen terlalu keras mengkritik ke Indra Sjafri.
"Gua kasih tahu alasannya, bahwa kita bermain tidak sesuai harapan, atau tidak seperti Shin Tae-yong itu memang faktanya, nggak bisa dipungkiri banyak longball dan lain-lain," kata Justin.
"Tapi kalian harus tahu juga bahwa banyak pemain juga yang tidak memiliki jam terbang banyak di level internasional," pungkasnya.
Hal yang kedua menurut Justin bahwa Indra Sjafri pun baru saja duduk di kursi pelatih pada saat menang di SEA Games 2023 setelah sekian lama menjadi Direktur Teknik PSSI.
"Jadi jam terbang dia sebagai pelatih pun tidak terlalu banyak di Timnas, beda sama klub, beda sama kelompok umur sebelumnya karena dia sempat vakum, karena dia menjadi Dirtek," ujarnya.
"Jadi nggak gampang, sama sekali gak gampang untuk tiba-tiba pegang dari SEA Games terus ke Asian Games, dan gua rasa tidak fair untuk terlalu men-judge terlalu keras bahwa kalian tidak puas dengan hasilnya, that's okay ini bagian dari proses," ucapnya.
Justin pun mengaku yakin kalau Indra Sjafri beserta timnya belajar banyak dari ajang Asian Games ini.
Belajar dalam arti mereka melihat lagi kesalahan-kesalahan yang terjadi itu di mana.
Meski begitu, Justin juga setuju akan pendapat netizen soal longball longball itu harusnya kita lupakan.
"Harusnya tidak terjadi, atau terlalu sering melakukan longball, karena kualitas kita memang tidak di situ," ucapnya.
"Kualitas kita adalah jarak dekat antar pemain, walaupun tergantung strategi juga, kayak terakhir Shin Tae-yong menang lawan siapa itu, dengan tiga bek di belakang, jarak gak terlalu dekat tapi tetap main bola bawah," ucapnya.
Kemudian, Justin juga melihat timnas di bawah asuhan Indra Sjafri ketika lawan Kirgistan bermain bagus.
Sempat juga beredar video Indra Sjafri di podcast Deddy Corbuzier mengungkap soal taktik Timnas Indonesia.
"Jadi gak selalu main jelek, nggak selalu longball, bahwa beliau mengeluarkan statement,'kalian gak usah mikirin taktik, udah pokok yang penting ke depan maju aja," ujarnya.
Menurut Justin mungkin itu bagian dari motivasi, jadi berpesan kepada penggemar sepak bola kalau jangan terlalu berpikiran negatif.
"Bagian dari motivasi bahwa bola itu memang harus ke depan, caranya terserah kalian, dia percaya kepada pemainnya bahwa kalian harus bermain lebih smart lagi, tapi gue gak tahu apakah pemain itu nangkep dengan yang dimaksud oleh Shin Tae-yong," terangnya. (ind)
Load more