Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemain Naturalisasi Ini Buat Pengakuan Mengejutkan, Bilang Kalau Malaysia Lebih Baik dari Timnas Indonesia karena...

Pemain naturalisasi keturunan Nigeria Osas Saha membuat pernyataan jika Malaysia lebih baik dari Timnas Indonesia saat keduanya bertemu di ajang internasional.
Minggu, 14 Januari 2024 - 15:05 WIB
Osas Saha
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Pemain naturalisasi ini berikan pernyataan mengejutkan terkait Malaysia yang menurutnya jauh lebih bagus dibandingkan Timnas Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia beberapa kali dikalahkan oleh skuad Malaysia dalam sejumlah turnamen antar negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal yang paling menyakitkan ialah ketika Malaysia mengalahkan Timnas Indonesia dalam final Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011.

Padahal sebelumnya Timnas Indonesia sukses mengalahkan Malaysia di fase grup, namun pada akhirnya takluk ketika kembali bertemu di partai final.

Atas dasar itu, banyak orang beranggapan bahwa pasukan Harimau Malaya berada sedikit lebih baik di atas Timnas Indonesia dalam bidang sepak bola.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh pemain naturalisasi asal Nigeria yakni Osas Saha yang pernah memperkuat Timnas Indonesia pada 2019.

Pemain berdarah Nigeria itu telah memperkuat Timnas Indonesia sejak September 2019 sebagai punggawa naturalisasi dengan catatan dua penampilan.

Dia juga dikenal publik karena telah lama berkarier di sepak bola Indonesia bahkan pernah bermain di Liga Malaysia bersama Penang FC.

Eks pemain Persija Jakarta itu mengutarakan alasan kenapa Malaysia terlihat superior saat bertemu Timnas Indonesia di level internasional.

Pemain naturalisasi Timnas Indonesia Osas Saha (Source: YouTube Lensa Olahraga)

Osas Saha mengatakan bahwa Malaysia mempunyai sistem pengelolaan sepak bola seperti kultur Eropa. Menurutnya hal itulah yang tak dimiliki oleh Timnas Indonesia.

“Karena di Malaysia itu mereka punya sistem seperti Eropa. (Sistem) Eropa itu mereka yakin kalau timnas main lalu kalah, ya benahi aja kan, benahi supaya besok lebih baik lagi,” kata Osas di kanal YouTube Lensa Olahraga.

Selain itu, Osas Saha menambahkan jika di Malaysia tidak ada tekanan yang terlalu besar dari masyarakat sehingga para pemain bisa tampil lebih tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Engga ada tekanan dari masyarakat, misalnya banyak (netizen) yang lebih pintar dari pelatih 'pemain ini out dari timnas'. (Disana) engga ada yang kaya gitu,” tambahnya.

Osas Saha pun tak menampik ketika dirinya tampil memperkuat Timnas Indonesia, maka tumbuh rasa tidak percaya diri di dalam skuad Garuda.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-siap, Jumlah Peserta Piala Dunia 2030 Akan Membludak

Siap-siap, Jumlah Peserta Piala Dunia 2030 Akan Membludak

Hal tersebut karena Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengklaim jika format 48 tim pada Piala Dunia 2026 sukses besar. Ia pun mempertimbangkan untuk menambah jumlah pesertanya menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030.
Piala Dunia 2026: Reaksi Lionel Messi Bakal Hadapi Inggris di Semifinal, Sudah Dinantikan Sepanjang Karier

Piala Dunia 2026: Reaksi Lionel Messi Bakal Hadapi Inggris di Semifinal, Sudah Dinantikan Sepanjang Karier

Lionel Messi akhirnya akan merasakan pengalaman yang selama ini belum pernah terjadi sepanjang karier profesionalnya. Ia untuk pertama kali menghadapi Inggris.
7 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Juli 2026: Capricorn Melesat, Gemini Panen Peluang Baru

7 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Juli 2026: Capricorn Melesat, Gemini Panen Peluang Baru

Karier Anda sedang menanjak? Simak 7 zodiak paling beruntung soal karier besok, 14 Juli 2026. Apakah zodiak Anda termasuk?
Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Usai Dapat Teror Bom, Siswa dan Guru Sudah Dievakuasi

Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Usai Dapat Teror Bom, Siswa dan Guru Sudah Dievakuasi

Tim Gegana dan Densus 88 diterjunkan ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan usai mendapatkan teror bom melalui pesan. 
Selain Ada Korban, Ternyata Masih Ada 3 Fakta Terbaru di Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

Selain Ada Korban, Ternyata Masih Ada 3 Fakta Terbaru di Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

Sebelumnya surat terbuka diunggah Hotman Paris di instagramnya. Dalam kasus ini disampaikan sekiranya ada 3 santri menjadi korban, berikut penjelasannya.
Belum Pernah Bela Timnas Indonesia Meski Sudah WNI, Tim Geypens Akui Tetap Bangga Gabung Skuad Garuda: Sebuah Kebanggaan!

Belum Pernah Bela Timnas Indonesia Meski Sudah WNI, Tim Geypens Akui Tetap Bangga Gabung Skuad Garuda: Sebuah Kebanggaan!

Tim Geypens tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah kembali mendapat kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia. Bek kiri 21 tahun itu mengaku bangga.

Trending

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Kepala BGN Lodewyk Pusung. 
Minyakita Langka di Kepri, Dijual hingga Rp18 Ribu per Liter, YLPK Soroti Dugaan Penyimpangan Distribusi

Minyakita Langka di Kepri, Dijual hingga Rp18 Ribu per Liter, YLPK Soroti Dugaan Penyimpangan Distribusi

Di tingkat pengecer, Minyakita masih dijual hingga Rp18.000 per liter. Kondisi ini diakui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri yang menyebut masih menemukan pedagang menjual Minyakita di atas HET.
Pemerintah Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, SMSI Ungkap Risiko yang Berpotensi Rugikan Negara

Pemerintah Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, SMSI Ungkap Risiko yang Berpotensi Rugikan Negara

RUU PFII masuk dalam Prolegnas 2026 sebagai usulan pemerintah dengan naskah akademik yang telah disampaikan ke Komisi XI DPR RI untuk dibahas pada Rapat Paripurna
SOSOK Tan Kian, Konglomerat Pemilik Pasific Place yang Diduga Terseret Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

SOSOK Tan Kian, Konglomerat Pemilik Pasific Place yang Diduga Terseret Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Tan Kian diperiksa dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri, Krakatau Steel, hingga PT CBS-KNI.
Prabowo: Pemimpin yang Menganjurkan "Bakar-Bakar" di Republik Ini Adalah Pengkhianat

Prabowo: Pemimpin yang Menganjurkan "Bakar-Bakar" di Republik Ini Adalah Pengkhianat

Presiden RI Prabowo Subianto menyebut pemimpin yang menganjurkan aksi pembakaran fasilitas umum sebagai pemimpin pengkhianat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT