Jeam Kelly Sroyer Kena Keplak Shin Tae-yong, Ini Alasan Pemain Sepak Bola Tidak Bisa Asal Masuk Lapangan Setelah Penanganan Cedera
- Tangkapan Layar YouTube
tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia U-23, Jeam Kelly Sroyer mendapatkan hukuman keplakan kepala dari pelatih Shin Tae-yong.Â
Shin Tae-yong kesal dengan kartu kuning tak perlu dari Jeam Kelly Sroyer di akhir babak pertama antara Timnas Indonesia U-23 vs Australia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Kamis (18/4/2024).Â
Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-23 telah unggul dari gol Komang Teguh di menit 45.Â
Sampai perpanjangan waktu akhir babak pertama Jeam Kelly Sroyer terkena benturan dengan pemain Australia.Â
Jeam Kelly Sroyer pun ditarik ke sisi lapangan dan mendapatkan penanganan cedera.Â
Namun pemain Persik Kediri ini lebih memilih masuk ke lapangan tanpa menunggu aba-aba wasit keempat maupun wasit utama.Â
Alhasil, Jeam Kelly Sroyer mendapatkan kartu kuning dari wasit.Â
Usai babak pertama berakhir, Jeam Kelly Sroyer memberikan penjelasan pada staf pelatih termasuk Shin Tae-yong.Â
Tanpa basa-basi, Shin Tae-yong pun mengeplak kepala sang pemain karena pelanggaran tak penting tersebut.Â
Bahkan beberapa staf pun memberikan gestur bahwa seharusnya Jeam Kelly Sroyer berlari ke arah wasit keempat dan menunggu instruksi wasit sebelum masuk ke lapangan.
Lalu, kenapa Jeam Kelly Sroyer tak bisa seenaknya masuk lapangan ketika selesai penanganan cedera?
Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mengatur seluruh aturan dalam permainan sepak bola alias Law of the Game yang harus dipatuhi oleh seluruh civitas sepak bola seluruh dunia.Â
Salah satu aturan pun mengatur wasit sebagai pengandil lapangan dalam memberikan kartu kuning pada pemain, termasuk kelakuan Jeam Kelly Sroyer.Â
Apa yang dilakukan Shin Tae-yong dan wasit Majed Alshamrani sudah sesuai karena jelas-jelas Jeam Kelly Sroyer pantas mendapatkan kartu kuning.Â
Dikutip dari laman resmi IFAB, wasit meminta pemain yang cedera keluar lapangan agar tak mengganggu jalannya pertandingan.Â
"Jika bola dalam permainan, maka pemain harus masuk kembali ke lapangan dari touch line (garis tempat wasit keempat berada) dan jika bola keluar dari permainan, maka pemain boleh masuk dari garis manapun," tulis Law of the Game IFAB.Â
Load more