GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Soal Uang, Terungkap Alasan Banyak Pemain Keturunan Ragu-ragu bahkan Menolak Untuk Bergabung dengan Timnas Indonesia, Ternyata...

Orang dalam PSSI mengungkap alasan sebenarnya para pemain keturunan butuh waktu lama untuk mempertimbangkan bahkan menolak bergabung dengan Timnas Indonesia.
Senin, 22 Juli 2024 - 17:22 WIB
Ole Romeny dan Maarten Paes
Sumber :
  • Kolase Instagram @oleromeny/@maartenpaes

tvOnenews.com - Demi mendongkrak kualitas timnas Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI melakukan berbagai cara, salah satunya dengan menaturalisasi pemain keturunan.

Di era kepelatihan Shin Tae-yong dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tercatat sudah ada belasan pemain naturalisasi yang didatangkan untuk memperkuat timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak tanggung-tanggung, para pemain keturunan ini diketahui memiliki kualitas yang tak ecek-ecek.

Pasalnya, pemain diaspora Timnas Indonesia ini merupakan pemain yang merumput di klub-klub Eropa dan Asia.

Thom Haye, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, dan Jordi Amat adalah pemain dengan jam terbang yang terbilang oke di Eropa.

Kemudian talenta-talenta muda macam Ivar Jenner, Justin Hubner, Nathan Tjoe A On, Rafael Struick, dan Elkan Baggott juga dianggap sebagai prospek cerah.

Bahkan, PSSI juga sampai saat ini masih terus mencari amunisi pemain diaspora baru untuk skuad Garuda.

Terkini masih banyak lagi para pemain keturunan berusia muda yang sedang berkarir di Eropa.

Hal tersebut sudah pasti menarik perhatian PSSI untuk berusaha mengajak mereka bergabung ke Timnas Indonesia. Namun hal tersebut bukanlah perkara mudah.

tidak sedikit dari para pemain keturunan tersebut terkesan menghindar atau bahkan menolak ketika didekati untuk bergabung ke Timnas Garuda.

Lantas, apa sih alasan terbesar yang membuat mereka enggan melakukan naturalisasi dan bergabung dengan Timnas Indonesia?

Ternyata alasan para pemain keturunan membutuhkan waktu lama bahkan menolak untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia bukan soal rasa nasionalisme apalagi soal uang.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dalam YouTube pribadinya mengatakan ada faktor besar yang membuat pemain-pemain keturunan menolak dinaturalisasi untuk membela Timnas Garuda.

Menurut Arya para pemain keturunan tersebut masih berkeinginan membela Timnas negara asalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut dikarenakan negara asalnya memiliki peluang dan prestasi yang lebih baik di persepakbolaan dunia jika dibandingkan dengan Indonesia.

Apalagi jika usia pemain tersebut masih muda, mereka merasa masih memiliki peluang untuk mendapatkan kesempatan membela Timnas negara asalnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bobotoh Rayakan Persib Bandung Juara, Kota Bogor Kena Dampaknya

Bobotoh Rayakan Persib Bandung Juara, Kota Bogor Kena Dampaknya

Malam ini, Kota Bogor, Jawa Barat dikepung kemacetan imbas konvoi para Bobotoh yang merayakan gelar juara Persib Bandung.
5 Weton Ini Diramal Bakal Apes dan akan Menghadapi Hari Berat pada Tanggal 24 Mei 2026, Anda Salah Satunya?

5 Weton Ini Diramal Bakal Apes dan akan Menghadapi Hari Berat pada Tanggal 24 Mei 2026, Anda Salah Satunya?

Berikut lima weton yang diprediksi harus ekstra waspada dan menahan diri pada 24 Mei 2026 demi menghindari kesialan.
Ini Alasan Persib Bandung Resmi Jadi Juara Super League 2025-2026 Sekalipun Akhirnya Borneo FC Menang 100-0

Ini Alasan Persib Bandung Resmi Jadi Juara Super League 2025-2026 Sekalipun Akhirnya Borneo FC Menang 100-0

Menariknya, baik Borneo FC dan Persib Bandung sama-sama memiliki 79 poin. Hasil ini diraih di laga terakhir yang digelar pada Sabtu (23/5/2026). 
Cara Cek Jadwal Sholat Tanpa Aplikasi, Langsung dari Browser

Cara Cek Jadwal Sholat Tanpa Aplikasi, Langsung dari Browser

Masalah notifikasi 'storage hampir penuh' selalu berujung pada kesulitan untuk memiliki aplikasi penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk mengecek waktu ibadah.
5 Weton Bergelimang Keberuntungan Tanggal 24 Mei 2026, Ada yang Diprediksi Banjir Rezeki Nomplok!

5 Weton Bergelimang Keberuntungan Tanggal 24 Mei 2026, Ada yang Diprediksi Banjir Rezeki Nomplok!

Berikut lima weton yang diramalkan akan mandi keberuntungan luar biasa dalam aspek finansial, karier, maupun hubungan sosial pada 24 Mei 2026.
Trending Topic: Sherly Tjoanda Dapat Apresiasi 2 Penghargaan, hingga Dedi Mulyadi Cara Keberadaan Aman Yani dan Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun

Trending Topic: Sherly Tjoanda Dapat Apresiasi 2 Penghargaan, hingga Dedi Mulyadi Cara Keberadaan Aman Yani dan Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com yang diwarnai oleh gebrakan aksi dari gubernur Jawa Barat dan Maluku Utara.

Trending

Bobotoh Rayakan Persib Bandung Juara, Kota Bogor Kena Dampaknya

Bobotoh Rayakan Persib Bandung Juara, Kota Bogor Kena Dampaknya

Malam ini, Kota Bogor, Jawa Barat dikepung kemacetan imbas konvoi para Bobotoh yang merayakan gelar juara Persib Bandung.
27 Lokasi Nobar Gratis Persib vs Persijap di Bandung dan Sekitarnya

27 Lokasi Nobar Gratis Persib vs Persijap di Bandung dan Sekitarnya

Artikel ini menyajikan informasi lengkap terkait lokasi nobar gratis laga penentu Persib vs Persijap di Bandung dan sekitarnya, Sabtu (23/5) pukul 15.30 WIB.
Respons Menohok AHY Terkait Padamnya Listrik di Sumatera

Respons Menohok AHY Terkait Padamnya Listrik di Sumatera

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melontarkan respons menohok terkait peristiwa padamnya listrik atau blackout
Alasan Pelatih Klub-klub V-League Saling Sikut untuk Dapatkan Megawati Hangestri Dibongkar Agen Voli Korea

Alasan Pelatih Klub-klub V-League Saling Sikut untuk Dapatkan Megawati Hangestri Dibongkar Agen Voli Korea

Megawati Hangestri jadi rebutan pelatih klub-klub liga voli putri Korea Selatan seperti Red Sparks dan Hillstate, agen pemain Chris Kim ungkapkan alasannya.
Pigai sebut Begal Tidak Boleh Ditembak Mati, Polda Metro: Nyawa Masyarakat Prioritas Utama

Pigai sebut Begal Tidak Boleh Ditembak Mati, Polda Metro: Nyawa Masyarakat Prioritas Utama

Menteri HAM RI Natalius Pigai, yang menyatakan begal tidak boleh ditembak mati. Sontak, hal ini menyedot perhatian dan menuai komentar publik hingga Polda Metro
Reaksi KDM usai Didesak Hadirkan Mantan Istri dan Anak Aman Yani di Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Reaksi KDM usai Didesak Hadirkan Mantan Istri dan Anak Aman Yani di Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan mengundang mantan istri & anak Aman Yani guna sikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
14 Lokasi Nobar Gratis Persib vs Persijap di Jawa Barat dan Sekitarnya

14 Lokasi Nobar Gratis Persib vs Persijap di Jawa Barat dan Sekitarnya

Akses informasi mengenai lokasi nobar gratis laga penentu juara Super League 2025/2026 antara Persib vs Persijap di Jawa Barat dan sekitarnya, Sabtu sore (23/5)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT