Ini Bukti Indra Sjafri Tak Dengarkan Saran Mahal Shin Tae-yong, STY Sudah Mewanti-wanti Timnas Indonesia U-20 Itu Butuh...
- Instagram - Shin Tae-yong
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah memberikan saran penting kepada Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20.
Saran pria yang akrab disapa STY itu disampaikan kepada Indra Sjafri sebelum Timnas Indonesia U-20 tampil di Piala Asia U-20 2025.
Sebelum membahas soal saran dari Shin Tae-yong, Indra Sjafri merupakan pelatih Timnas Indonesia U-20 yang berlaga di Piala Asia U-20 2025.
Namun, pelatih berusia 62 tahun itu gagal total selama menukangi Garuda Nusantara karena dipastikan tersingkir lebih awal dari Piala Asia U-20 2025.
- X - Timnas Indonesia
Kepastian itu didapat setelah Timnas Indonesia U-20 kalah 1-3 dari Uzbekistan pada matchday kedua Grup C, Minggu (16/2/2025) malam WIB.
Gol-gol kemenangan Uzbekistan dicetak oleh Mukhammadali Urinboev, Abdugafur Khaydarov, dan Saidumarkhon Saidnurullaev.
Dua dari tiga gol Uzbekistan dicetak melalui sundulan hasil dari bola atas alias umpan lambung. Sementara satu gol Indonesia dicetak oleh Jens Raven.
Buntut kekalahan ini, Timnas Indonesia U-20 dipastikan gagal lolos ke perempat final Piala Asia U-20 2025 dengan belum meraih poin.
Jens Raven dkk kalah bersaing dengan Iran dan Uzbekistan yang sama-sama sudah mengumpulkan enam poin.
Sebagai informasi, hanya dua tim teratas masing-masing grup yang berhak lolos ke babak selanjutnya.
Di laga pertama, Timnas Indonesia U-20 kalah dari Iran 0-3. Tiga gol dari Iran juga hasil umpan-umpan bola atas yang gagal diantisipasi tim besutan Indra Sjafri.
Artinya, Timnas Indonesia U-20 memiliki kelemahan besar di lini pertahanan khususnya dalam mengantisipasi bola atas.
Jauh sebelum Garuda Nusantara tampil di Piala Asia U-20 2025, Shin Tae-yong pernah memberikan masukkan kepada Indra Sjafri.
Menurut STY, Timnas Indonesia U-20 masih membutuhkan para pemain di lini belakang yang berpostur tinggi.
Selain itu, Shin Tae-yong menyarankan Indra Sjafri untuk memanggil pemain diaspora yang berposisi sebagai bek.
Pasalnya, kata STY, Indonesia harus memiliki pemain dengan badan tinggi besar agar dapat membantu di lini belakang termasuk menghalau bola atas.
- Kolase tvOnenews.com
“Untuk lini belakang, mungkin dibutuhkan (pemain keturunan)," kata Shin Tae-yong di Jakarta pada September 2024 lalu.
"Kalau di Piala Asia U-20 2025, pastinya dibutuhkan pemain yang posturnya tinggi dan baik karena diperlukan pemain yang punya power,” imbuh eks pelatih Timnas Indonesia itu.
Namun, saran mahal dari Shin Tae-yong itu seolah-olah tidak didengarkan oleh Indra Sjafri. Buktinya, dia justru mencoret satu pemain berposisi bek asal Sudan.
Dia adalah Meshaal Hamzah Basier Osman, bek yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena sudah lahir dan besar di Indonesia.
Meshaal Hamzah bukan pemain yang menjalani proses naturalisasi meski kedua orang tua asal dari Sudan. Dia mendapatkan paspor Indonesia di November 2023.
Dia kini bermain untuk klub kasta teratas Liga Thailand, Nakhonpathom United, dengan status pinjaman dari klub Liga 1, Persija Jakarta.
Pemain kelahiran 25 Januari 2005 (usia 20 tahun) berposisi sebagai bek tengah yang memiliki postur cukup tinggi besar yakni 1,83 meter.
Namun, Meshaal Hamzah justru dicoret Indra Sjafri dari skuad final Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Asia U-20 2025 usai sempat mengikuti pemusatan latihan.
Indra Sjafri tidak menjelaskan alasan sepesifik dari pencoretan Meshaal Hamzah dari dari skuad final Timnas Indonesia U-20.
Selain Meshaal Hamzah, Indra Sjafri sejatinya kedatangan dua pemain naturalisasi baru, yakni Dion Markx dan Tim Geypens.
Namun, keduanya baru resmi menjadi WNI pada 8 Februari 2025 di London sehingga tidak bisa didaftarkan untuk Piala Asia U-20 2025.
(yus)
Load more