News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hajime Moriyasu 'Sentil' Soal Makan Siang Timnas Indonesia: Saya Kira Pertandingan Vs Indonesia akan Berjalan Sulit, Ternyata....

Hajime Moriyasu sentil makan siang Timnas Indonesia. Namun kenyataannya di lapangan berbeda. Indonesia mengalami kekalahan telak 0-6 dari Jepang dalam laga 
Rabu, 11 Juni 2025 - 09:40 WIB
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, memberikan komentar menarik terkait agenda makan siang Timnas Indonesia bersama Presiden RI, Prabowo Subianto. 

Kegiatan itu berlangsung sebelum skuad Garuda bertolak ke Osaka untuk menghadapi Jepang dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Moriyasu menyebut bahwa undangan dari kepala negara merupakan suntikan semangat tersendiri bagi para pemain Indonesia. 

Menurutnya, perhatian langsung dari Presiden akan memberi efek psikologis positif bagi tim asuhan Patrick Kluivert.

“Saya rasa seluruh pemain dan staf Timnas Indonesia pasti sangat termotivasi dan siap menghadapi pertandingan,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers jelang laga, Senin (9/6), dikutip dari Gekisaka.

Pelatih berusia 56 tahun itu juga menilai Indonesia sedang dalam performa bagus usai menang atas China, dan menegaskan bahwa Jepang tidak akan menganggap remeh. 

“Mereka adalah tim dengan momentum dan kekuatan. Saya rasa pertandingan besok akan menjadi laga yang sulit,” tambah Moriyasu.

Namun kenyataannya di lapangan berbeda. Indonesia mengalami kekalahan telak 0-6 dari Jepang dalam laga yang digelar di Suita Football City Stadium, Osaka, Selasa (10/6). 

Enam gol dicetak oleh para pemain muda Jepang yang tampil dominan sejak menit awal, sementara lini belakang Garuda tampak kewalahan. 

Meskipun Indonesia sudah memastikan lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, hasil ini tetap menjadi pukulan telak.

Pertandingan terakhir grup antara Timnas Indonesia vs Jepang.
Pertandingan terakhir grup antara Timnas Indonesia vs Jepang.
Sumber :
  • AFC

 

Sebelum keberangkatan ke Jepang, skuad Timnas Indonesia mendapat kehormatan diundang makan siang oleh Prabowo Subianto di kediamannya, Jumat (6/6). 

Dalam acara tersebut, para pemain seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinan tidak hanya dijamu, tetapi juga mendapat cendera mata berupa jam tangan mewah Rolex dari Prabowo.

Pemberian jam tangan eksklusif ini mencuri perhatian publik. Banyak yang menilai ini sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah terhadap perjuangan Timnas. 

“Ucapan selamat atas kemenangan melawan China disampaikan langsung oleh Bapak Prabowo. Pemain juga sangat antusias karena diberi jam tangan Rolex,” ujar salah satu staf pelatih yang tak disebutkan namanya.

Setelah acara makan siang, tim baru berangkat ke Jepang pada Sabtu (7/6). Ini cukup berbeda dari kebiasaan Timnas yang biasanya langsung terbang setelah pertandingan tandang. Banyak pihak menduga perubahan jadwal ini untuk memberi ruang pada agenda kenegaraan tersebut.

Sementara itu, Jepang datang ke laga ini setelah sebelumnya mengalami kekalahan mengejutkan dari Korea Selatan pada Kamis (5/6). 

Meski begitu, Moriyasu menegaskan bahwa hasil buruk tersebut tak akan memengaruhi mentalitas skuadnya. Ia justru menyatakan optimisme terhadap pemain muda yang kini mengisi sebagian besar komposisi tim.

“Kami ingin menang di Osaka dan merasa bahwa kami sudah berkembang,” ucap Moriyasu seperti dilansir Gekisaka.

Terlepas dari hasil akhir, baik Jepang maupun Indonesia sudah memastikan langkah mereka menuju fase berikutnya. 

Jepang dipastikan tampil di Piala Dunia 2026, sementara Indonesia berhasil melangkah ke babak keempat Kualifikasi Zona Asia sebuah prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh skuad Garuda.

Namun kekalahan enam gol tanpa balas ini menyisakan catatan bagi pelatih Patrick Kluivert. Banyak pendukung yang mempertanyakan efektivitas taktik dan kesiapan tim dalam menghadapi lawan dengan level lebih tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian netizen juga menilai pemberian jam tangan Rolex sebelum laga seolah menjadi distraksi.

“Bukan salah jamnya, tapi mungkin waktunya kurang tepat,” tulis seorang pengguna di media sosial, merespons kekalahan Timnas usai makan siang mewah dan pemberian hadiah. (udn)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT