News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Fakta Penyebab Timnas Indonesia Kalah Telak 0-6 dari Jepang, Perbedaan Kualitas Permainan Antar Level yang Sulit Dipungkiri

3 penyebab utama kekalahan telak 0-6 Timnas Indonesia dari Jepang: beda level pembinaan, statistik timpang, hingga rapuhnya organisasi permainan.
Kamis, 12 Juni 2025 - 02:21 WIB
Timnas Indonesia saat melawan Jepang, Selasa (10/6).
Sumber :
  • Timnas Indonesia

tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit usai dihajar Jepang dengan skor telak 0-6 pada laga pamungkas Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Laga yang digelar di Stadion Panasonic Suita, Jepang, pada Selasa (10/6/2025) malam waktu setempat itu memperlihatkan kesenjangan level permainan yang sangat mencolok antara kedua tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski Indonesia tetap lolos ke putaran keempat, kekalahan telak tersebut memunculkan banyak evaluasi.

Setidaknya ada tiga fakta utama yang menjadi penyebab Timnas Indonesia kalah telak dari Jepang.

Perbedaan kualitas, pengalaman pembinaan, hingga data statistik yang begitu timpang memperlihatkan betapa beratnya jarak yang harus dikejar Garuda untuk menyamai level tim-tim elite Asia.

1. Jepang Memetik Hasil Pembinaan Berpuluh Tahun

Fakta paling mencolok pertama adalah perbedaan fondasi pembinaan sepak bola.

Jepang telah menyiapkan generasi pemain berkualitas sejak beberapa dekade lalu.

Negeri Sakura sangat serius menggarap pembinaan usia dini, membangun sistem kompetisi yang sehat mulai dari sekolah dasar, tingkat sekolah menengah, universitas, hingga akademi profesional.

Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) bahkan bekerja sama dengan banyak klub profesional dan komunitas lokal demi membangun ekosistem pembinaan yang berkesinambungan.

Hasilnya, pemain-pemain jebolan akademi lokal mampu bersaing di liga top Eropa. Nama-nama seperti Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Kaoru Mitoma, hingga Wataru Endo adalah contoh nyata hasil dari sistem yang solid.

Sebaliknya, Timnas Indonesia masih sangat bergantung pada pemain naturalisasi untuk meningkatkan kualitas tim.

Dalam beberapa tahun terakhir, naturalisasi pemain keturunan memang memperkuat Timnas.

Nama-nama seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk memberi warna baru, tetapi mereka belum cukup lama beradaptasi dalam sistem permainan Garuda.

Fondasi pembinaan usia dini di Indonesia pun masih bermasalah, baik dari segi infrastruktur, pelatih usia muda, maupun kompetisi usia dini yang belum terstruktur secara nasional.

2. Statistik Membuktikan Indonesia Sangat Kewalahan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia

Bukan sekadar hasil skor yang memperlihatkan jurang kualitas antara Jepang dan Indonesia, tetapi juga data statistik pertandingan yang begitu timpang.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Enterpreneur Muda Renaldy Pujiansyah Bidik Ekosistem Industri Kreatif Nasional

Enterpreneur Muda Renaldy Pujiansyah Bidik Ekosistem Industri Kreatif Nasional

Renaldy Pujiansyah dikenal sebagai serial entrepreneur yang menitikberatkan pembangunan sistem sebagai fondasi pertumbuhan bisnis.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin ungkap kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama Jakarta, usai ada penerapan WFH setiap hari Jumat.
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Ketua Umum PP IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang IKA UNAIR periode 2025–2030.
Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Di bulan Ramadhan kemarin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terenyuh ketika melihat warganya yang hanya konsumsi makanan seadanya untuk berbuka puasa.
Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Proyek pembangunan yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT